<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Adakah Mafia Beras? Ini Kata Pedagang</title><description>Para pedagang beras yang tergabung dalam Perpadi  enggan berkomentar mengenai adanya  mafia beras.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2015/03/03/320/1113147/adakah-mafia-beras-ini-kata-pedagang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2015/03/03/320/1113147/adakah-mafia-beras-ini-kata-pedagang"/><item><title>Adakah Mafia Beras? Ini Kata Pedagang</title><link>https://economy.okezone.com/read/2015/03/03/320/1113147/adakah-mafia-beras-ini-kata-pedagang</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2015/03/03/320/1113147/adakah-mafia-beras-ini-kata-pedagang</guid><pubDate>Selasa 03 Maret 2015 16:59 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/03/03/320/1113147/adakah-mafia-beras-ini-kata-pedagang-he1wZyPoBy.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/03/03/320/1113147/adakah-mafia-beras-ini-kata-pedagang-he1wZyPoBy.jpg</image><title>Ilustrasi: Okezone</title></images><description>JAKARTA - Harga beras beberapa minggu lalu melonjak cukup tinggi, bahkan kenaikannya hingga 30 persen. Timbul dugaan hal ini dikarenakan ada oknum nakal atau mafia beras. Lalu apa kata pedagang beras?
Para pedagang beras yang tergabung dalam Persatuan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (Perpadi)  enggan berkomentar mengenai adanya mafia beras.
&amp;nbsp;
&quot;Sebetulnya saya tidak merespons itu,&quot; jelas Ketua DPD Perpadi Nellys Soekidi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/3/2015).
Nellys menambahkan, selain itu juga pada bulan November dan Desember, pemerintah tidak menggelontorkan beras raskin, sehingga pasokannya berkurang. &quot;Lalu panen mundur,&quot; jelasnya.
Di tempat yang sama Ketua Umum Perpadi Soetarto Alimoeso berpendapat yang sama. Dirinya tidak menyebut adanya mafia beras terkait naiknya harga beras.
&quot;Saya pikir tidak begitu, yang jelas di lapangan ini harusnya pada saat kekurangan pasokan. Harusnya melepas stok yang ada di Bulog. Memang Bulog itu kan didesain, direncanakan punya stok, stok ini pada saat paceklik dan supaya harga tidak terganggu, dikeluarkan,&quot; tukasnya
</description><content:encoded>JAKARTA - Harga beras beberapa minggu lalu melonjak cukup tinggi, bahkan kenaikannya hingga 30 persen. Timbul dugaan hal ini dikarenakan ada oknum nakal atau mafia beras. Lalu apa kata pedagang beras?
Para pedagang beras yang tergabung dalam Persatuan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (Perpadi)  enggan berkomentar mengenai adanya mafia beras.
&amp;nbsp;
&quot;Sebetulnya saya tidak merespons itu,&quot; jelas Ketua DPD Perpadi Nellys Soekidi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/3/2015).
Nellys menambahkan, selain itu juga pada bulan November dan Desember, pemerintah tidak menggelontorkan beras raskin, sehingga pasokannya berkurang. &quot;Lalu panen mundur,&quot; jelasnya.
Di tempat yang sama Ketua Umum Perpadi Soetarto Alimoeso berpendapat yang sama. Dirinya tidak menyebut adanya mafia beras terkait naiknya harga beras.
&quot;Saya pikir tidak begitu, yang jelas di lapangan ini harusnya pada saat kekurangan pasokan. Harusnya melepas stok yang ada di Bulog. Memang Bulog itu kan didesain, direncanakan punya stok, stok ini pada saat paceklik dan supaya harga tidak terganggu, dikeluarkan,&quot; tukasnya
</content:encoded></item></channel></rss>
