<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>KPPU Endus Kartel pada Naiknya Harga Beras</title><description>KPPU melonjaknya harga beras terjadi karena adanya permainan harga (kartel) yang dilakukan beberapa oleh pihak.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2015/02/27/320/1111368/kppu-endus-kartel-pada-naiknya-harga-beras</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2015/02/27/320/1111368/kppu-endus-kartel-pada-naiknya-harga-beras"/><item><title>KPPU Endus Kartel pada Naiknya Harga Beras</title><link>https://economy.okezone.com/read/2015/02/27/320/1111368/kppu-endus-kartel-pada-naiknya-harga-beras</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2015/02/27/320/1111368/kppu-endus-kartel-pada-naiknya-harga-beras</guid><pubDate>Jum'at 27 Februari 2015 10:50 WIB</pubDate><dc:creator>Kurniasih Miftakhul Jannah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/02/27/320/1111368/kppu-endus-kartel-pada-naiknya-harga-beras-fLcKyfUBpl.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi beras. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/02/27/320/1111368/kppu-endus-kartel-pada-naiknya-harga-beras-fLcKyfUBpl.jpg</image><title>Ilustrasi beras. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) melonjaknya harga beras terjadi karena adanya permainan harga (kartel) yang dilakukan beberapa oleh pihak. Namun, belum dapat diketahui pihak-pihak yang bertanggung jawaban dalam masalah tersebut.

Ketua KPPU Nawir Messi mengatakan, meskipun indikasi yang ada menyatakan bahwa lonjakan harga disebabkan gagal panen, namun tidak menutup kemungkinan ada oknum yang telah memanfaatkan kesempatan ini.

&quot;Kita tidak mengesampingkan adanya kemungkinan itu (kartel beras) bahwa sejumlah pihak mengambil untung dari kesempatan ini, tapi kita juga harus lihat fakta yang berkembang di lapangan,&quot; katanya kepada Okezone, Jumat (27/2/2015).

Dia mengatakan temuan yang ada di lapangan seperti musim panen yang terlambat menyebabkan suplai tidak berjalan dengan normal dan lonjakan harga mulai terjadi. Selain itu, juga terjadi gagal panen yang diakibatkan oleh hama dan tikus.

&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2014/12/15/17627/109830_medium.jpg&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;

Menurutnya, temuan ini terungkap oleh tim KPPU yang rajin memantau lapangan. Meskipun begitu pihaknya kembali menegaskan bahwa tidak menutup kemungkinan ada oknum yang melakukan kartel beras.

&quot;KPPU tidak menutup kemungkinan adanya pihak yang memanfaatkan situasi ini, tim belum laporkan adanya indikasi itu (kartel beras), kalau doanya mudah-mudahan enggak ada dan ini hanya karena panen lambat,&quot; tukasnya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) melonjaknya harga beras terjadi karena adanya permainan harga (kartel) yang dilakukan beberapa oleh pihak. Namun, belum dapat diketahui pihak-pihak yang bertanggung jawaban dalam masalah tersebut.

Ketua KPPU Nawir Messi mengatakan, meskipun indikasi yang ada menyatakan bahwa lonjakan harga disebabkan gagal panen, namun tidak menutup kemungkinan ada oknum yang telah memanfaatkan kesempatan ini.

&quot;Kita tidak mengesampingkan adanya kemungkinan itu (kartel beras) bahwa sejumlah pihak mengambil untung dari kesempatan ini, tapi kita juga harus lihat fakta yang berkembang di lapangan,&quot; katanya kepada Okezone, Jumat (27/2/2015).

Dia mengatakan temuan yang ada di lapangan seperti musim panen yang terlambat menyebabkan suplai tidak berjalan dengan normal dan lonjakan harga mulai terjadi. Selain itu, juga terjadi gagal panen yang diakibatkan oleh hama dan tikus.

&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2014/12/15/17627/109830_medium.jpg&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;

Menurutnya, temuan ini terungkap oleh tim KPPU yang rajin memantau lapangan. Meskipun begitu pihaknya kembali menegaskan bahwa tidak menutup kemungkinan ada oknum yang melakukan kartel beras.

&quot;KPPU tidak menutup kemungkinan adanya pihak yang memanfaatkan situasi ini, tim belum laporkan adanya indikasi itu (kartel beras), kalau doanya mudah-mudahan enggak ada dan ini hanya karena panen lambat,&quot; tukasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
