<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kemendag Keluhkan Minimnya Anggaran Promosi</title><description>Kemendag menyatakan anggaran yang diberlakukan bagi kegiatan promosi perdagangan nasional masih tergolong rendah.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2015/02/25/320/1110486/kemendag-keluhkan-minimnya-anggaran-promosi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2015/02/25/320/1110486/kemendag-keluhkan-minimnya-anggaran-promosi"/><item><title>Kemendag Keluhkan Minimnya Anggaran Promosi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2015/02/25/320/1110486/kemendag-keluhkan-minimnya-anggaran-promosi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2015/02/25/320/1110486/kemendag-keluhkan-minimnya-anggaran-promosi</guid><pubDate>Rabu 25 Februari 2015 15:45 WIB</pubDate><dc:creator>Prabawati Sriningrum </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/02/25/320/1110486/kemendag-keluhkan-minimnya-anggaran-promosi-jmoJPAe8JO.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Perdagangan Rahmat Gobel. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/02/25/320/1110486/kemendag-keluhkan-minimnya-anggaran-promosi-jmoJPAe8JO.jpg</image><title>Menteri Perdagangan Rahmat Gobel. (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyatakan anggaran yang diberlakukan bagi kegiatan promosi perdagangan nasional masih tergolong rendah. Oleh karena itu, pengalokasian promosi dagang dalam negeri mengalami penurunan sekira 5 persen dibandingkan tahun lalu.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kemendag Nus Nuzulia Ishak mengatakan,bila anggaran promosi untuk Dirjen PEN saat ini hanya sekira Rp 50 miliar. Sehingga, membuat pihak PEN harus memaksimalkan secara baik budget itu guna menjalankan peranannya.

&quot;Anggaran promosi Rp 50 miliar, sangat kurang dibandingkan dengan  materi promosi yang dianggarkan oleh negara Malaysia sekitar Rp 800 miliar. Kita coba efisiensikan dan optimalkan dana-dana yang ada,&quot; ujar Nus di Jakarta, Rabu (25/2/2015).

Padahal, bila ditinjau lebih dalam dana tersebut terbilang kurang untuk menunjang kegiatan promosi. Apalagi, pada 2015 ini Kemendag melalui PEN menargetkan 161 titik promosi berbeda dengan tahun lalu yang hingga mencapai 185 titik.

&quot;Total anggaran PEN kini Rp 280 miliar kami mintanya Rp 800 miliar. Kalau Kementerian Perdagangan Dalam Negeri (Kemendagri) malah bisa dianggarkan triliunan rupiah,&quot; imbuh dia.
</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyatakan anggaran yang diberlakukan bagi kegiatan promosi perdagangan nasional masih tergolong rendah. Oleh karena itu, pengalokasian promosi dagang dalam negeri mengalami penurunan sekira 5 persen dibandingkan tahun lalu.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kemendag Nus Nuzulia Ishak mengatakan,bila anggaran promosi untuk Dirjen PEN saat ini hanya sekira Rp 50 miliar. Sehingga, membuat pihak PEN harus memaksimalkan secara baik budget itu guna menjalankan peranannya.

&quot;Anggaran promosi Rp 50 miliar, sangat kurang dibandingkan dengan  materi promosi yang dianggarkan oleh negara Malaysia sekitar Rp 800 miliar. Kita coba efisiensikan dan optimalkan dana-dana yang ada,&quot; ujar Nus di Jakarta, Rabu (25/2/2015).

Padahal, bila ditinjau lebih dalam dana tersebut terbilang kurang untuk menunjang kegiatan promosi. Apalagi, pada 2015 ini Kemendag melalui PEN menargetkan 161 titik promosi berbeda dengan tahun lalu yang hingga mencapai 185 titik.

&quot;Total anggaran PEN kini Rp 280 miliar kami mintanya Rp 800 miliar. Kalau Kementerian Perdagangan Dalam Negeri (Kemendagri) malah bisa dianggarkan triliunan rupiah,&quot; imbuh dia.
</content:encoded></item></channel></rss>
