<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tak Ada Solusi Instan Selesaikan Pelemahan Rupiah</title><description>Oleh karena itu, tidak ada solusi yang cepat dalam menyelesaikan masalah Rupiah sehingga pentingnya peranan struktur kebijakan pemerintah.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2015/03/29/278/1126045/tak-ada-solusi-instan-selesaikan-pelemahan-rupiah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2015/03/29/278/1126045/tak-ada-solusi-instan-selesaikan-pelemahan-rupiah"/><item><title>Tak Ada Solusi Instan Selesaikan Pelemahan Rupiah</title><link>https://economy.okezone.com/read/2015/03/29/278/1126045/tak-ada-solusi-instan-selesaikan-pelemahan-rupiah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2015/03/29/278/1126045/tak-ada-solusi-instan-selesaikan-pelemahan-rupiah</guid><pubDate>Minggu 29 Maret 2015 16:44 WIB</pubDate><dc:creator>Dhera Arizona Pratiwi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/03/29/278/1126045/tak-ada-solusi-instan-selesaikan-pelemahan-rupiah-QnsLVOaGLU.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Reuters</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/03/29/278/1126045/tak-ada-solusi-instan-selesaikan-pelemahan-rupiah-QnsLVOaGLU.jpg</image><title>Ilustrasi: Reuters</title></images><description>
JAKARTA &amp;ndash; Pergerakan Rupiah terhadap mata uang dolar Amerika Serikat (AS) hingga kini masih melemah. Rupiah kembali ke level Rp13.000 per USD, padahal sebelumnya sempat menguat kembali ke posisi Rp12.000 per USD.
Ekonom Bank Central Asia (BCA), David Sumual mengatakan, pelemahan pada Rupiah yang terjadi saat ini bukan hanya dikarenakan faktor eksternal, tetapi juga masih terdapat banyak persoalan dalam negeri yang harus diselesaikan oleh pemerintah.
&quot;Indonesia masih ada persoalan dalam negeri yang harus diselesaikan, contohnya utang luar negeri dan defisit neraca berjalan,&quot; katanya di Senayan City, Minggu (29/3/2015).
Oleh karena itu, tidak ada solusi yang cepat dalam menyelesaikan masalah tersebut sehingga pentingnya peranan struktur kebijakan pemerintah.
&quot;Tidak ada solusi yang instan. Kalau kita intervensi terlalu besar, kita akan terus tergerus. Perlu antisipasi, lebih ke structure policy yang harus dilakukan pemerintah, hasilnya untuk jangka menengah dan jangka panjang,&quot; tutur dia.
</description><content:encoded>
JAKARTA &amp;ndash; Pergerakan Rupiah terhadap mata uang dolar Amerika Serikat (AS) hingga kini masih melemah. Rupiah kembali ke level Rp13.000 per USD, padahal sebelumnya sempat menguat kembali ke posisi Rp12.000 per USD.
Ekonom Bank Central Asia (BCA), David Sumual mengatakan, pelemahan pada Rupiah yang terjadi saat ini bukan hanya dikarenakan faktor eksternal, tetapi juga masih terdapat banyak persoalan dalam negeri yang harus diselesaikan oleh pemerintah.
&quot;Indonesia masih ada persoalan dalam negeri yang harus diselesaikan, contohnya utang luar negeri dan defisit neraca berjalan,&quot; katanya di Senayan City, Minggu (29/3/2015).
Oleh karena itu, tidak ada solusi yang cepat dalam menyelesaikan masalah tersebut sehingga pentingnya peranan struktur kebijakan pemerintah.
&quot;Tidak ada solusi yang instan. Kalau kita intervensi terlalu besar, kita akan terus tergerus. Perlu antisipasi, lebih ke structure policy yang harus dilakukan pemerintah, hasilnya untuk jangka menengah dan jangka panjang,&quot; tutur dia.
</content:encoded></item></channel></rss>
