<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rupiah Masih Melemah, Fungsi BI Dinilai Belum Maksimal</title><description>Wakil Ketua Komite IV DPD-RI, Ajiep Padindang menilai ada fungsi BI yang kurang dilakukan sehingga hingga saat ini Rupiah masih melemah.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2015/03/29/278/1126093/rupiah-masih-melemah-fungsi-bi-dinilai-belum-maksimal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2015/03/29/278/1126093/rupiah-masih-melemah-fungsi-bi-dinilai-belum-maksimal"/><item><title>Rupiah Masih Melemah, Fungsi BI Dinilai Belum Maksimal</title><link>https://economy.okezone.com/read/2015/03/29/278/1126093/rupiah-masih-melemah-fungsi-bi-dinilai-belum-maksimal</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2015/03/29/278/1126093/rupiah-masih-melemah-fungsi-bi-dinilai-belum-maksimal</guid><pubDate>Minggu 29 Maret 2015 19:44 WIB</pubDate><dc:creator>Dhera Arizona Pratiwi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/03/29/278/1126093/rupiah-masih-melemah-fungsi-bi-belum-maksimal-OGW39Ymf8p.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bank Indonesia (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/03/29/278/1126093/rupiah-masih-melemah-fungsi-bi-belum-maksimal-OGW39Ymf8p.jpg</image><title>Bank Indonesia (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Peranan Bank Indonesia (BI) sangat diperlukan khususnya untuk menjaga keamanan keluar masuknya uang di Indonesia. 	Pengalokasian dana dibutuhkan untuk menghambat pertumbuhan ekonomi suatu Negara.
&amp;nbsp;

&quot;Keamanan uang ini penting, kalau uang dijadikan keluar masuk 1-2 bulan saja tidak akan ada hasilnya. Ada fungsi Bank Indonesia yang kurang dilakukan. Sistem keuangan kita bebas, tidak ada pengendalian,&quot; kata Wakil Ketua Komite IV Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD-RI), Ajiep Padindang  dalam sebuah diskusi bertajuk 'Gejolak dan Masa Depan Rupiah' di Senayan City, Minggu (29/3/2015).
Ajiep menambahkan, menjaga dana tersebut berhubungan dengan pelemahan yang terjadi pada Rupiah saat ini. Dirinya menilai selama ini belum ada kebijakan-kebijakan pemerintah yang dapat menyelesaikan masalah tersebut.
&quot;Gubernur BI masih optimistis, tidak masalah. Tapi saya khawatir dan prihatin masih akan ada dampak-dampak lain, karena saya melihat belum ada kebijakan-kebijakan lain,&quot; jelas dia
Lebih lanjut, pelemahan Rupiah ini dikatakannya cukup bagus untuk ekspor, namun akan sangat mengganggu untuk jangka waktu panjang.
&quot;Bagus untuk ekspor, tapi akan sangat mengganggu apalagi kalau berlarut-larut di angka Rp13.000 per USD. Kalau diintervensi terus dari BI , berpengaruh terhadap APBN,&quot; pungkasnya.
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Peranan Bank Indonesia (BI) sangat diperlukan khususnya untuk menjaga keamanan keluar masuknya uang di Indonesia. 	Pengalokasian dana dibutuhkan untuk menghambat pertumbuhan ekonomi suatu Negara.
&amp;nbsp;

&quot;Keamanan uang ini penting, kalau uang dijadikan keluar masuk 1-2 bulan saja tidak akan ada hasilnya. Ada fungsi Bank Indonesia yang kurang dilakukan. Sistem keuangan kita bebas, tidak ada pengendalian,&quot; kata Wakil Ketua Komite IV Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD-RI), Ajiep Padindang  dalam sebuah diskusi bertajuk 'Gejolak dan Masa Depan Rupiah' di Senayan City, Minggu (29/3/2015).
Ajiep menambahkan, menjaga dana tersebut berhubungan dengan pelemahan yang terjadi pada Rupiah saat ini. Dirinya menilai selama ini belum ada kebijakan-kebijakan pemerintah yang dapat menyelesaikan masalah tersebut.
&quot;Gubernur BI masih optimistis, tidak masalah. Tapi saya khawatir dan prihatin masih akan ada dampak-dampak lain, karena saya melihat belum ada kebijakan-kebijakan lain,&quot; jelas dia
Lebih lanjut, pelemahan Rupiah ini dikatakannya cukup bagus untuk ekspor, namun akan sangat mengganggu untuk jangka waktu panjang.
&quot;Bagus untuk ekspor, tapi akan sangat mengganggu apalagi kalau berlarut-larut di angka Rp13.000 per USD. Kalau diintervensi terus dari BI , berpengaruh terhadap APBN,&quot; pungkasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
