<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I Diprediksi Tak Capai 5%</title><description>Banyak pihak memprediksi pertumbuhan ekonomi berada di bawah 5 persen dari GDP.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2015/05/05/20/1144642/pertumbuhan-ekonomi-kuartal-i-diprediksi-tak-capai-5</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2015/05/05/20/1144642/pertumbuhan-ekonomi-kuartal-i-diprediksi-tak-capai-5"/><item><title>Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I Diprediksi Tak Capai 5%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2015/05/05/20/1144642/pertumbuhan-ekonomi-kuartal-i-diprediksi-tak-capai-5</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2015/05/05/20/1144642/pertumbuhan-ekonomi-kuartal-i-diprediksi-tak-capai-5</guid><pubDate>Selasa 05 Mei 2015 09:39 WIB</pubDate><dc:creator>Raisa Adila</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/05/05/20/1144642/pertumbuhan-ekonomi-kuartal-i-diprediksi-tak-capai-5-E6LZFP38md.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Reuters</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/05/05/20/1144642/pertumbuhan-ekonomi-kuartal-i-diprediksi-tak-capai-5-E6LZFP38md.jpg</image><title>Ilustrasi: Reuters</title></images><description>JAKARTA - Hari ini, Badan Pusat Statistik (BPS) akan mengumumkan pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I-2015. Banyak pihak memprediksi pertumbuhan tersebut berada di bawah 5 persen dari GDP.

Deputi bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Sasmito Hadi Wibowo menuturkan, banyak pihak memprediksi pertumbuhan ekonomi kuartal I-2015 berada di bawah 5 persen. Hal ini dikarenakan banyaknya sektor yang mengalami perlambatan pertumbuhan.

&quot;Terutama tambang, kemudian pertanian juga pertumbuhannya sedang. Konstruksi belum bergerak, walau dari sisi harga masih stagnan. Investasi juga mungkin belum, nanti bulan 3-4 baru terasa,&quot; kata Sasmito di Jakarta, Selasa (5/5/2015).

Sebelumnya, Menteri Keuangan Bambang PS Brodjonegoro memprediksi pertumbuhan ekonomi kuartal I berada sedikit di bawah 5 persen. Namun, ia meyakini kuartal selanjutnya akan ada pergerakan khususnya dari belanja pemerintah.

Sementara itu, Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Sofyan Djalil enggan memprediksi angka pertumbuhan tersebut. Namun, ia mengakui belakangan ini semua komoditas sedang mengalami pelemahan.

Pelemahan komoditas tersebut diyakini mempengaruhi daya beli masyarakat. Sehingga, pada kuartal pertama pertumbuhan ekonomi diprediksi tidak begitu memuaskan.

Pemerintah sendiri menargetkan pertumbuhan ekonomi di 2015 sebesar 5,7 persen. Hal ini dianggap terlalu besar bagi Indonesia mengingat secara global terjadi pelemahan perekonomian.

Selain angka pertumbuhan ekonomi kuartal I, BPS juga nantinya akan merilis indeks tendensi bisnis dan tendensi konsumen triwulan I-2015, serta keadaan ketenagakerjaan Februari 2015.
</description><content:encoded>JAKARTA - Hari ini, Badan Pusat Statistik (BPS) akan mengumumkan pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I-2015. Banyak pihak memprediksi pertumbuhan tersebut berada di bawah 5 persen dari GDP.

Deputi bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Sasmito Hadi Wibowo menuturkan, banyak pihak memprediksi pertumbuhan ekonomi kuartal I-2015 berada di bawah 5 persen. Hal ini dikarenakan banyaknya sektor yang mengalami perlambatan pertumbuhan.

&quot;Terutama tambang, kemudian pertanian juga pertumbuhannya sedang. Konstruksi belum bergerak, walau dari sisi harga masih stagnan. Investasi juga mungkin belum, nanti bulan 3-4 baru terasa,&quot; kata Sasmito di Jakarta, Selasa (5/5/2015).

Sebelumnya, Menteri Keuangan Bambang PS Brodjonegoro memprediksi pertumbuhan ekonomi kuartal I berada sedikit di bawah 5 persen. Namun, ia meyakini kuartal selanjutnya akan ada pergerakan khususnya dari belanja pemerintah.

Sementara itu, Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Sofyan Djalil enggan memprediksi angka pertumbuhan tersebut. Namun, ia mengakui belakangan ini semua komoditas sedang mengalami pelemahan.

Pelemahan komoditas tersebut diyakini mempengaruhi daya beli masyarakat. Sehingga, pada kuartal pertama pertumbuhan ekonomi diprediksi tidak begitu memuaskan.

Pemerintah sendiri menargetkan pertumbuhan ekonomi di 2015 sebesar 5,7 persen. Hal ini dianggap terlalu besar bagi Indonesia mengingat secara global terjadi pelemahan perekonomian.

Selain angka pertumbuhan ekonomi kuartal I, BPS juga nantinya akan merilis indeks tendensi bisnis dan tendensi konsumen triwulan I-2015, serta keadaan ketenagakerjaan Februari 2015.
</content:encoded></item></channel></rss>
