<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jika Rupiah Makin Melemah, Harga Premium Dipastikan Naik</title><description>Kajian ini memberi sinyal bahwa Kementerian ESDM akan kembali menaikkan harga BBM.
&amp;nbsp;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2015/03/23/19/1122854/jika-rupiah-makin-melemah-harga-premium-dipastikan-naik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2015/03/23/19/1122854/jika-rupiah-makin-melemah-harga-premium-dipastikan-naik"/><item><title>Jika Rupiah Makin Melemah, Harga Premium Dipastikan Naik</title><link>https://economy.okezone.com/read/2015/03/23/19/1122854/jika-rupiah-makin-melemah-harga-premium-dipastikan-naik</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2015/03/23/19/1122854/jika-rupiah-makin-melemah-harga-premium-dipastikan-naik</guid><pubDate>Senin 23 Maret 2015 13:48 WIB</pubDate><dc:creator>Kurniasih Miftakhul Jannah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/03/23/19/1122854/jika-rupiah-makin-melemah-harga-premium-dipastikan-naik-xiEpr2nTIU.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi SPBU milik Pertamina. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/03/23/19/1122854/jika-rupiah-makin-melemah-harga-premium-dipastikan-naik-xiEpr2nTIU.jpg</image><title>Ilustrasi SPBU milik Pertamina. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah mengaku tengah membahas mengenai penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang akan diberlakukan April. Kajian ini memberi sinyal bahwa Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan kembali menaikkan harga BBM.

Pelaksana Tugas (Pit) Direktur Jenderal Minyak dan Gas Kementerian ESDM, IGN Wiratmadja, menjelaskan bahwa merangkaknya harga minyak dan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap berbagai macam mata uang berpotensi mendorong naiknya harga BBM.

&quot;Sedang dibahas (harga BBM), tetapi yang jelas harga rata-rata mengalami kenaikan, dan juga kurs dolar AS kan naik sedikit. Itu yang menjadi bahan pertimbangan,&quot; paparnya di Jakarta, Senin (23/3/2015).

Dia mengatakan, keputusan Menteri ESDM Sudirman Said menaikkan atau tidaknya harga BBM pada April, akan disesuaikan dengan kondisi perekonomian dalam negeri.

&quot;Nanti kan keputusan naik apa enggak itu dari pimpinan. Sedang dibahas, tentu pimpinan punya kebijaksanaan melihat kondisi perekonomian negara juga. Yang jelas parameternya seperti itu,&quot; sebutnya.

&quot;Naiknya artinya tidak menukik. Jadi kan kita nyetoknya per bulan. Jadi satu bulan itu ada kenaikan harga,&quot; pungkas dia.
</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah mengaku tengah membahas mengenai penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang akan diberlakukan April. Kajian ini memberi sinyal bahwa Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan kembali menaikkan harga BBM.

Pelaksana Tugas (Pit) Direktur Jenderal Minyak dan Gas Kementerian ESDM, IGN Wiratmadja, menjelaskan bahwa merangkaknya harga minyak dan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap berbagai macam mata uang berpotensi mendorong naiknya harga BBM.

&quot;Sedang dibahas (harga BBM), tetapi yang jelas harga rata-rata mengalami kenaikan, dan juga kurs dolar AS kan naik sedikit. Itu yang menjadi bahan pertimbangan,&quot; paparnya di Jakarta, Senin (23/3/2015).

Dia mengatakan, keputusan Menteri ESDM Sudirman Said menaikkan atau tidaknya harga BBM pada April, akan disesuaikan dengan kondisi perekonomian dalam negeri.

&quot;Nanti kan keputusan naik apa enggak itu dari pimpinan. Sedang dibahas, tentu pimpinan punya kebijaksanaan melihat kondisi perekonomian negara juga. Yang jelas parameternya seperti itu,&quot; sebutnya.

&quot;Naiknya artinya tidak menukik. Jadi kan kita nyetoknya per bulan. Jadi satu bulan itu ada kenaikan harga,&quot; pungkas dia.
</content:encoded></item></channel></rss>
