<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ahok Urus Dua Singapura di Siang Hari</title><description>Salah satu masalah krusia di Jakarta adalah pesatnya penambahan jumlah penduduk.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2015/02/21/470/1108662/ahok-urus-dua-singapura-di-siang-hari</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2015/02/21/470/1108662/ahok-urus-dua-singapura-di-siang-hari"/><item><title>Ahok Urus Dua Singapura di Siang Hari</title><link>https://economy.okezone.com/read/2015/02/21/470/1108662/ahok-urus-dua-singapura-di-siang-hari</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2015/02/21/470/1108662/ahok-urus-dua-singapura-di-siang-hari</guid><pubDate>Sabtu 21 Februari 2015 12:06 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/02/21/470/1108662/ahok-urus-dua-singapura-di-siang-hari-l32bqlA1hy.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ahok Urus Dua Singapura di Siang Hari. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/02/21/470/1108662/ahok-urus-dua-singapura-di-siang-hari-l32bqlA1hy.jpg</image><title>Ahok Urus Dua Singapura di Siang Hari. (Foto: Okezone)</title></images><description>
JAKARTA - Permasalahan dalam membangun kota Jakarta cukup banyak. Salah satu yang paling krusial adalah pesatnya penambahan jumlah penduduk.
&quot;Penduduk Jakarta itu kalau malam 10 juta orang, tapi kalau siang itu 12 juta orang. Kalau siang itu, ibaratnya Pak Ahok (Gubernur DKI) mengurus dua Singapura dalam hal jumlah penduduk,&quot; ucap Ketua DPD REI Jakarta Amran Nukman saat diskusi Ayo Membangun Jakarta di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Sabtu (21/2/2015).
Amran menambahkan, tidak hanya itu, masalah yang belum dapat diselesaikan adalah macet dan banjir. Masalah klasik ini dikarenakan tidak adanya sinergi antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dengan stakeholder terkait.
&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2015/02/10/18455/115149_medium.jpg&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
&quot;Ada pendapat juga, Pemprov DKI Jakarta pada khususnya, kalau buat kebijakan itu melakukan olahan sendiri di dapurnya tanpa melibatkan stakeholder lainnya,&quot; jelasnya.
Diakui Amran, padahal banyak stakeholder yang dapat diajak untuk mengambil kebijakan terkait pembangunan kota Jakarta, salah satunya tata ruang dan infrastruktur.
&quot;Untuk itu, kami mengajak diskusi apa permasalahan yang ada,&quot; tukasnya.
Diskusi ini pun dihadiri oleh Hermanto Dardak (Plt Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah Kemenpupr/Presiden EAROPH), Her Pramtama (Ketua Kehormatan IAI DKI Jakarta), Hari Ganie (IAP), Lukman Purnomosidi (Ketua Kehormatan REI) dan Bambang Susantono (Ketua MTI).
</description><content:encoded>
JAKARTA - Permasalahan dalam membangun kota Jakarta cukup banyak. Salah satu yang paling krusial adalah pesatnya penambahan jumlah penduduk.
&quot;Penduduk Jakarta itu kalau malam 10 juta orang, tapi kalau siang itu 12 juta orang. Kalau siang itu, ibaratnya Pak Ahok (Gubernur DKI) mengurus dua Singapura dalam hal jumlah penduduk,&quot; ucap Ketua DPD REI Jakarta Amran Nukman saat diskusi Ayo Membangun Jakarta di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Sabtu (21/2/2015).
Amran menambahkan, tidak hanya itu, masalah yang belum dapat diselesaikan adalah macet dan banjir. Masalah klasik ini dikarenakan tidak adanya sinergi antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dengan stakeholder terkait.
&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2015/02/10/18455/115149_medium.jpg&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
&quot;Ada pendapat juga, Pemprov DKI Jakarta pada khususnya, kalau buat kebijakan itu melakukan olahan sendiri di dapurnya tanpa melibatkan stakeholder lainnya,&quot; jelasnya.
Diakui Amran, padahal banyak stakeholder yang dapat diajak untuk mengambil kebijakan terkait pembangunan kota Jakarta, salah satunya tata ruang dan infrastruktur.
&quot;Untuk itu, kami mengajak diskusi apa permasalahan yang ada,&quot; tukasnya.
Diskusi ini pun dihadiri oleh Hermanto Dardak (Plt Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah Kemenpupr/Presiden EAROPH), Her Pramtama (Ketua Kehormatan IAI DKI Jakarta), Hari Ganie (IAP), Lukman Purnomosidi (Ketua Kehormatan REI) dan Bambang Susantono (Ketua MTI).
</content:encoded></item></channel></rss>
