<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jokowi Utang ke Bank Dunia untuk Bangun Infrastruktur</title><description>Presiden akan melakukan peminjaman utang luar negeri kepada bank dunia (world bank) untuk mendanai beberapa proyek infrastruktur.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2015/02/27/20/1111394/jokowi-utang-ke-bank-dunia-untuk-bangun-infrastruktur</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2015/02/27/20/1111394/jokowi-utang-ke-bank-dunia-untuk-bangun-infrastruktur"/><item><title>Jokowi Utang ke Bank Dunia untuk Bangun Infrastruktur</title><link>https://economy.okezone.com/read/2015/02/27/20/1111394/jokowi-utang-ke-bank-dunia-untuk-bangun-infrastruktur</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2015/02/27/20/1111394/jokowi-utang-ke-bank-dunia-untuk-bangun-infrastruktur</guid><pubDate>Jum'at 27 Februari 2015 11:35 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/02/27/20/1111394/jokowi-utang-kepada-lembaga-sri-mulyani-untuk-infrastruktur-nIptOqRXAr.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Joko Widodo (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/02/27/20/1111394/jokowi-utang-kepada-lembaga-sri-mulyani-untuk-infrastruktur-nIptOqRXAr.jpg</image><title>Presiden Joko Widodo (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan melakukan peminjaman utang luar negeri kepada bank dunia (World Bank) untuk mendanai beberapa proyek infrastruktur strategis. Hal ini dibenarkan Menteri Koordinator bidang Perekonomian Sofyan Djalil.


&quot;Iya untuk infrastruktur, kita gunakan sebanyak mungkin dana-dana pinjaman lunak, dari bank dunia, dari ADB, dari JICA dari China untuk pinjaman-pinjaman konsesi,&quot; ucap Sofyan di Istana Negara, Jakarta, Jumat (26/2/2015).
&amp;nbsp;
Namun, Sofyan tidak merinci berapa besaran jumlah pinjaman tersebut. Sofyan hanya mengungkapkan, pinjaman dari sejumlah lembaga keuangan dunia tersebut, diajukan dengan jumlah sebanyak-banyaknya.
&quot;Wow, sebanyak mungkin, enggak ada masalah,&quot; kata Sofyan.
Menurut Sofyan, dengan meminjam utang dari World Bank akan lebih murah dalam segi bunganya, daripada meminjam di pasar global yang bunganya mencapai 7-8 persen.
&quot;Kalau kita pinjam di World Bank, bunganya cuma 1 persen, maksimum 2 persen. Ya tentu pinjamannya kredit Bank Dunia dan pinjaman konsesi loan dari negara-negara lain seperti Jepang kita gunakan,&quot; jelasnya.
Sofyan mengungkapkan, dalam peminjaman utang luar negeri ini akan dihitung sesuai besaran proyek infrastruktur yang akan dibangun. &quot;APBN yang akan datang ini, makanya kita akan bicara proyek-proyek mana saja yang dapat dana tersebut,&quot; tukasnya.(rzk)
</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan melakukan peminjaman utang luar negeri kepada bank dunia (World Bank) untuk mendanai beberapa proyek infrastruktur strategis. Hal ini dibenarkan Menteri Koordinator bidang Perekonomian Sofyan Djalil.


&quot;Iya untuk infrastruktur, kita gunakan sebanyak mungkin dana-dana pinjaman lunak, dari bank dunia, dari ADB, dari JICA dari China untuk pinjaman-pinjaman konsesi,&quot; ucap Sofyan di Istana Negara, Jakarta, Jumat (26/2/2015).
&amp;nbsp;
Namun, Sofyan tidak merinci berapa besaran jumlah pinjaman tersebut. Sofyan hanya mengungkapkan, pinjaman dari sejumlah lembaga keuangan dunia tersebut, diajukan dengan jumlah sebanyak-banyaknya.
&quot;Wow, sebanyak mungkin, enggak ada masalah,&quot; kata Sofyan.
Menurut Sofyan, dengan meminjam utang dari World Bank akan lebih murah dalam segi bunganya, daripada meminjam di pasar global yang bunganya mencapai 7-8 persen.
&quot;Kalau kita pinjam di World Bank, bunganya cuma 1 persen, maksimum 2 persen. Ya tentu pinjamannya kredit Bank Dunia dan pinjaman konsesi loan dari negara-negara lain seperti Jepang kita gunakan,&quot; jelasnya.
Sofyan mengungkapkan, dalam peminjaman utang luar negeri ini akan dihitung sesuai besaran proyek infrastruktur yang akan dibangun. &quot;APBN yang akan datang ini, makanya kita akan bicara proyek-proyek mana saja yang dapat dana tersebut,&quot; tukasnya.(rzk)
</content:encoded></item></channel></rss>
