<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menko Sofyan: Pengawasan Distribusi Elpiji 3 Kg Lemah!</title><description>Menko bidang Perekonomian Sofyan Djalil mengakui  kelangkaan dan melonjaknya harga gas Elpiji 3 kg karena masih  lemahnya pengawasan</description><link>https://economy.okezone.com/read/2015/02/27/19/1111442/menko-sofyan-pengawasan-distribusi-elpiji-3-kg-lemah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2015/02/27/19/1111442/menko-sofyan-pengawasan-distribusi-elpiji-3-kg-lemah"/><item><title>Menko Sofyan: Pengawasan Distribusi Elpiji 3 Kg Lemah!</title><link>https://economy.okezone.com/read/2015/02/27/19/1111442/menko-sofyan-pengawasan-distribusi-elpiji-3-kg-lemah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2015/02/27/19/1111442/menko-sofyan-pengawasan-distribusi-elpiji-3-kg-lemah</guid><pubDate>Jum'at 27 Februari 2015 13:28 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/02/27/19/1111442/menko-sofyan-pengawasan-distribusi-elpiji-3-kg-lemah-xGuWod0qEP.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/02/27/19/1111442/menko-sofyan-pengawasan-distribusi-elpiji-3-kg-lemah-xGuWod0qEP.jpg</image><title>Ilustrasi: Okezone</title></images><description>JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Perekonomian Sofyan Djalil mengakui kelangkaan dan melonjaknya harga gas Elpiji 3 kilogram (kg) karena masih lemahnya pengawasan.

Padahal menurut Peraturan Menteri ESDM, distribusi gas Elpiji 3 kg dilakukan secara tertutup. Namun pada kenyataannya, setiap masyarakat dapat membeli gas melon tersebut.

&quot;Makanya itu mungkin selama ini kurang kontrol,&quot; ucap Sofyan di Istana Negara, Jakarta, Jumat (27/2/2015).
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2012/06/11/5982/36415_medium.jpg&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Sofyan pun mendukung cara Pertamina yang melakukan tindakan tegas terhadap agen-agen gas Elpiji yang nakal, yang sengaja menimbun.

&quot;Sekarang Pertamina mengambil tindakan yang paling keras karena kita tahu siapa distributornya, siapa agennya dan mereka telah mengambil tindakan dan mereka harus umumkan supaya mereka kapok, jangan berikan kesempatan bisnis,&quot; tegasnya.

Diakui Sofyan, dengan distribusi gas Elpiji 3 kg secara tertutup akan mudah mengontrolnya dan langsung tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkannya.

&quot;Itu kan lebih mudah dikontrol lain karena distribusi tertutup beda dengan beras kalau beras kita suplai saja langsung ke pasar,&quot; jelasnya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Perekonomian Sofyan Djalil mengakui kelangkaan dan melonjaknya harga gas Elpiji 3 kilogram (kg) karena masih lemahnya pengawasan.

Padahal menurut Peraturan Menteri ESDM, distribusi gas Elpiji 3 kg dilakukan secara tertutup. Namun pada kenyataannya, setiap masyarakat dapat membeli gas melon tersebut.

&quot;Makanya itu mungkin selama ini kurang kontrol,&quot; ucap Sofyan di Istana Negara, Jakarta, Jumat (27/2/2015).
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2012/06/11/5982/36415_medium.jpg&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Sofyan pun mendukung cara Pertamina yang melakukan tindakan tegas terhadap agen-agen gas Elpiji yang nakal, yang sengaja menimbun.

&quot;Sekarang Pertamina mengambil tindakan yang paling keras karena kita tahu siapa distributornya, siapa agennya dan mereka telah mengambil tindakan dan mereka harus umumkan supaya mereka kapok, jangan berikan kesempatan bisnis,&quot; tegasnya.

Diakui Sofyan, dengan distribusi gas Elpiji 3 kg secara tertutup akan mudah mengontrolnya dan langsung tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkannya.

&quot;Itu kan lebih mudah dikontrol lain karena distribusi tertutup beda dengan beras kalau beras kita suplai saja langsung ke pasar,&quot; jelasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
