<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Empat Pilar yang Tentukan Nasib Perekonomian RI</title><description>Empat pilar yang kokoh dan dua fondasi utama yang menjadi tantangan domestik pertumbuhan ekonomi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2015/04/29/20/1141788/empat-pilar-yang-tentukan-nasib-perekonomian-ri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2015/04/29/20/1141788/empat-pilar-yang-tentukan-nasib-perekonomian-ri"/><item><title>Empat Pilar yang Tentukan Nasib Perekonomian RI</title><link>https://economy.okezone.com/read/2015/04/29/20/1141788/empat-pilar-yang-tentukan-nasib-perekonomian-ri</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2015/04/29/20/1141788/empat-pilar-yang-tentukan-nasib-perekonomian-ri</guid><pubDate>Rabu 29 April 2015 11:21 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/04/29/20/1141788/empat-pilar-yang-tentukan-nasib-perekonomian-ri-IDBFYaPJxE.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/04/29/20/1141788/empat-pilar-yang-tentukan-nasib-perekonomian-ri-IDBFYaPJxE.jpg</image><title>Ilustrasi: Okezone</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Perekonomian domestik masih dihadapkan pada sejumlah tantangan struktural. Untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan, dibutuhkan empat pilar yang kokoh dan dua fondasi utama.
&amp;nbsp;

Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia, Solikin M Juhro, menjelaskan empat pilar yang kokoh dan dua fondasi utama yang menjadi tantangan domestik pertumbuhan ekonomi.
&quot;Pilar kokoh pertama, adalah kedaulatan pangan dan energi. Fundamental ekonomi sangat bergantung pada kemampuan menyediakan input produksi yang terpenting (pangan dan energi) dalam proses industrialisasi,&quot;ucapnya di Gedung BI.
Kemudian lebih lanjut ia menjelaskan, pilar kedua yang menjadi tantangan domestik untuk mencapai pertumbuhan ekonomi adalah daya saing industri dan perdagangan.
Menurutnya, daya saing industri dan perdagangan menurun di tengah rendahnya muatan teknologi dan modal manusia dibandingkan dengan negara ASEAN lainnya.
&quot;Kemudian pilar ketiga, pembiayaan pembangunan berkesinambungan, di tengah meningkatnya kebutuhan investasi untuk membiayai pembangunan, sumber dana yang bersifat jangka panjang masih terbatas.
Dijelaskannya,semua faktor Perbankan, Pasar Modal, dan Lembaga keuangan lainnya, bergantung pada keterbatasan sumber dana jangka panjang.
Lebih lanjut ia menjelaskan pilar keempat yang dibutuhkan untuk pertumbuhan ekonomi ialah, ekonomi inklusif. Manfaat pertumbuhan ekonomi belum menjangkau seluruh lapisan masyarakat karena ketidakmerataan akses.
&quot;Misalnya sarana pendidikan, layanan kesehatan, dan infrastruktur dasar, akses pada kesempatan dan peluang ekonominya belum merata,&quot;tuturnya.
Dengan keempat pilar kokoh tersebut dibutuhkan bagi kita, dan ini menjadi tantangan domestik bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Selain keempat pilar kokoh yang dibutuhkan, harus diperkuat lagi dengan dua fondasi utama sehingga dapat mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan.
&quot;Fondasi pertama yaitu, modal dasar pembangunan. Pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan sangat bergantung pada ketersediaan lingkungan pendukung yang perlu ditopang oleh ketersediaan modal-modal dasar pembangunan yang kuat.
Dijelaskannya, modal dasar pembangunan ada infrastruktur, modal manusia, inovasi teknologi dan kelembagaan, dengan modal tersebut didukung ketersediaan lingkungan pendukung, pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan akan tercapai.
Fondasi keduanya ialah stabilitas ekonomi makro dan SK. Dalam upaya mempercepat reformasi struktural terdapat persyaratan paling mendasar yang perlu dipenuhi, yaitu stabilitas ekonomi makro dan sistem keuangan.
&quot;Prasyarat proses pembangunan nasional seperti stabilitas ekonomi makro dan stabilitas ekonomi keuangan, dan kedua ini menjadi tantangan kita ke depannya,&quot;tegasnya.
Ia berharap, dari pemaparan yang dijelaskan terkait tantangan domestik perekonomian Indonesia, pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan dapat tercapai dengan empat pilar yang kokoh dan dua fondasi utama.
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Perekonomian domestik masih dihadapkan pada sejumlah tantangan struktural. Untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan, dibutuhkan empat pilar yang kokoh dan dua fondasi utama.
&amp;nbsp;

Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia, Solikin M Juhro, menjelaskan empat pilar yang kokoh dan dua fondasi utama yang menjadi tantangan domestik pertumbuhan ekonomi.
&quot;Pilar kokoh pertama, adalah kedaulatan pangan dan energi. Fundamental ekonomi sangat bergantung pada kemampuan menyediakan input produksi yang terpenting (pangan dan energi) dalam proses industrialisasi,&quot;ucapnya di Gedung BI.
Kemudian lebih lanjut ia menjelaskan, pilar kedua yang menjadi tantangan domestik untuk mencapai pertumbuhan ekonomi adalah daya saing industri dan perdagangan.
Menurutnya, daya saing industri dan perdagangan menurun di tengah rendahnya muatan teknologi dan modal manusia dibandingkan dengan negara ASEAN lainnya.
&quot;Kemudian pilar ketiga, pembiayaan pembangunan berkesinambungan, di tengah meningkatnya kebutuhan investasi untuk membiayai pembangunan, sumber dana yang bersifat jangka panjang masih terbatas.
Dijelaskannya,semua faktor Perbankan, Pasar Modal, dan Lembaga keuangan lainnya, bergantung pada keterbatasan sumber dana jangka panjang.
Lebih lanjut ia menjelaskan pilar keempat yang dibutuhkan untuk pertumbuhan ekonomi ialah, ekonomi inklusif. Manfaat pertumbuhan ekonomi belum menjangkau seluruh lapisan masyarakat karena ketidakmerataan akses.
&quot;Misalnya sarana pendidikan, layanan kesehatan, dan infrastruktur dasar, akses pada kesempatan dan peluang ekonominya belum merata,&quot;tuturnya.
Dengan keempat pilar kokoh tersebut dibutuhkan bagi kita, dan ini menjadi tantangan domestik bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Selain keempat pilar kokoh yang dibutuhkan, harus diperkuat lagi dengan dua fondasi utama sehingga dapat mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan.
&quot;Fondasi pertama yaitu, modal dasar pembangunan. Pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan sangat bergantung pada ketersediaan lingkungan pendukung yang perlu ditopang oleh ketersediaan modal-modal dasar pembangunan yang kuat.
Dijelaskannya, modal dasar pembangunan ada infrastruktur, modal manusia, inovasi teknologi dan kelembagaan, dengan modal tersebut didukung ketersediaan lingkungan pendukung, pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan akan tercapai.
Fondasi keduanya ialah stabilitas ekonomi makro dan SK. Dalam upaya mempercepat reformasi struktural terdapat persyaratan paling mendasar yang perlu dipenuhi, yaitu stabilitas ekonomi makro dan sistem keuangan.
&quot;Prasyarat proses pembangunan nasional seperti stabilitas ekonomi makro dan stabilitas ekonomi keuangan, dan kedua ini menjadi tantangan kita ke depannya,&quot;tegasnya.
Ia berharap, dari pemaparan yang dijelaskan terkait tantangan domestik perekonomian Indonesia, pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan dapat tercapai dengan empat pilar yang kokoh dan dua fondasi utama.
</content:encoded></item></channel></rss>
