<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Soal BBM, Pemerintah Bebankan Risiko Global ke Masyarakat</title><description>Pemerintah dianggap membebankan risiko perekonomian global pada masyarakat.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2015/04/01/19/1127697/soal-bbm-pemerintah-bebankan-risiko-global-ke-masyarakat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2015/04/01/19/1127697/soal-bbm-pemerintah-bebankan-risiko-global-ke-masyarakat"/><item><title>Soal BBM, Pemerintah Bebankan Risiko Global ke Masyarakat</title><link>https://economy.okezone.com/read/2015/04/01/19/1127697/soal-bbm-pemerintah-bebankan-risiko-global-ke-masyarakat</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2015/04/01/19/1127697/soal-bbm-pemerintah-bebankan-risiko-global-ke-masyarakat</guid><pubDate>Rabu 01 April 2015 16:49 WIB</pubDate><dc:creator>Raisa Adila</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/04/01/19/1127697/soal-bbm-pemerintah-bebankan-risiko-global-ke-masyarakat-8vsrwNErxO.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Soal BBM, Pemerintah Bebankan Risiko Global ke Masyarakat (Ilustrasi: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/04/01/19/1127697/soal-bbm-pemerintah-bebankan-risiko-global-ke-masyarakat-8vsrwNErxO.jpg</image><title>Soal BBM, Pemerintah Bebankan Risiko Global ke Masyarakat (Ilustrasi: Okezone)</title></images><description>
JAKARTA - Pemerintah dianggap membebankan risiko perekonomian global pada masyarakat. Hal ini dikarenakan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang naik turun mengikuti kurs Rupiah dan harga minyak dunia.

&quot;BBM kan masuk essential comodity, jadi negara punya kepentingan melakukan stabilisasi harga BBM,&quot; kata Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sudaryatmo di kantornya, Rabu (1/4/2015).

Menurutnya, risiko terhadap gejolak harga minyak dunia serta menguat atau melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS seharusnya berada pada negara, bukan rakyat. &quot;Artinya resiko perekonomian global dilimpahkan ke konsumen. Padahal negara punya kewajiban, sehingga konsumen tidak jadi korban gejolak global tadi,&quot; kata dia.

Namun, pihaknya sebenarnya setuju jika pemerintah menghapus subsidi BBM. Hanya saja, seharusnya tidak menyerahkan harga tersebut pada mekanisme pasar.

&quot;Subsidi itu dilakukan untuk stabilisasi. Turun naik itu fungsi pemerintah. Bukan pemerintah terus lepas tangan membebankan risiko gejolak perekonomian global kepada konsumen,&quot; jelas dia.

&quot;Apa fungsinya negara? Enak amat jadi pejabat kalau menyerahkannya pada masyarakat,&quot; tambah dia.
</description><content:encoded>
JAKARTA - Pemerintah dianggap membebankan risiko perekonomian global pada masyarakat. Hal ini dikarenakan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang naik turun mengikuti kurs Rupiah dan harga minyak dunia.

&quot;BBM kan masuk essential comodity, jadi negara punya kepentingan melakukan stabilisasi harga BBM,&quot; kata Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sudaryatmo di kantornya, Rabu (1/4/2015).

Menurutnya, risiko terhadap gejolak harga minyak dunia serta menguat atau melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS seharusnya berada pada negara, bukan rakyat. &quot;Artinya resiko perekonomian global dilimpahkan ke konsumen. Padahal negara punya kewajiban, sehingga konsumen tidak jadi korban gejolak global tadi,&quot; kata dia.

Namun, pihaknya sebenarnya setuju jika pemerintah menghapus subsidi BBM. Hanya saja, seharusnya tidak menyerahkan harga tersebut pada mekanisme pasar.

&quot;Subsidi itu dilakukan untuk stabilisasi. Turun naik itu fungsi pemerintah. Bukan pemerintah terus lepas tangan membebankan risiko gejolak perekonomian global kepada konsumen,&quot; jelas dia.

&quot;Apa fungsinya negara? Enak amat jadi pejabat kalau menyerahkannya pada masyarakat,&quot; tambah dia.
</content:encoded></item></channel></rss>
