<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Barclay: Rupiah Terancam Kenaikan Suku Bunga Amerika</title><description>Rupiah terus mengalami pelemahan seiring penurunan tingkat suku bunga  acuan (BI rate) menjadi 7,5 persen pada pertengahan Februari lalu.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2015/03/09/278/1115672/barclay-rupiah-terancam-kenaikan-suku-bunga-amerika</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2015/03/09/278/1115672/barclay-rupiah-terancam-kenaikan-suku-bunga-amerika"/><item><title>Barclay: Rupiah Terancam Kenaikan Suku Bunga Amerika</title><link>https://economy.okezone.com/read/2015/03/09/278/1115672/barclay-rupiah-terancam-kenaikan-suku-bunga-amerika</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2015/03/09/278/1115672/barclay-rupiah-terancam-kenaikan-suku-bunga-amerika</guid><pubDate>Senin 09 Maret 2015 11:25 WIB</pubDate><dc:creator>Widi Agustian</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/03/09/278/1115672/barclay-rupiah-terancam-kenaikan-suku-bunga-amerika-ytNjxcdKxB.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/03/09/278/1115672/barclay-rupiah-terancam-kenaikan-suku-bunga-amerika-ytNjxcdKxB.JPG</image><title>Ilustrasi: (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Euforia Jokowi effect saat pemilu Juli lalu menjadi sentimen positif bagi pasar modal Indonesia. Saat itu, nilai tukar Rupiah sangat cemerlang.
Tapi, nilai Rupiah terus mengalami pelemahan seiring penurunan tingkat suku bunga acuan (BI rate) menjadi 7,5 persen pada pertengahan Februari lalu, ini adalah pemangkasan suku bunga pertama kali sejak tahun 2011. Sejak BI rate turun, Rupiah sudah anjlok sampai 1,8 persen .
Bank Indonesia (BI) juga mengungkapkan rendahnya harga minyak akan mengancam inflasi. Hal ini membuat pemangkasan tingkat suku bunga kembali berpotensi terjadi.
&amp;nbsp;
&quot;BI melakukan langkah moneter yang mebngejutkan, dan itu membuat tren pelemahan mata uang terus berlanjut,&quot; sebut Barclay dalam risetnya, dilansir dari CNBC, Senin (9/3/2015).
&quot;Di Asia, Indonesia yang paling rentan terhadap larinya modal asing, karena berada di tengah-tengah gelombang capital inflow,&quot; kata Societe General Barclay, Jason Daw.
Selain itu, isu defisitnya current account menjadi sentimen negatif untuk Indonesia. Pada 2013, Rupiah juga anjlok ketika Fed mulai mengeluatkan isu akan melakukan tapering atas quantitive easing.
Dengan kondisi defisit neraca perdagangan seperti ini, jika bank sentral AS, the Fed, jadi menaikan tingkat suku bunganya, maka Rupiah dia pastikan bakal tenggelam lebih dalam.
&quot;Potensi naiknya suku bunga the Fed pada Juni menjadi ancaman bagi Rupiah,&quot; tegas Barclay.
</description><content:encoded>JAKARTA - Euforia Jokowi effect saat pemilu Juli lalu menjadi sentimen positif bagi pasar modal Indonesia. Saat itu, nilai tukar Rupiah sangat cemerlang.
Tapi, nilai Rupiah terus mengalami pelemahan seiring penurunan tingkat suku bunga acuan (BI rate) menjadi 7,5 persen pada pertengahan Februari lalu, ini adalah pemangkasan suku bunga pertama kali sejak tahun 2011. Sejak BI rate turun, Rupiah sudah anjlok sampai 1,8 persen .
Bank Indonesia (BI) juga mengungkapkan rendahnya harga minyak akan mengancam inflasi. Hal ini membuat pemangkasan tingkat suku bunga kembali berpotensi terjadi.
&amp;nbsp;
&quot;BI melakukan langkah moneter yang mebngejutkan, dan itu membuat tren pelemahan mata uang terus berlanjut,&quot; sebut Barclay dalam risetnya, dilansir dari CNBC, Senin (9/3/2015).
&quot;Di Asia, Indonesia yang paling rentan terhadap larinya modal asing, karena berada di tengah-tengah gelombang capital inflow,&quot; kata Societe General Barclay, Jason Daw.
Selain itu, isu defisitnya current account menjadi sentimen negatif untuk Indonesia. Pada 2013, Rupiah juga anjlok ketika Fed mulai mengeluatkan isu akan melakukan tapering atas quantitive easing.
Dengan kondisi defisit neraca perdagangan seperti ini, jika bank sentral AS, the Fed, jadi menaikan tingkat suku bunganya, maka Rupiah dia pastikan bakal tenggelam lebih dalam.
&quot;Potensi naiknya suku bunga the Fed pada Juni menjadi ancaman bagi Rupiah,&quot; tegas Barclay.
</content:encoded></item></channel></rss>
