<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gelar WEF, RI Harus Tawarkan Sektor Berikut ke Investor</title><description>Pelaku ekonomi dunia berkumpul di Jakarta dalam WEF. Hal ini dinilai sebagai peluang untuk Indonesia menawarkan sejumlah proyek investasi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2015/04/20/20/1136722/gelar-wef-ri-harus-tawarkan-sektor-berikut-ke-investor</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2015/04/20/20/1136722/gelar-wef-ri-harus-tawarkan-sektor-berikut-ke-investor"/><item><title>Gelar WEF, RI Harus Tawarkan Sektor Berikut ke Investor</title><link>https://economy.okezone.com/read/2015/04/20/20/1136722/gelar-wef-ri-harus-tawarkan-sektor-berikut-ke-investor</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2015/04/20/20/1136722/gelar-wef-ri-harus-tawarkan-sektor-berikut-ke-investor</guid><pubDate>Senin 20 April 2015 05:20 WIB</pubDate><dc:creator>Rachmad Faisal Harahap</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/04/19/20/1136722/gelar-wef-ri-harus-tawarkan-sektor-berikut-ke-investor-8lwEM36wBI.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gelar WEF. RI Harus Tawarkan Sektor Berikut ke Investor (Foto: dok. Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/04/19/20/1136722/gelar-wef-ri-harus-tawarkan-sektor-berikut-ke-investor-8lwEM36wBI.jpg</image><title>Gelar WEF. RI Harus Tawarkan Sektor Berikut ke Investor (Foto: dok. Okezone)</title></images><description>
JAKARTA &amp;ndash; Para pelaku ekonomi dunia berkumpul di Jakarta dalam World Economic Forum. Hal ini dinilai sebagai sebuah peluang untuk Indonesia menawarkan sejumlah proyek investasi.
Pemerintah dinilai harus menawarkan tiga proyek infrastruktur kepada pihak swasta. Infrastruktur tersebut untuk merealisasikan target pembangunan lima tahun ke depan.
Pengamat ekonomi dari Indef, Enny Sri Hartati mengatakan, hingga saat ini Indonesia mempunyai masalah besar dalam ekonomi.
&quot;Pertama, kita mempunyai potensi besar di sektor pertanian, industri, dan energi yang bisa menjadi prioritas. Di samping itu, ada daya saing persoalan logistik nasional yang penyelesaiannya tidak dalam jangka pendek,&quot; ujar Eni saat dihubungi Okezone di Jakarta.
Yang paling penting, dia melanjutkan, pemerintah harus mempunyai pemetaan mana saja untuk proyek infrastruktur dalam jangka pendek dan panjang.
&quot;Jangan jangka menengah. Ada hasil proyek-proyek yang positif dari jangka pendek. Bagaimana hal ini bisa menjamin daya masyarakat, ada berbagai macam cara, yaitu meningkatkan produksi, tentu bagaimana infrastruktur ke pertanian juga dalam jangka pendek, yang jadi permasalahan, pemerintah punya perencanaan atau tidak,&quot; ucapnya.
Eni menambahkan, proyek jangka pendek tentu dalam waktu satu tahun pada tahun anggaran yang bisa langsung alokasikan di APBN-P 2015.
&quot;Ini bisa langsung ke pemerintah proyek-proyek mana saja yang bisa dilakukan persoalan-persoalan jangka pendek,&quot; ungkapnya. (fsl)
</description><content:encoded>
JAKARTA &amp;ndash; Para pelaku ekonomi dunia berkumpul di Jakarta dalam World Economic Forum. Hal ini dinilai sebagai sebuah peluang untuk Indonesia menawarkan sejumlah proyek investasi.
Pemerintah dinilai harus menawarkan tiga proyek infrastruktur kepada pihak swasta. Infrastruktur tersebut untuk merealisasikan target pembangunan lima tahun ke depan.
Pengamat ekonomi dari Indef, Enny Sri Hartati mengatakan, hingga saat ini Indonesia mempunyai masalah besar dalam ekonomi.
&quot;Pertama, kita mempunyai potensi besar di sektor pertanian, industri, dan energi yang bisa menjadi prioritas. Di samping itu, ada daya saing persoalan logistik nasional yang penyelesaiannya tidak dalam jangka pendek,&quot; ujar Eni saat dihubungi Okezone di Jakarta.
Yang paling penting, dia melanjutkan, pemerintah harus mempunyai pemetaan mana saja untuk proyek infrastruktur dalam jangka pendek dan panjang.
&quot;Jangan jangka menengah. Ada hasil proyek-proyek yang positif dari jangka pendek. Bagaimana hal ini bisa menjamin daya masyarakat, ada berbagai macam cara, yaitu meningkatkan produksi, tentu bagaimana infrastruktur ke pertanian juga dalam jangka pendek, yang jadi permasalahan, pemerintah punya perencanaan atau tidak,&quot; ucapnya.
Eni menambahkan, proyek jangka pendek tentu dalam waktu satu tahun pada tahun anggaran yang bisa langsung alokasikan di APBN-P 2015.
&quot;Ini bisa langsung ke pemerintah proyek-proyek mana saja yang bisa dilakukan persoalan-persoalan jangka pendek,&quot; ungkapnya. (fsl)
</content:encoded></item></channel></rss>
