<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Brantas Abipraya Gunakan Obligasi untuk Bayar Utang</title><description>16,67 persen atau sekira Rp50 miliar dari total nilai obligasi tersebut, akan dimanfaatkan untuk pembiayaan kembali atas pinjaman bank.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2015/03/03/278/1113112/brantas-abipraya-gunakan-obligasi-untuk-bayar-utang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2015/03/03/278/1113112/brantas-abipraya-gunakan-obligasi-untuk-bayar-utang"/><item><title>Brantas Abipraya Gunakan Obligasi untuk Bayar Utang</title><link>https://economy.okezone.com/read/2015/03/03/278/1113112/brantas-abipraya-gunakan-obligasi-untuk-bayar-utang</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2015/03/03/278/1113112/brantas-abipraya-gunakan-obligasi-untuk-bayar-utang</guid><pubDate>Selasa 03 Maret 2015 16:18 WIB</pubDate><dc:creator>Prabawati Sriningrum </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/03/03/278/1113112/brantas-abipraya-gunakan-obligasi-untuk-bayar-utang-CR1eUcUGkU.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi dana obligasi. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/03/03/278/1113112/brantas-abipraya-gunakan-obligasi-untuk-bayar-utang-CR1eUcUGkU.jpg</image><title>Ilustrasi dana obligasi. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - PT Brantas Abipraya (Persero) berencana mempertahankan rasio pinjaman terhadap ekuitas (debt to equity ratio/DER). Dengan demikian, diperkirakan pada tahun penutupan buku 2014 diperkirakan DER perusahaan berada di level 3,19 kali.


Direktur Brantas Adipraya Sudi Wantoko mengatakan, perseroan akan menerbitkan surat utang (obligasi) senilai Rp300 miliar. Menurutnya, sekira 16,67 persen atau sekira Rp50 miliar dari total nilai obligasi tersebut, akan dimanfaatkan untuk refinancing atau pembiayaan kembali atas pinjaman bank.
&quot;Salah satu alasan emisi obligasi ini untuk memperbaiki struktur financial perusahaan. Selama ini dalam ekspansi usahanya, anak usaha kami ambil dana dari modal kerja (working capital) perseroan. Itu lumayan mengganggu dana perusahaan, makannya kami emisi obligasi,&quot; ungkap Sudi di Jakarta, Selasa (3/2/2015).
Lebih lanjut Sudi menjelaskan, perseroan memiliki utang di beberapa Bank meliputi Bank Mandiri, BRI dan Bank DBS. Di sisi lain tiga tahun terakhir, DER perseroan tersebut berhasil ditekan menjadi 3,19 kali di 2014, berbeda dengan tahun sebelumnya yang mencapai 3,55 kali di 2013, dan sedangkan terhitung 3,24 kali di 2012.
&quot;Kami emisi obligasi untuk mempertahankan DER kita supaya tidak jatuh. Kami punya utang bank di Bank Mandiri, BRI, dan DBS. Dalam pelunasan utang itu, nanti kami ambil porsinya masing-masing,&quot; pungkas dia.
</description><content:encoded>JAKARTA - PT Brantas Abipraya (Persero) berencana mempertahankan rasio pinjaman terhadap ekuitas (debt to equity ratio/DER). Dengan demikian, diperkirakan pada tahun penutupan buku 2014 diperkirakan DER perusahaan berada di level 3,19 kali.


Direktur Brantas Adipraya Sudi Wantoko mengatakan, perseroan akan menerbitkan surat utang (obligasi) senilai Rp300 miliar. Menurutnya, sekira 16,67 persen atau sekira Rp50 miliar dari total nilai obligasi tersebut, akan dimanfaatkan untuk refinancing atau pembiayaan kembali atas pinjaman bank.
&quot;Salah satu alasan emisi obligasi ini untuk memperbaiki struktur financial perusahaan. Selama ini dalam ekspansi usahanya, anak usaha kami ambil dana dari modal kerja (working capital) perseroan. Itu lumayan mengganggu dana perusahaan, makannya kami emisi obligasi,&quot; ungkap Sudi di Jakarta, Selasa (3/2/2015).
Lebih lanjut Sudi menjelaskan, perseroan memiliki utang di beberapa Bank meliputi Bank Mandiri, BRI dan Bank DBS. Di sisi lain tiga tahun terakhir, DER perseroan tersebut berhasil ditekan menjadi 3,19 kali di 2014, berbeda dengan tahun sebelumnya yang mencapai 3,55 kali di 2013, dan sedangkan terhitung 3,24 kali di 2012.
&quot;Kami emisi obligasi untuk mempertahankan DER kita supaya tidak jatuh. Kami punya utang bank di Bank Mandiri, BRI, dan DBS. Dalam pelunasan utang itu, nanti kami ambil porsinya masing-masing,&quot; pungkas dia.
</content:encoded></item></channel></rss>
