<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mentan Akui Keanehan Mahalnya Harga Beras</title><description>Mentan Amran Sulaiman mengakui, melonjaknya harga beras memang cukup aneh. Seharusnya harga beras di kisaran Rp7.000 per kg.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2015/02/27/320/1111648/mentan-akui-keanehan-mahalnya-harga-beras</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2015/02/27/320/1111648/mentan-akui-keanehan-mahalnya-harga-beras"/><item><title>Mentan Akui Keanehan Mahalnya Harga Beras</title><link>https://economy.okezone.com/read/2015/02/27/320/1111648/mentan-akui-keanehan-mahalnya-harga-beras</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2015/02/27/320/1111648/mentan-akui-keanehan-mahalnya-harga-beras</guid><pubDate>Jum'at 27 Februari 2015 18:41 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/02/27/320/1111648/mentan-akui-keanehan-mahalnya-harga-beras-G11sKeR07n.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Beras Bulog. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/02/27/320/1111648/mentan-akui-keanehan-mahalnya-harga-beras-G11sKeR07n.jpg</image><title>Beras Bulog. (Foto: Okezone)</title></images><description>
JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) mengakui, melonjaknya harga beras memang cukup aneh. Pasalnya, dengan harga gabah kering petani (GKP) yang saat ini mencapai Rp4.500 per kg, seharusnya harga beras di kisaran Rp7.000 per kg.
&quot;Kan harga gabah itu Rp4.500 per kg, mestinya itu normal harga beras Rp7.000 per kg. Kan itu harga beras itu 30 persen dari harga gabah,&quot; ucap Menteri Pertanian Amran Sulaiman di Istana Negara, Jakarta, Jumat (27/2/2015).
Menurut Amran, kondisi melonjaknya harga beras memang disinyalir ada yang mempermainkan suplai, sehingga harganya mahal. Namun, dirinya tidak menyebut hal tersebut karena adanya mafia beras.
&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;http://video.okezone.com/embed/MjAxNS8wMi8yNy8yMi81OTYxMi80MDgzNjUxODU5MDAx&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;
&quot;Ya artinya kemungkinan itu ada, tapi saya enggak tahu (mafia beras),&quot; imbuhnya.
Seperti diketahui, belakangan ini harga beras hingga Rp10.000-Rp12.000 per kilo gram (kg). Menyikapi hal ini, Presiden Joko Widodo bersama Menteri Perdagangan Rachmat Gobel dan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, pun telah melakukan inspeksi ke gudang Bulog.


</description><content:encoded>
JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) mengakui, melonjaknya harga beras memang cukup aneh. Pasalnya, dengan harga gabah kering petani (GKP) yang saat ini mencapai Rp4.500 per kg, seharusnya harga beras di kisaran Rp7.000 per kg.
&quot;Kan harga gabah itu Rp4.500 per kg, mestinya itu normal harga beras Rp7.000 per kg. Kan itu harga beras itu 30 persen dari harga gabah,&quot; ucap Menteri Pertanian Amran Sulaiman di Istana Negara, Jakarta, Jumat (27/2/2015).
Menurut Amran, kondisi melonjaknya harga beras memang disinyalir ada yang mempermainkan suplai, sehingga harganya mahal. Namun, dirinya tidak menyebut hal tersebut karena adanya mafia beras.
&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;http://video.okezone.com/embed/MjAxNS8wMi8yNy8yMi81OTYxMi80MDgzNjUxODU5MDAx&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;
&quot;Ya artinya kemungkinan itu ada, tapi saya enggak tahu (mafia beras),&quot; imbuhnya.
Seperti diketahui, belakangan ini harga beras hingga Rp10.000-Rp12.000 per kilo gram (kg). Menyikapi hal ini, Presiden Joko Widodo bersama Menteri Perdagangan Rachmat Gobel dan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, pun telah melakukan inspeksi ke gudang Bulog.


</content:encoded></item></channel></rss>
