<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pelemahan Rupiah Semakin Mendekati Level Rp12.900</title><description>Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka kembali mengalami pelemahan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2015/02/27/278/1111340/pelemahan-rupiah-semakin-mendekati-level-rp12-900</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2015/02/27/278/1111340/pelemahan-rupiah-semakin-mendekati-level-rp12-900"/><item><title>Pelemahan Rupiah Semakin Mendekati Level Rp12.900</title><link>https://economy.okezone.com/read/2015/02/27/278/1111340/pelemahan-rupiah-semakin-mendekati-level-rp12-900</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2015/02/27/278/1111340/pelemahan-rupiah-semakin-mendekati-level-rp12-900</guid><pubDate>Jum'at 27 Februari 2015 09:27 WIB</pubDate><dc:creator>Martin Bagya Kertiyasa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/02/27/278/1111340/pelemahan-rupiah-semakin-mendekati-level-rp12-900-674e3PTG4G.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Rupiah. (Foto: Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/02/27/278/1111340/pelemahan-rupiah-semakin-mendekati-level-rp12-900-674e3PTG4G.jpg</image><title>Ilustrasi Rupiah. (Foto: Antara)</title></images><description>JAKARTA - Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka kembali mengalami pelemahan. Meski demikian, Rupiah masih belum menembus level Rp12.900 per USD.

Melansir Bloomberg Dollar Index, Jumat (27/2/2015), Rupiah pada perdagangan non-delivery forward (NDF) melemah 43 poin atau 0,34 persen ke Rp12.874 per USD. Rupiah pada perdagangan hari ini bergerak di kisaran Rp12.847-Rp12.883 per USD.

Melemahnya Rupiah, tidak terlepas dari penguatan dolar AS terhadap serangkaian mata uang utama, seiring data pemesanan barang tahan lama pada Januari yang lebih baik dari perkiraan. Departemen Perdagangan mencatat pesanan untuk barang-barang tahan lama naik 2,8 persen melampaui ekspektasi sebesar 1,7 persen.

Gubernur Federal Reserve Janet Yellen mengisyaratkan inflasi minggu ini terlalu rendah untuk pengetatan kebijakan, dia mengatakan akan melihat pertumbuhan ekonomi AS kuartal IV.

Dolar AS mengalami penurunan 3,7 persen pada Desember. Dolar AS juga menguat setelah kepala bank Federal Reserve St. Louis James Bullard mengatakan bahwa dolar AS yang kuat memberikan dampak pada kebijakan moneter dan ekonomi AS.

Investor mencoba untuk mengukur kenaikan suku bunga yang diperkirakan akan naik jika inflasi inti stabil, bahkan ketika harga konsumen yang lebih luas turun terbesar sejak 2008.
</description><content:encoded>JAKARTA - Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka kembali mengalami pelemahan. Meski demikian, Rupiah masih belum menembus level Rp12.900 per USD.

Melansir Bloomberg Dollar Index, Jumat (27/2/2015), Rupiah pada perdagangan non-delivery forward (NDF) melemah 43 poin atau 0,34 persen ke Rp12.874 per USD. Rupiah pada perdagangan hari ini bergerak di kisaran Rp12.847-Rp12.883 per USD.

Melemahnya Rupiah, tidak terlepas dari penguatan dolar AS terhadap serangkaian mata uang utama, seiring data pemesanan barang tahan lama pada Januari yang lebih baik dari perkiraan. Departemen Perdagangan mencatat pesanan untuk barang-barang tahan lama naik 2,8 persen melampaui ekspektasi sebesar 1,7 persen.

Gubernur Federal Reserve Janet Yellen mengisyaratkan inflasi minggu ini terlalu rendah untuk pengetatan kebijakan, dia mengatakan akan melihat pertumbuhan ekonomi AS kuartal IV.

Dolar AS mengalami penurunan 3,7 persen pada Desember. Dolar AS juga menguat setelah kepala bank Federal Reserve St. Louis James Bullard mengatakan bahwa dolar AS yang kuat memberikan dampak pada kebijakan moneter dan ekonomi AS.

Investor mencoba untuk mengukur kenaikan suku bunga yang diperkirakan akan naik jika inflasi inti stabil, bahkan ketika harga konsumen yang lebih luas turun terbesar sejak 2008.
</content:encoded></item></channel></rss>
