<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jokowi Perlu Segera Putuskan Nasib Pelabuhan Cilamaya</title><description>Pasalnya saat ini kajian masih berada di pihak asing (Jepang), Japan International Cooperation (JICA).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2015/03/28/320/1125696/jokowi-perlu-segera-putuskan-nasib-pelabuhan-cilamaya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2015/03/28/320/1125696/jokowi-perlu-segera-putuskan-nasib-pelabuhan-cilamaya"/><item><title>Jokowi Perlu Segera Putuskan Nasib Pelabuhan Cilamaya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2015/03/28/320/1125696/jokowi-perlu-segera-putuskan-nasib-pelabuhan-cilamaya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2015/03/28/320/1125696/jokowi-perlu-segera-putuskan-nasib-pelabuhan-cilamaya</guid><pubDate>Sabtu 28 Maret 2015 14:29 WIB</pubDate><dc:creator>Kurniasih Miftakhul Jannah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/03/28/320/1125696/jokowi-perlu-segera-putuskan-nasib-pelabuhan-cilamaya-W6fIUTapWk.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi pelabuhan. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/03/28/320/1125696/jokowi-perlu-segera-putuskan-nasib-pelabuhan-cilamaya-W6fIUTapWk.jpg</image><title>Ilustrasi pelabuhan. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo diminta turun tangan mengatasi pembangunan Pelabuhan Cilamaya. Pasalnya saat ini kajian masih berada di pihak asing (Jepang), Japan International Cooperation (JICA).

Direktur Eksekutif Indonesian Resources Studies (Iress), Marwan Batubara, menilai bahwa jika kajian tersebut masih berada di tangan asing, maka Indonesia ibarat negara yang tidak berdaulat.

&quot;Kalau hanya satu saja kriteria yang jadi pertimbangan, kita seperti tidak punya negara. Kemana Presiden? Kemana Menko Perekonomian?,&quot; ucapnya, di Jakarta, Sabtu (28/3/2015).

Menurutnya Jokowi harus segera menyerahkan proyek tersebut pada pihak pemerintah atau Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) dalam memimpin kajian mengenai pembangunan pelabuhan. &quot;Kalau kajian hanya dilakukan asing, kita seperti tidak punya kedaulatan. Pak Jokowi harus lead untuk Bappenas memimpin kajian ini,&quot; sebutnya.

&quot;Untuk pindah ini perlu ada peran pemerintah yang dominan, tidak hanya menyerahkan ke JICA. Karena kepentingannya hanya bisnis Jepang dan industri otomotif produk Jepang yang membonceng di sana,&quot; tandasnya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo diminta turun tangan mengatasi pembangunan Pelabuhan Cilamaya. Pasalnya saat ini kajian masih berada di pihak asing (Jepang), Japan International Cooperation (JICA).

Direktur Eksekutif Indonesian Resources Studies (Iress), Marwan Batubara, menilai bahwa jika kajian tersebut masih berada di tangan asing, maka Indonesia ibarat negara yang tidak berdaulat.

&quot;Kalau hanya satu saja kriteria yang jadi pertimbangan, kita seperti tidak punya negara. Kemana Presiden? Kemana Menko Perekonomian?,&quot; ucapnya, di Jakarta, Sabtu (28/3/2015).

Menurutnya Jokowi harus segera menyerahkan proyek tersebut pada pihak pemerintah atau Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) dalam memimpin kajian mengenai pembangunan pelabuhan. &quot;Kalau kajian hanya dilakukan asing, kita seperti tidak punya kedaulatan. Pak Jokowi harus lead untuk Bappenas memimpin kajian ini,&quot; sebutnya.

&quot;Untuk pindah ini perlu ada peran pemerintah yang dominan, tidak hanya menyerahkan ke JICA. Karena kepentingannya hanya bisnis Jepang dan industri otomotif produk Jepang yang membonceng di sana,&quot; tandasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
