<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Amerika &amp; Eropa Ancam Boikot Produksi Ikan RI   </title><description>Amerika dan Eropa sebenarnya telah mengetahui bila perbudakan tersebut tidak melibatkan pihak Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2015/04/01/320/1127690/amerika-eropa-ancam-boikot-produksi-ikan-ri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2015/04/01/320/1127690/amerika-eropa-ancam-boikot-produksi-ikan-ri"/><item><title>   Amerika &amp; Eropa Ancam Boikot Produksi Ikan RI   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2015/04/01/320/1127690/amerika-eropa-ancam-boikot-produksi-ikan-ri</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2015/04/01/320/1127690/amerika-eropa-ancam-boikot-produksi-ikan-ri</guid><pubDate>Rabu 01 April 2015 16:41 WIB</pubDate><dc:creator>Prabawati Sriningrum </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/04/01/320/1127690/amerika-eropa-ancam-boikot-produksi-ikan-ri-NX944B68Wv.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi perikanan. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/04/01/320/1127690/amerika-eropa-ancam-boikot-produksi-ikan-ri-NX944B68Wv.jpg</image><title>Ilustrasi perikanan. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Nama PT Pusaka Benjina Resources (PBR) yang bermarkas di Benjina, Maluku, menjadi mendunia karena prestasinya. Sayangnya, prestasi tersebut bukanlah prestasi positif.

PT Pusaka Benjina Resources menjadi sorotan lantaran adanya isu perbudakan para Anak Buah Kapal (ABK) di kapal milik Thailand tersebut. Celakanya, perusahaan tersebut memiliki bendera Indonesia.

Akibatnya, beberapa negara besar seperti Amerika Serikat (AS) serta Eropa, mengancam akan memboikot produk ikan dalam negeri. Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengungkapkan, Amerika dan Eropa sebenarnya telah mengetahui bila perbudakan tersebut tidak melibatkan pihak Indonesia.

Akan tetapi, lantaran PT PBR merupakan perusahaan dalam negeri yang berafiliasi dengan Thailand, maka Indonesia dianggap uikut terlibat dalam kasus ini.

&quot;Amerika dan Eropa tahu itu tidak melibatkan negara kita, tapi perusahaan Indonesia yang membekingi,&quot; tutur Susi di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (1/4/2015).

Di tempat yang sama, Direktur Jenderal Pemasaran hasil Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Saut Hutagalung, mengatakan bahwa Amerika maupun Eropa telah meminta kepastian terkait kasus perbudakan itu kepada pihak pemerintah.

Menurut dia, meskipun terdapat kejadian itu Indonesia masih terbilang aman. &quot;Mereka makin percaya. Kejadian itu tahu petanya, praktik ini terjadi oleh kapal Thailand di wilayah laut Indonesia dan oleh perusahaan Thailand,&quot; jelas dia.

Sehingga, dia yakin jika pemerintah Indonesia tidak akan berpotensi terkena sanksi apa pun. &quot;Selama ini tidak ada masalah, justru positif mereka itu ingin tahu dan datang ke sini,&quot; tandasnya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Nama PT Pusaka Benjina Resources (PBR) yang bermarkas di Benjina, Maluku, menjadi mendunia karena prestasinya. Sayangnya, prestasi tersebut bukanlah prestasi positif.

PT Pusaka Benjina Resources menjadi sorotan lantaran adanya isu perbudakan para Anak Buah Kapal (ABK) di kapal milik Thailand tersebut. Celakanya, perusahaan tersebut memiliki bendera Indonesia.

Akibatnya, beberapa negara besar seperti Amerika Serikat (AS) serta Eropa, mengancam akan memboikot produk ikan dalam negeri. Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengungkapkan, Amerika dan Eropa sebenarnya telah mengetahui bila perbudakan tersebut tidak melibatkan pihak Indonesia.

Akan tetapi, lantaran PT PBR merupakan perusahaan dalam negeri yang berafiliasi dengan Thailand, maka Indonesia dianggap uikut terlibat dalam kasus ini.

&quot;Amerika dan Eropa tahu itu tidak melibatkan negara kita, tapi perusahaan Indonesia yang membekingi,&quot; tutur Susi di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (1/4/2015).

Di tempat yang sama, Direktur Jenderal Pemasaran hasil Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Saut Hutagalung, mengatakan bahwa Amerika maupun Eropa telah meminta kepastian terkait kasus perbudakan itu kepada pihak pemerintah.

Menurut dia, meskipun terdapat kejadian itu Indonesia masih terbilang aman. &quot;Mereka makin percaya. Kejadian itu tahu petanya, praktik ini terjadi oleh kapal Thailand di wilayah laut Indonesia dan oleh perusahaan Thailand,&quot; jelas dia.

Sehingga, dia yakin jika pemerintah Indonesia tidak akan berpotensi terkena sanksi apa pun. &quot;Selama ini tidak ada masalah, justru positif mereka itu ingin tahu dan datang ke sini,&quot; tandasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
