<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menkeu Bambang: Hanya BI yang bisa Intervensi Rupiah</title><description>Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro menyatakan, yang bisa melakukan  intervensi atas pelemahan nilai tukar Rupiah adalah Bank Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2015/03/06/20/1114777/menkeu-bambang-hanya-bi-yang-bisa-intervensi-rupiah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2015/03/06/20/1114777/menkeu-bambang-hanya-bi-yang-bisa-intervensi-rupiah"/><item><title>Menkeu Bambang: Hanya BI yang bisa Intervensi Rupiah</title><link>https://economy.okezone.com/read/2015/03/06/20/1114777/menkeu-bambang-hanya-bi-yang-bisa-intervensi-rupiah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2015/03/06/20/1114777/menkeu-bambang-hanya-bi-yang-bisa-intervensi-rupiah</guid><pubDate>Jum'at 06 Maret 2015 17:13 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/03/06/20/1114777/menkeu-bambang-hanya-bi-yang-bisa-intervensi-rupiah-M2jS6seCyX.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/03/06/20/1114777/menkeu-bambang-hanya-bi-yang-bisa-intervensi-rupiah-M2jS6seCyX.jpg</image><title>Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro menyatakan, yang bisa melakukan intervensi atas pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) adalah Bank Indonesia. Tercatat Rupiah saat ini bergerak fluktuatif di level Rp12.900 hingga mencapai Rp13.000an per USD.

&quot;Pertanyaan berulang, pemerintah mau intervensi apa? Yang bisa intervensi itu hanyalah BI dengan cadangan devisa,&quot; ucap Bambang saat mengobrol santai dengan wartawan di Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (6/3/2015).
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2014/10/31/16990/105839_medium.jpg&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Bambang menjelaskan, sesuai undang-undang BI pun tidak bisa menargetkan posisi nilai tukar Rupiah. BI hanya menargetkan posisi inflasi.

&quot;Dengan instrumen suku bunga dan kemudian kurs BI itu kestabilannya. Semua sudah dijelaskan,&quot; imbuhnya.

Seperti yang diketahui, Bank Indonesia (BI) menyatakan, cadangan devisa (cadev) RI per akhir bulan Februari 2015 mengalami kenaikan menjadi USD115,5 miliar dibandingkan pada bulan Januari yang sebesar USD114,2 miliar.

&quot;Cadev naik menjadi USD115,5 miliar,&quot; ucap Deputi Gubernur BI Halim Alamsyah.
</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro menyatakan, yang bisa melakukan intervensi atas pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) adalah Bank Indonesia. Tercatat Rupiah saat ini bergerak fluktuatif di level Rp12.900 hingga mencapai Rp13.000an per USD.

&quot;Pertanyaan berulang, pemerintah mau intervensi apa? Yang bisa intervensi itu hanyalah BI dengan cadangan devisa,&quot; ucap Bambang saat mengobrol santai dengan wartawan di Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (6/3/2015).
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2014/10/31/16990/105839_medium.jpg&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Bambang menjelaskan, sesuai undang-undang BI pun tidak bisa menargetkan posisi nilai tukar Rupiah. BI hanya menargetkan posisi inflasi.

&quot;Dengan instrumen suku bunga dan kemudian kurs BI itu kestabilannya. Semua sudah dijelaskan,&quot; imbuhnya.

Seperti yang diketahui, Bank Indonesia (BI) menyatakan, cadangan devisa (cadev) RI per akhir bulan Februari 2015 mengalami kenaikan menjadi USD115,5 miliar dibandingkan pada bulan Januari yang sebesar USD114,2 miliar.

&quot;Cadev naik menjadi USD115,5 miliar,&quot; ucap Deputi Gubernur BI Halim Alamsyah.
</content:encoded></item></channel></rss>
