<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jokowi Kehilangan Momentum Meningkatkan Penerimaan Pajak</title><description>Presiden Joko Widodo (Jokowi) dianggap kehilangan momentum dalam meningkatkan penerimaan pajak.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2015/03/29/20/1126058/jokowi-kehilangan-momentum-meningkatkan-penerimaan-pajak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2015/03/29/20/1126058/jokowi-kehilangan-momentum-meningkatkan-penerimaan-pajak"/><item><title>Jokowi Kehilangan Momentum Meningkatkan Penerimaan Pajak</title><link>https://economy.okezone.com/read/2015/03/29/20/1126058/jokowi-kehilangan-momentum-meningkatkan-penerimaan-pajak</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2015/03/29/20/1126058/jokowi-kehilangan-momentum-meningkatkan-penerimaan-pajak</guid><pubDate>Minggu 29 Maret 2015 17:22 WIB</pubDate><dc:creator>Raisa Adila</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/03/29/20/1126058/jokowi-kehilangan-momentum-meningkatkan-penerimaan-pajak-bYFyZDjWmv.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Joko Widodo (Jokowi) (Foto: Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/03/29/20/1126058/jokowi-kehilangan-momentum-meningkatkan-penerimaan-pajak-bYFyZDjWmv.jpg</image><title>Presiden Joko Widodo (Jokowi) (Foto: Antara)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dianggap kehilangan momentum dalam meningkatkan penerimaan pajak. Hal ini dikarenakan dirinya tidak mengadakan seremoni saat melaporkan Surat Pemberitahuan (SPT) tahunan pajak.

&quot;Harusnya waktu lapor SPT dia buat seremonial yang luar biasa seperti SBY dulu,&quot; kata Peneliti Kebijakan Ekonomi Perkumpulan Prakarsa Wiko Saputra di Jakarta, Minggu (29/3/2015).

Menurutnya, dengan melakukan seremonial maka masyarakat dapat merasakan pentingnya melaporkan SPT. Sehingga akan mempengaruhi peningkatan kepatuhan pajak.

&quot;Jokowi kehilangan momentum. Padahal ini luar biasa efeknya,&quot; ucap dia.

Ditambahkan Wiko, yang perlu ditegaskan adalah Ditjen Pajak harus mempunyai analisis terhadap tax potensial. Dengan demikian, ada ukuran potensi penerimaan pajak.

&quot;Harus ada menurut sektor. Kelapa sawit berapa potensinya. Migas berapa, lain-lainnya berapa. Dengan ini dia bisa mengukur potensialnya berapa,&quot; tutup Wiko.
</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dianggap kehilangan momentum dalam meningkatkan penerimaan pajak. Hal ini dikarenakan dirinya tidak mengadakan seremoni saat melaporkan Surat Pemberitahuan (SPT) tahunan pajak.

&quot;Harusnya waktu lapor SPT dia buat seremonial yang luar biasa seperti SBY dulu,&quot; kata Peneliti Kebijakan Ekonomi Perkumpulan Prakarsa Wiko Saputra di Jakarta, Minggu (29/3/2015).

Menurutnya, dengan melakukan seremonial maka masyarakat dapat merasakan pentingnya melaporkan SPT. Sehingga akan mempengaruhi peningkatan kepatuhan pajak.

&quot;Jokowi kehilangan momentum. Padahal ini luar biasa efeknya,&quot; ucap dia.

Ditambahkan Wiko, yang perlu ditegaskan adalah Ditjen Pajak harus mempunyai analisis terhadap tax potensial. Dengan demikian, ada ukuran potensi penerimaan pajak.

&quot;Harus ada menurut sektor. Kelapa sawit berapa potensinya. Migas berapa, lain-lainnya berapa. Dengan ini dia bisa mengukur potensialnya berapa,&quot; tutup Wiko.
</content:encoded></item></channel></rss>
