<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ekonomi RI Cuma Tumbuh 4,71%, Jauh dari Target</title><description>BPS mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I-2015 sebesar 4,71 persen year on year (yoy)</description><link>https://economy.okezone.com/read/2015/05/05/20/1144687/ekonomi-ri-cuma-tumbuh-4-71-jauh-dari-target</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2015/05/05/20/1144687/ekonomi-ri-cuma-tumbuh-4-71-jauh-dari-target"/><item><title>Ekonomi RI Cuma Tumbuh 4,71%, Jauh dari Target</title><link>https://economy.okezone.com/read/2015/05/05/20/1144687/ekonomi-ri-cuma-tumbuh-4-71-jauh-dari-target</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2015/05/05/20/1144687/ekonomi-ri-cuma-tumbuh-4-71-jauh-dari-target</guid><pubDate>Selasa 05 Mei 2015 11:17 WIB</pubDate><dc:creator>Raisa Adila</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/05/05/20/1144687/ekonomi-ri-cuma-tumbuh-4-71-jauh-dari-target-itnHq05e8g.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Reuters</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/05/05/20/1144687/ekonomi-ri-cuma-tumbuh-4-71-jauh-dari-target-itnHq05e8g.jpg</image><title>Ilustrasi: Reuters</title></images><description>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I-2015 sebesar 4,71 persen year on year (yoy). Sedangkan secara kuartalan (qoq) turun sebesar 0,18 persen.

Padahal, pada tahun 2015, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,7 persen dalam APBNP-2015.

&quot;Pada triwulan I-2015 PDB kita sebesar Rp2.724,7 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 Rp2.157,5 triliun sehingga terjadi pertumbuhan 4,71 untuk year on year,&quot; kata Kepala BPS Suryamin di kantornya, Selasa (5/5/2015).

Suryamin mengatakan, tren kuartal I-2015 terjadi penurunan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Pengaruh sektor pertanian yang pada akhir tahun lalu terjadi pergeseran musim tanam, sehingga bergeser ke tahun 2015.

&quot;Sekarang panen terpecah juga, sehingga dibanding 2014 terjadi penurunan 0,18 persen,&quot; kata dia.

Ia melanjutkan, pertumbuhan tertinggi berada pada sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan tumbuh 14,63 persen q to q. Untuk informasi dan komunikasi tumbuh 3,06 persen, dan jasa perusahaan tumbuh 2,24 persen.

Sementara itu, lanjut Suryamin, untuk year on year, pertumbuhan tertinggi berada pada informasi dan komunikasi 10,53 persen, jasa lainnya tumbuh 8 persen dan jasa keuangan serta asuransi tumbuh 7,57 persen.
</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I-2015 sebesar 4,71 persen year on year (yoy). Sedangkan secara kuartalan (qoq) turun sebesar 0,18 persen.

Padahal, pada tahun 2015, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,7 persen dalam APBNP-2015.

&quot;Pada triwulan I-2015 PDB kita sebesar Rp2.724,7 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 Rp2.157,5 triliun sehingga terjadi pertumbuhan 4,71 untuk year on year,&quot; kata Kepala BPS Suryamin di kantornya, Selasa (5/5/2015).

Suryamin mengatakan, tren kuartal I-2015 terjadi penurunan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Pengaruh sektor pertanian yang pada akhir tahun lalu terjadi pergeseran musim tanam, sehingga bergeser ke tahun 2015.

&quot;Sekarang panen terpecah juga, sehingga dibanding 2014 terjadi penurunan 0,18 persen,&quot; kata dia.

Ia melanjutkan, pertumbuhan tertinggi berada pada sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan tumbuh 14,63 persen q to q. Untuk informasi dan komunikasi tumbuh 3,06 persen, dan jasa perusahaan tumbuh 2,24 persen.

Sementara itu, lanjut Suryamin, untuk year on year, pertumbuhan tertinggi berada pada informasi dan komunikasi 10,53 persen, jasa lainnya tumbuh 8 persen dan jasa keuangan serta asuransi tumbuh 7,57 persen.
</content:encoded></item></channel></rss>
