<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>PGN Merasa Jadi Anak Tiri</title><description>Perusahaan yang bergerak dalam bidang produksi dan pendistribusian gas  itu tidak mendapatkan jatah alokasi pembangunan infrastruktur.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2015/04/15/19/1134805/pgn-merasa-jadi-anak-tiri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2015/04/15/19/1134805/pgn-merasa-jadi-anak-tiri"/><item><title>PGN Merasa Jadi Anak Tiri</title><link>https://economy.okezone.com/read/2015/04/15/19/1134805/pgn-merasa-jadi-anak-tiri</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2015/04/15/19/1134805/pgn-merasa-jadi-anak-tiri</guid><pubDate>Rabu 15 April 2015 19:52 WIB</pubDate><dc:creator>Prabawati Sriningrum </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/04/15/19/1134805/pgn-merasa-jadi-anak-tiri-LjeLClcfLK.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi pipa milik PGN. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/04/15/19/1134805/pgn-merasa-jadi-anak-tiri-LjeLClcfLK.jpg</image><title>Ilustrasi pipa milik PGN. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) merasa dianaktirikan oleh pemerintah. Pasalnya, perusahaan yang bergerak dalam bidang produksi dan pendistribusian gas itu tidak mendapatkan jatah alokasi pembangunan infrastruktur dari pemerintah.

Direktur Utama PGN Hendi Prio Santoso mengatakan, pemerintah terkesan hanya memberikan alokasi pembangunan infrastruktur bagi perusahaan migas yang lain.

&quot;Memang kami terkendala utamanya itu. Apa yang kami himpun melayani pengguna langsung. Kami tidak jual ke perantara sama sekali. Kami ini dianaktirikan. Karena setiap ada alokasi baru kami tidak dilibatkan, karena bukan dianggap sebagai industri,&quot; papar Hendi di Jakarta, Rabu (15/4/2015).

Hendi menilai, kondisi itu merupakan praktik yang tidak sehat. Oleh karena itu, dia mengatakan hal ini menjadi kendala bagi perkembangan bagi perusahaan pelat merah itu.

&quot;Jadi saya rasa ini praktik yang tidak sehat dan kami harapkan untuk hilangkan kendala ini. Kami mohon untuk didukung untuk membangun iklim usaha yang baik,&quot; imbuh dia.
</description><content:encoded>JAKARTA - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) merasa dianaktirikan oleh pemerintah. Pasalnya, perusahaan yang bergerak dalam bidang produksi dan pendistribusian gas itu tidak mendapatkan jatah alokasi pembangunan infrastruktur dari pemerintah.

Direktur Utama PGN Hendi Prio Santoso mengatakan, pemerintah terkesan hanya memberikan alokasi pembangunan infrastruktur bagi perusahaan migas yang lain.

&quot;Memang kami terkendala utamanya itu. Apa yang kami himpun melayani pengguna langsung. Kami tidak jual ke perantara sama sekali. Kami ini dianaktirikan. Karena setiap ada alokasi baru kami tidak dilibatkan, karena bukan dianggap sebagai industri,&quot; papar Hendi di Jakarta, Rabu (15/4/2015).

Hendi menilai, kondisi itu merupakan praktik yang tidak sehat. Oleh karena itu, dia mengatakan hal ini menjadi kendala bagi perkembangan bagi perusahaan pelat merah itu.

&quot;Jadi saya rasa ini praktik yang tidak sehat dan kami harapkan untuk hilangkan kendala ini. Kami mohon untuk didukung untuk membangun iklim usaha yang baik,&quot; imbuh dia.
</content:encoded></item></channel></rss>
