<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Asing Incar Kondominium di Jabodetabek</title><description>Pasar properti Indonesia mengalami perlambatan di awal tahun 2015. Namun, minat investor asing masih cukup baik.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2015/04/15/470/1134514/asing-incar-kondominium-di-jabodetabek</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2015/04/15/470/1134514/asing-incar-kondominium-di-jabodetabek"/><item><title>Asing Incar Kondominium di Jabodetabek</title><link>https://economy.okezone.com/read/2015/04/15/470/1134514/asing-incar-kondominium-di-jabodetabek</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2015/04/15/470/1134514/asing-incar-kondominium-di-jabodetabek</guid><pubDate>Rabu 15 April 2015 13:59 WIB</pubDate><dc:creator>Meutia Febrina Anugrah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/04/15/470/1134514/asing-incar-kondominium-di-jabodetabek-D7mnrhfVmy.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Asing Incar Kondominium di Jabodetabek (Ilustrasi: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/04/15/470/1134514/asing-incar-kondominium-di-jabodetabek-D7mnrhfVmy.jpg</image><title>Asing Incar Kondominium di Jabodetabek (Ilustrasi: Okezone)</title></images><description>
JAKARTA &amp;ndash; Pasar properti Indonesia mengalami perlambatan di awal tahun 2015. Namun, minat investor asing masih cukup baik.

&quot;Sektor kondominium dan ritel Jabodetabek akan menjadi sektor yang paling dibidik asing. Lalu juga sektor logistik dan industri juga akan dilirik sebagai peluang pengembangan yang menarik bagi lokal dan asing,&quot; ujar Head of Advisory Vivin Harsanto, Jakarta, Rabu (15/4/2015).

Sementara itu, penyerapan pasar kondominium masih positif pada triwulan I-2-15 yang mencapai 4.600 unit. Sedangkan, di sektor ritel, awal tahun ini properti ritel Indonesia tidak mengalami perubahan yang signifikan dibandingkan triwulan IV-2014.

Sebelumnya, Pasar properti Indonesia secara keseluruhan mengalami perlambatan di tahun 2015. Hal ini diakibatkan oleh depresiasi rupiah, stabilisasi ekonomi, hingga ketatnya persaingan antara pelaku properti.

Adapun sektor yang paling terkena dampak dari serangan rupiah ini adalah sektor perkantoran. Sektor ini melambat dari dua sisi, baik dari segi penyerapan dan pasokan.
</description><content:encoded>
JAKARTA &amp;ndash; Pasar properti Indonesia mengalami perlambatan di awal tahun 2015. Namun, minat investor asing masih cukup baik.

&quot;Sektor kondominium dan ritel Jabodetabek akan menjadi sektor yang paling dibidik asing. Lalu juga sektor logistik dan industri juga akan dilirik sebagai peluang pengembangan yang menarik bagi lokal dan asing,&quot; ujar Head of Advisory Vivin Harsanto, Jakarta, Rabu (15/4/2015).

Sementara itu, penyerapan pasar kondominium masih positif pada triwulan I-2-15 yang mencapai 4.600 unit. Sedangkan, di sektor ritel, awal tahun ini properti ritel Indonesia tidak mengalami perubahan yang signifikan dibandingkan triwulan IV-2014.

Sebelumnya, Pasar properti Indonesia secara keseluruhan mengalami perlambatan di tahun 2015. Hal ini diakibatkan oleh depresiasi rupiah, stabilisasi ekonomi, hingga ketatnya persaingan antara pelaku properti.

Adapun sektor yang paling terkena dampak dari serangan rupiah ini adalah sektor perkantoran. Sektor ini melambat dari dua sisi, baik dari segi penyerapan dan pasokan.
</content:encoded></item></channel></rss>
