<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jokowi Tagih Menteri Amran Update Soal Stok Beras</title><description>Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta penjelasan kepada menteri terkait mengenai kondisi beras nasional saat ini</description><link>https://economy.okezone.com/read/2015/04/06/320/1129916/jokowi-tagih-menteri-amran-update-soal-stok-beras</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2015/04/06/320/1129916/jokowi-tagih-menteri-amran-update-soal-stok-beras"/><item><title>Jokowi Tagih Menteri Amran Update Soal Stok Beras</title><link>https://economy.okezone.com/read/2015/04/06/320/1129916/jokowi-tagih-menteri-amran-update-soal-stok-beras</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2015/04/06/320/1129916/jokowi-tagih-menteri-amran-update-soal-stok-beras</guid><pubDate>Senin 06 April 2015 18:23 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/04/06/320/1129916/jokowi-tagih-menteri-amran-update-soal-stok-beras-aGNsIY1PGs.jpg" expression="full" type="image/jpeg">ilustras (Foto : Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/04/06/320/1129916/jokowi-tagih-menteri-amran-update-soal-stok-beras-aGNsIY1PGs.jpg</image><title>ilustras (Foto : Okezone)</title></images><description>
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta penjelasan kepada menteri terkait mengenai kondisi beras nasional saat ini. Permintaan ini disampaikan mantan gubernur DKI Jakarta ini ketika memimpin rapat terbatas (ratas) di Kantor Presiden.

Menteri pertama yang akan diminta pertanggung awaban ke Jokowi terkait beras adalah Menteri Pertanian Amran Sulaiman. Jokowi ingin mengetahui total produksi beras saat ini.

&quot;Melanjutkan kondisi stok bulan dan kemungkinan ke depan targetnya akan dicapai berapa. Waktu pembelian mungkin hanya satu hingga 1,5 bulan. Oleh sebab itu, saya minta laporan secara rinci yang pertama tentu dari Mentan tentang produksi berapa dan bisa diserap berapa,&quot; ucap Jokowi, Senin (6/4/2015).
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2011/01/11/1555/8491_medium.jpg&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Dirinya pun ingin mengetahui tentang rencana impor beras. Terlebih lagi, Jokowi sudah menerbitkan Instruksi Presiden Nomor 5 tahun 2015 tentang Kebijakan Pengadaan Gabah/Beras dan Penyaluran Beras oleh Pemerintah memperbolehkan impor beras dengan kondisi tertentu.

&quot;Yang kedua, masalah yang berkaitan dengan impor beras yang saya baca sendiri meski dalam jumlah yang sangat kecil itu juga harus,&quot; paparnya.

Sekedar informasi, Inpres Nomor 5/2015 tersebut menyebutkan impor beras diperbolehkan bila ketersediaan beras dalam negeri tidak mencukupi.

Selain itu, impor juga dapat dilakukan guna kepentingan memenuhi kebutuhan stok dan/atau cadangan beras pemerintah, serta untuk menjaga stabilitas harga dalam negeri.

&quot;Pelaksanaan kebijakan pengadaan beras dari luar negeri dilakukan oleh Perum Bulog,&quot; tegas diktum ke-7 poin 3 (tiga) Inpres yang ditandatangani pada 17 Maret 2015 tersebut, seperti dikutip dari laman Setkab.
</description><content:encoded>
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta penjelasan kepada menteri terkait mengenai kondisi beras nasional saat ini. Permintaan ini disampaikan mantan gubernur DKI Jakarta ini ketika memimpin rapat terbatas (ratas) di Kantor Presiden.

Menteri pertama yang akan diminta pertanggung awaban ke Jokowi terkait beras adalah Menteri Pertanian Amran Sulaiman. Jokowi ingin mengetahui total produksi beras saat ini.

&quot;Melanjutkan kondisi stok bulan dan kemungkinan ke depan targetnya akan dicapai berapa. Waktu pembelian mungkin hanya satu hingga 1,5 bulan. Oleh sebab itu, saya minta laporan secara rinci yang pertama tentu dari Mentan tentang produksi berapa dan bisa diserap berapa,&quot; ucap Jokowi, Senin (6/4/2015).
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2011/01/11/1555/8491_medium.jpg&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Dirinya pun ingin mengetahui tentang rencana impor beras. Terlebih lagi, Jokowi sudah menerbitkan Instruksi Presiden Nomor 5 tahun 2015 tentang Kebijakan Pengadaan Gabah/Beras dan Penyaluran Beras oleh Pemerintah memperbolehkan impor beras dengan kondisi tertentu.

&quot;Yang kedua, masalah yang berkaitan dengan impor beras yang saya baca sendiri meski dalam jumlah yang sangat kecil itu juga harus,&quot; paparnya.

Sekedar informasi, Inpres Nomor 5/2015 tersebut menyebutkan impor beras diperbolehkan bila ketersediaan beras dalam negeri tidak mencukupi.

Selain itu, impor juga dapat dilakukan guna kepentingan memenuhi kebutuhan stok dan/atau cadangan beras pemerintah, serta untuk menjaga stabilitas harga dalam negeri.

&quot;Pelaksanaan kebijakan pengadaan beras dari luar negeri dilakukan oleh Perum Bulog,&quot; tegas diktum ke-7 poin 3 (tiga) Inpres yang ditandatangani pada 17 Maret 2015 tersebut, seperti dikutip dari laman Setkab.
</content:encoded></item></channel></rss>
