<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Penyelewengan Elpiji 3 Kg Masih Saja Terjadi</title><description>Hasil penelusuran PT Pertamina, terbukti ada oknum yang bermain dalam kelangkaan gas melon tersebut.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2015/02/20/19/1108482/penyelewengan-elpiji-3-kg-masih-saja-terjadi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2015/02/20/19/1108482/penyelewengan-elpiji-3-kg-masih-saja-terjadi"/><item><title>Penyelewengan Elpiji 3 Kg Masih Saja Terjadi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2015/02/20/19/1108482/penyelewengan-elpiji-3-kg-masih-saja-terjadi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2015/02/20/19/1108482/penyelewengan-elpiji-3-kg-masih-saja-terjadi</guid><pubDate>Jum'at 20 Februari 2015 21:00 WIB</pubDate><dc:creator>Hendra Kusuma</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/02/20/19/1108482/penyelewengan-elpiji-3-kg-masih-saja-terjadi-rp0Ls6OTnI.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Elpiji 3 kg. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/02/20/19/1108482/penyelewengan-elpiji-3-kg-masih-saja-terjadi-rp0Ls6OTnI.jpg</image><title>Ilustrasi Elpiji 3 kg. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian ESDM menyebutkan kelangkaan gas Elpiji 3 kilogram (kg) yang terjadi di beberapa wilayah di Indonesia lantaran ada oknum yang menyimpan atau menimbun.

Pelaksana tugas (Plt) Dirjen Migas, I Nyoman Gusti Wirajmaja, mengatakan bahwa hasil penelusuran PT Pertamina, terbukti ada oknum yang bermain dalam kelangkaan gas melon tersebut.

Wirat menuturkan, PT Pertamina telah menelusuri kota-kota yang mengalami kelangkaan, salah satunya Binjai. Padahal, Pertamina tidak melakukan pengurangan kuota pendistribusian.

&quot;Kemarin di Binjai ada kelangkaan Elpiji 3 Kg, Pertamina sudah cek di sana, tidak ada pengurangan kuota, tidak ada truk macet, Tampaknya ada yang nyimpan. Di sisi suplai tidak ada kendala,&quot; kata Wirat di Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (20/2/2015).

Dari hasil penelusuran, Wirat mengungkapkan bahwa penimbunan yang dilakukan para oknum, lantaran di pihak distributor tidak ditemukan kendala-kendala penyimpanan atau gangguan pendistribusian.

Oleh karena itu, sambung Wirat, pemerintah tengah mengkaji sistem tertutup dan juga dengan melalui kartu dalam melakukan pendistribusian gas Elpiji 3 kg. &quot;Kartu kita lagi gali opsi yang mana duluan, lokasinya di mana, jadi begitu ya,&quot; tutupnya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian ESDM menyebutkan kelangkaan gas Elpiji 3 kilogram (kg) yang terjadi di beberapa wilayah di Indonesia lantaran ada oknum yang menyimpan atau menimbun.

Pelaksana tugas (Plt) Dirjen Migas, I Nyoman Gusti Wirajmaja, mengatakan bahwa hasil penelusuran PT Pertamina, terbukti ada oknum yang bermain dalam kelangkaan gas melon tersebut.

Wirat menuturkan, PT Pertamina telah menelusuri kota-kota yang mengalami kelangkaan, salah satunya Binjai. Padahal, Pertamina tidak melakukan pengurangan kuota pendistribusian.

&quot;Kemarin di Binjai ada kelangkaan Elpiji 3 Kg, Pertamina sudah cek di sana, tidak ada pengurangan kuota, tidak ada truk macet, Tampaknya ada yang nyimpan. Di sisi suplai tidak ada kendala,&quot; kata Wirat di Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (20/2/2015).

Dari hasil penelusuran, Wirat mengungkapkan bahwa penimbunan yang dilakukan para oknum, lantaran di pihak distributor tidak ditemukan kendala-kendala penyimpanan atau gangguan pendistribusian.

Oleh karena itu, sambung Wirat, pemerintah tengah mengkaji sistem tertutup dan juga dengan melalui kartu dalam melakukan pendistribusian gas Elpiji 3 kg. &quot;Kartu kita lagi gali opsi yang mana duluan, lokasinya di mana, jadi begitu ya,&quot; tutupnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
