<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sofyan Djalil: Ekonomi Itu Sulit!</title><description>Saat ini beberapa kebijakan ekonomi yang tidak populer telah dilaksanakan oleh pemerintah.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2015/05/04/20/1144455/sofyan-djalil-ekonomi-itu-sulit</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2015/05/04/20/1144455/sofyan-djalil-ekonomi-itu-sulit"/><item><title>Sofyan Djalil: Ekonomi Itu Sulit!</title><link>https://economy.okezone.com/read/2015/05/04/20/1144455/sofyan-djalil-ekonomi-itu-sulit</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2015/05/04/20/1144455/sofyan-djalil-ekonomi-itu-sulit</guid><pubDate>Senin 04 Mei 2015 19:50 WIB</pubDate><dc:creator>Hendra Kusuma</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/05/04/20/1144455/sofyan-djalil-ekonomi-itu-sulit-6orYSdGEOD.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menko Perekonomian Sofyan Djalil. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/05/04/20/1144455/sofyan-djalil-ekonomi-itu-sulit-6orYSdGEOD.jpg</image><title>Menko Perekonomian Sofyan Djalil. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil mengaku posisi menteri koordinator perekonomian merupakan posisi yang sangat sulit untuk diemban oleh siapa pun. Terlebih, saat ini kondisi perekonomian dunia tengah mengalami perlambatan.

&quot;Siapa pun dalam posisi Menko Perekonomian atau posisi (menteri) ekonomi adalah paling sulit, karena ekonomi sulit itu,&quot; kata Soyan Djalil di Kantor Wapres, Jakarta, Senin (4/5/2015).

Menurutnya, inilah salah satu pemicu jabatan menteri koordinator perekonomian masuk bursa perombakan menteri di era Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dia menambahkan, saat ini beberapa kebijakan yang tidak populer telah dilaksanakan oleh pemerintah, salah satunya adalah pencabutan subsidi terhadap Bahan Bakar Minyak (BBM) RON 88 alias Premium.

&quot;Kalau masyarakat tidak puas atas kondisi sekarang ini wajar saja, subsidi itu kan tidak populer karena kalau seandainya subsidi bisa digunakan karena tergantung masyarakat tapi subsidi itu akan untuk membangun infrastruktur,&quot; tambahnya.

Selain itu, kondisi perekonomian negara-negara maju bahkan global pun menjadi kendala bagi pemerintah untuk tetap menjaga stabilitas perekonomian nasional.

&quot;Pertumbuhan (ekonomi) China yang tidak tinggi, kondisi Eropa dalam kesulitan dan harga komoditas hancur hancuran, itu semua mengurangi daya beli masyarakat, oleh sebab itu tidak mungkin disalahkan ke Menkopolhukam tapi pasti ke Menko Perekonomian,&quot; tukas dia.
</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil mengaku posisi menteri koordinator perekonomian merupakan posisi yang sangat sulit untuk diemban oleh siapa pun. Terlebih, saat ini kondisi perekonomian dunia tengah mengalami perlambatan.

&quot;Siapa pun dalam posisi Menko Perekonomian atau posisi (menteri) ekonomi adalah paling sulit, karena ekonomi sulit itu,&quot; kata Soyan Djalil di Kantor Wapres, Jakarta, Senin (4/5/2015).

Menurutnya, inilah salah satu pemicu jabatan menteri koordinator perekonomian masuk bursa perombakan menteri di era Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dia menambahkan, saat ini beberapa kebijakan yang tidak populer telah dilaksanakan oleh pemerintah, salah satunya adalah pencabutan subsidi terhadap Bahan Bakar Minyak (BBM) RON 88 alias Premium.

&quot;Kalau masyarakat tidak puas atas kondisi sekarang ini wajar saja, subsidi itu kan tidak populer karena kalau seandainya subsidi bisa digunakan karena tergantung masyarakat tapi subsidi itu akan untuk membangun infrastruktur,&quot; tambahnya.

Selain itu, kondisi perekonomian negara-negara maju bahkan global pun menjadi kendala bagi pemerintah untuk tetap menjaga stabilitas perekonomian nasional.

&quot;Pertumbuhan (ekonomi) China yang tidak tinggi, kondisi Eropa dalam kesulitan dan harga komoditas hancur hancuran, itu semua mengurangi daya beli masyarakat, oleh sebab itu tidak mungkin disalahkan ke Menkopolhukam tapi pasti ke Menko Perekonomian,&quot; tukas dia.
</content:encoded></item></channel></rss>
