<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>&quot;Pak Jokowi Gimana Ini? TDL &amp; Gas Naik, Sekarang Giliran Beras&quot;</title><description>Kenaikan harga beras di kisaran 20-30 persen ini, dikeluhkan sejumlah ibu-ibu di Pasar Keramat Jati.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2015/02/25/320/1110393/pak-jokowi-gimana-ini-tdl-gas-naik-sekarang-giliran-beras</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2015/02/25/320/1110393/pak-jokowi-gimana-ini-tdl-gas-naik-sekarang-giliran-beras"/><item><title>&quot;Pak Jokowi Gimana Ini? TDL &amp; Gas Naik, Sekarang Giliran Beras&quot;</title><link>https://economy.okezone.com/read/2015/02/25/320/1110393/pak-jokowi-gimana-ini-tdl-gas-naik-sekarang-giliran-beras</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2015/02/25/320/1110393/pak-jokowi-gimana-ini-tdl-gas-naik-sekarang-giliran-beras</guid><pubDate>Rabu 25 Februari 2015 13:13 WIB</pubDate><dc:creator>Meutia Febrina Anugrah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/02/25/320/1110393/konsumen-keluhkan-mahalnya-harga-beras-7QATOpLV0C.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi beras. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/02/25/320/1110393/konsumen-keluhkan-mahalnya-harga-beras-7QATOpLV0C.jpg</image><title>Ilustrasi beras. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Rakyat Indonesia kian terbeban dengan naiknya harga beras di pasaran. Kenaikan harga beras di kisaran 20-30 persen ini, dikeluhkan sejumlah ibu-ibu di Pasar Keramat Jati, Jakarta Timur.


&quot;Aduh saya pusing. Sudah listrik (naik), kemarin gas Elpiji, sekarang beras. Bagaimana ini pak Jokowi?,&quot; kata salah seorang ibu-ibu, Rinah, kepada Okezone di Pasar Kramat Jati, Rabu (25/2/2015).
Menurut Rinah, kenaikan harga beras ini berdampak sangat signifikan pada pengeluarannya. Karena, beras merupakan makanan pokok yang memang wajib dibeli. &quot;Ya mau bagaimana, kalau enggak dibeli nanti anak-anak sama suami makan apa. Dipas-pasins aja sekarang,&quot; keluhnya.
Ibu-ibu lainnya, Shinta, pun juga berkata demikian. Dirinya juga mengaku sangat keteteran mengakali bagaimana agar uang belanja hari-hari dari suaminya bisa mencukupi. &quot;Sekarang harus pintar-pintar mengakali uang belanja. Beras naik, ini naik, itu naik. BBM saja yang turun,&quot; katanya.
Karenanya, dia berharap agar Presiden Jokowi mampu menyelesaikan permasalahan ini. Agar harga beras dan harga-harga lainnya menjadi lebih stabil di pasaran dan tidak membuat rakyat kecil sepertinya makin menjerit.
</description><content:encoded>JAKARTA - Rakyat Indonesia kian terbeban dengan naiknya harga beras di pasaran. Kenaikan harga beras di kisaran 20-30 persen ini, dikeluhkan sejumlah ibu-ibu di Pasar Keramat Jati, Jakarta Timur.


&quot;Aduh saya pusing. Sudah listrik (naik), kemarin gas Elpiji, sekarang beras. Bagaimana ini pak Jokowi?,&quot; kata salah seorang ibu-ibu, Rinah, kepada Okezone di Pasar Kramat Jati, Rabu (25/2/2015).
Menurut Rinah, kenaikan harga beras ini berdampak sangat signifikan pada pengeluarannya. Karena, beras merupakan makanan pokok yang memang wajib dibeli. &quot;Ya mau bagaimana, kalau enggak dibeli nanti anak-anak sama suami makan apa. Dipas-pasins aja sekarang,&quot; keluhnya.
Ibu-ibu lainnya, Shinta, pun juga berkata demikian. Dirinya juga mengaku sangat keteteran mengakali bagaimana agar uang belanja hari-hari dari suaminya bisa mencukupi. &quot;Sekarang harus pintar-pintar mengakali uang belanja. Beras naik, ini naik, itu naik. BBM saja yang turun,&quot; katanya.
Karenanya, dia berharap agar Presiden Jokowi mampu menyelesaikan permasalahan ini. Agar harga beras dan harga-harga lainnya menjadi lebih stabil di pasaran dan tidak membuat rakyat kecil sepertinya makin menjerit.
</content:encoded></item></channel></rss>
