<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Suzuki Diminta Perkuat Ekspor Moge ke Eropa</title><description>Suzuki dimita melakukan langkah-langkah terobosan dalam meningkatkan  ekspor dengan cara mengembangkan sepeda motor berukuran besar.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2015/02/27/320/1111364/suzuki-diminta-perkuat-ekspor-moge-ke-eropa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2015/02/27/320/1111364/suzuki-diminta-perkuat-ekspor-moge-ke-eropa"/><item><title>Suzuki Diminta Perkuat Ekspor Moge ke Eropa</title><link>https://economy.okezone.com/read/2015/02/27/320/1111364/suzuki-diminta-perkuat-ekspor-moge-ke-eropa</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2015/02/27/320/1111364/suzuki-diminta-perkuat-ekspor-moge-ke-eropa</guid><pubDate>Jum'at 27 Februari 2015 10:43 WIB</pubDate><dc:creator>Prabawati Sriningrum </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/02/27/320/1111364/suzuki-diminta-perkuat-ekspor-moge-ke-eropa-xpJp5P56H9.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi motor Suzuki. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/02/27/320/1111364/suzuki-diminta-perkuat-ekspor-moge-ke-eropa-xpJp5P56H9.jpg</image><title>Ilustrasi motor Suzuki. (Foto: Okezone)</title></images><description>BEKASI - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong PT Suzuki Indomobil Motor melakukan ekspor sepeda motor ke pasar Eropa, Jepang, Oceania serta ASEAN. Hal tersebut dilakukan guna meningkatkan pengembangan ekspor industri otomotif tanah air.

Menteri Perindustrian Saleh Husin mengatakan, untuk dapat menembus pasar Eropa tidaklah mudah. Pasalnya, untuk dapat masuk ke pasar Eropa sebuah produk harus memenuhi standar European Union (EU), yang terbilang memiliki standar kualitas dan keamanan produk yang sangat ketat.

&quot;Kita patut bersyukur bahwa pada hari ini kita dapat menyaksikan produk sepeda motor produksi PT SIM, telah sukses menembus ketatnya persyaratan standar produk tersebut dan sekaligus membuktikan bahwa Indonesia telah mampu memproduksi sepeda motor yang berdaya saing internasional,&quot; papar Saleh di Bekasi, Jumat (27/2/2015).

Saleh yakin Suzuki mampu mengekspor sepeda motor ke Eropa dan negara tujuan ekspor lainnya, dapat semakin menambah kepercayaan pasar internasional terhadap produk automotif khususnya sepeda motor buatan dalam negeri. Karenanya, dia berharap langkah yang dilakukan dapat diikuti oleh produsen sepeda motor lainnya dalam negeri.

&quot;Dalam melakukan terobosan ekspor untuk mengurangi defisit perdagangan Indonesia pada sektor industri automotif secara keseluruhan,&quot; imbuh dia.

Selain itu, dia berharap agar Suzuki terus melakukan langkah-langkah terobosan dalam meningkatkan ekspor dengan cara mengembangkan sepeda motor berukuran besar (250 cc ke atas), sesuai standar kualitas dan keamanan yang dipersyaratkan oleh pasar global terutama negara-negara maju seperti Eropa dan Jepang.

&quot;Secara khusus melalui kesempatan ini, saya mengimbau kepada Suzuki Motor Corporation&amp;ndash;Japan, agar bersama-sama dengan mitra usahanya di Indonesia mulai melakukan investasi pengembangan sepeda motor berukuran besar untuk tujuan ekspor,&quot; jelas dia.

Apalagi Pemerintah Indonesia, memproyeksikan untuk tetap menjaga iklim usaha yang kondusif serta senantiasa memberikan dukungan yang diperlukan agar para pelaku usaha nyaman berinvestasi di Indonesia.

&quot;Akibatnya dari kebijakan pengembangan yang masih berorientasi domestik tersebut adalah produk automotif kita susah masuk ke pasar internasional, maka harus kita arahkan untuk pemenuhan kebutuhan pasar dalam negeri maupun berorientasi ekspor,&quot; tandas dia.

Sekadar informasi, ekspor akan dimulai tahun 2015 dengan volume ekspor sekitar 20.000 unit per tahun dan akan dikembangkan terus hingga volume ekspor mencapai 200.000 unit per tahun pada 2019.
</description><content:encoded>BEKASI - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong PT Suzuki Indomobil Motor melakukan ekspor sepeda motor ke pasar Eropa, Jepang, Oceania serta ASEAN. Hal tersebut dilakukan guna meningkatkan pengembangan ekspor industri otomotif tanah air.

Menteri Perindustrian Saleh Husin mengatakan, untuk dapat menembus pasar Eropa tidaklah mudah. Pasalnya, untuk dapat masuk ke pasar Eropa sebuah produk harus memenuhi standar European Union (EU), yang terbilang memiliki standar kualitas dan keamanan produk yang sangat ketat.

&quot;Kita patut bersyukur bahwa pada hari ini kita dapat menyaksikan produk sepeda motor produksi PT SIM, telah sukses menembus ketatnya persyaratan standar produk tersebut dan sekaligus membuktikan bahwa Indonesia telah mampu memproduksi sepeda motor yang berdaya saing internasional,&quot; papar Saleh di Bekasi, Jumat (27/2/2015).

Saleh yakin Suzuki mampu mengekspor sepeda motor ke Eropa dan negara tujuan ekspor lainnya, dapat semakin menambah kepercayaan pasar internasional terhadap produk automotif khususnya sepeda motor buatan dalam negeri. Karenanya, dia berharap langkah yang dilakukan dapat diikuti oleh produsen sepeda motor lainnya dalam negeri.

&quot;Dalam melakukan terobosan ekspor untuk mengurangi defisit perdagangan Indonesia pada sektor industri automotif secara keseluruhan,&quot; imbuh dia.

Selain itu, dia berharap agar Suzuki terus melakukan langkah-langkah terobosan dalam meningkatkan ekspor dengan cara mengembangkan sepeda motor berukuran besar (250 cc ke atas), sesuai standar kualitas dan keamanan yang dipersyaratkan oleh pasar global terutama negara-negara maju seperti Eropa dan Jepang.

&quot;Secara khusus melalui kesempatan ini, saya mengimbau kepada Suzuki Motor Corporation&amp;ndash;Japan, agar bersama-sama dengan mitra usahanya di Indonesia mulai melakukan investasi pengembangan sepeda motor berukuran besar untuk tujuan ekspor,&quot; jelas dia.

Apalagi Pemerintah Indonesia, memproyeksikan untuk tetap menjaga iklim usaha yang kondusif serta senantiasa memberikan dukungan yang diperlukan agar para pelaku usaha nyaman berinvestasi di Indonesia.

&quot;Akibatnya dari kebijakan pengembangan yang masih berorientasi domestik tersebut adalah produk automotif kita susah masuk ke pasar internasional, maka harus kita arahkan untuk pemenuhan kebutuhan pasar dalam negeri maupun berorientasi ekspor,&quot; tandas dia.

Sekadar informasi, ekspor akan dimulai tahun 2015 dengan volume ekspor sekitar 20.000 unit per tahun dan akan dikembangkan terus hingga volume ekspor mencapai 200.000 unit per tahun pada 2019.
</content:encoded></item></channel></rss>
