<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Meroket, Hipmi Turun Tangan Investasi Sektor Beras</title><description>Harga beras yang melambung memicu dunia usaha yang terganung dalam Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) turun tangan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2015/02/24/320/1110021/harga-meroket-hipmi-turun-tangan-investasi-sektor-beras</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2015/02/24/320/1110021/harga-meroket-hipmi-turun-tangan-investasi-sektor-beras"/><item><title>Harga Meroket, Hipmi Turun Tangan Investasi Sektor Beras</title><link>https://economy.okezone.com/read/2015/02/24/320/1110021/harga-meroket-hipmi-turun-tangan-investasi-sektor-beras</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2015/02/24/320/1110021/harga-meroket-hipmi-turun-tangan-investasi-sektor-beras</guid><pubDate>Selasa 24 Februari 2015 17:30 WIB</pubDate><dc:creator>Kurniasih Miftakhul Jannah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/02/24/320/1110021/harga-meroket-hipmi-turun-tangan-investasi-sektor-beras-F1Ctc2bZ94.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/02/24/320/1110021/harga-meroket-hipmi-turun-tangan-investasi-sektor-beras-F1Ctc2bZ94.jpg</image><title>Ilustrasi: Okezone</title></images><description>JAKARTA &amp;mdash; Harga beras yang melambung memicu dunia usaha yang terganung dalam Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) turun tangan. Para anggotanya didorong untuk berinvestasi dan meningkatkan produksi beras. 

&amp;ldquo;Kita akan dorong anggota kita untuk masuk di beras. Solusinya harus ada investasi dan industrialisasi beras,&amp;rdquo; ujar Ketua Umum Hipmi terpilih Bahlil Lahadahlia dalam keterangan tertulis, Selasa (24/2/2015).

Lebih lanjut dia mengatakan ada ketidakseimbangan antara supply dan demand beras di Tanah Air. Demand-nya meningkat tajam, katanya, sementara dari sisi supply kita sangat sedikit.
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2014/06/14/15053/94743_medium.jpg&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Bahlil mengatakan, krisis beras, bila tak dapat diatasi secara sistematis akan terulang lagi ke depan. Pasalnya, faktor demografi luput dari analisa para pakar dan pengambil kebijakan selama ini.

&amp;ldquo;Ini tidak hanya urusan ada mafia atau tidak, ada fakta lain dari sisi demografi yang berkembang saat ini yang luput dari pandangan kita,&amp;rdquo; kata Bahlil.

Di sisi lain, ujar Bahlil lahan pertanian semakin sempit dan infrastruktur irigasi terbengkalai. Hal ini membuat para petani tidak tertarik lagi memanfaatkan lahannya untuk menanam padi.

&amp;ldquo;Sebab itu kita butuh modal yang besar serta investasi agar industri yang membuka lahan-lahan baru untuk persawahan. Kita harus membantu petani yang kapasitas dan modalnya sangat kecil,&amp;rdquo; pungkas Bahlil.
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;mdash; Harga beras yang melambung memicu dunia usaha yang terganung dalam Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) turun tangan. Para anggotanya didorong untuk berinvestasi dan meningkatkan produksi beras. 

&amp;ldquo;Kita akan dorong anggota kita untuk masuk di beras. Solusinya harus ada investasi dan industrialisasi beras,&amp;rdquo; ujar Ketua Umum Hipmi terpilih Bahlil Lahadahlia dalam keterangan tertulis, Selasa (24/2/2015).

Lebih lanjut dia mengatakan ada ketidakseimbangan antara supply dan demand beras di Tanah Air. Demand-nya meningkat tajam, katanya, sementara dari sisi supply kita sangat sedikit.
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2014/06/14/15053/94743_medium.jpg&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Bahlil mengatakan, krisis beras, bila tak dapat diatasi secara sistematis akan terulang lagi ke depan. Pasalnya, faktor demografi luput dari analisa para pakar dan pengambil kebijakan selama ini.

&amp;ldquo;Ini tidak hanya urusan ada mafia atau tidak, ada fakta lain dari sisi demografi yang berkembang saat ini yang luput dari pandangan kita,&amp;rdquo; kata Bahlil.

Di sisi lain, ujar Bahlil lahan pertanian semakin sempit dan infrastruktur irigasi terbengkalai. Hal ini membuat para petani tidak tertarik lagi memanfaatkan lahannya untuk menanam padi.

&amp;ldquo;Sebab itu kita butuh modal yang besar serta investasi agar industri yang membuka lahan-lahan baru untuk persawahan. Kita harus membantu petani yang kapasitas dan modalnya sangat kecil,&amp;rdquo; pungkas Bahlil.
</content:encoded></item></channel></rss>
