<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menko Sofyan Bantah Rupiah Sengaja Dibiarkan Tembus Rp13.000</title><description>Pemerintah dituding sengaja membiarkan pelemahan Rupiah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2015/03/13/20/1118039/menko-sofyan-bantah-rupiah-sengaja-dibiarkan-tembus-rp13-000</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2015/03/13/20/1118039/menko-sofyan-bantah-rupiah-sengaja-dibiarkan-tembus-rp13-000"/><item><title>Menko Sofyan Bantah Rupiah Sengaja Dibiarkan Tembus Rp13.000</title><link>https://economy.okezone.com/read/2015/03/13/20/1118039/menko-sofyan-bantah-rupiah-sengaja-dibiarkan-tembus-rp13-000</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2015/03/13/20/1118039/menko-sofyan-bantah-rupiah-sengaja-dibiarkan-tembus-rp13-000</guid><pubDate>Jum'at 13 Maret 2015 12:43 WIB</pubDate><dc:creator>Kurniasih Miftakhul Jannah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/03/13/20/1118039/menko-sofyan-bantah-rupiah-sengaja-dibiarkan-tembus-rp13-000-tNPYGkZiEy.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Rupiah. (Foto: Okezone/Heru)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/03/13/20/1118039/menko-sofyan-bantah-rupiah-sengaja-dibiarkan-tembus-rp13-000-tNPYGkZiEy.jpg</image><title>Ilustrasi Rupiah. (Foto: Okezone/Heru)</title></images><description>JAKARTA - Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah di Rp13.198 per USD. Pemerintah pun dituding sengaja membiarkan pelemahan Rupiah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

Namun, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil membantah spekulasi tersebut. Dia mengatakan pemerintah tidak memiliki kepentingan apapun terkait dengan melemahnya nilai tukar. Menurutnya target pemerintah mengenai Rupiah masih sesuai dengan yang tercantum dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

&quot;Target kita seperti yang di APBN. Itu target pemerintah bahwa pelemahan hari ini bukan karena faktor domestik dan itu tidak ada di draft pemerintah,&quot; ungkap Sofyan di kantornya, Jumat (13/3/2015).

Bahkan Sofyan menjelaskan Bank Indonesia terus menjaga agar gejolak Rupiah tidak terlalu dalam. &quot;BI jaga di pasar supaya swing-nya tidak terlalu besar, tapi ini persoalannya seperti yang kita tahu semua, semua negara sama kondisinya karena Amerika,&quot; tukasnya.

Sekadar informasi, Bloomberg Dollar Index mencatat Rupiah pada perdagangan non-delivery forward (NDF) melemah 15 poin ke Rp13.198 per USD, dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp13.182 per USD. Angka tersebut nyaris menyerempet garis psikologis Rp13.200 per USD.
</description><content:encoded>JAKARTA - Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah di Rp13.198 per USD. Pemerintah pun dituding sengaja membiarkan pelemahan Rupiah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

Namun, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil membantah spekulasi tersebut. Dia mengatakan pemerintah tidak memiliki kepentingan apapun terkait dengan melemahnya nilai tukar. Menurutnya target pemerintah mengenai Rupiah masih sesuai dengan yang tercantum dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

&quot;Target kita seperti yang di APBN. Itu target pemerintah bahwa pelemahan hari ini bukan karena faktor domestik dan itu tidak ada di draft pemerintah,&quot; ungkap Sofyan di kantornya, Jumat (13/3/2015).

Bahkan Sofyan menjelaskan Bank Indonesia terus menjaga agar gejolak Rupiah tidak terlalu dalam. &quot;BI jaga di pasar supaya swing-nya tidak terlalu besar, tapi ini persoalannya seperti yang kita tahu semua, semua negara sama kondisinya karena Amerika,&quot; tukasnya.

Sekadar informasi, Bloomberg Dollar Index mencatat Rupiah pada perdagangan non-delivery forward (NDF) melemah 15 poin ke Rp13.198 per USD, dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp13.182 per USD. Angka tersebut nyaris menyerempet garis psikologis Rp13.200 per USD.
</content:encoded></item></channel></rss>
