<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ekonomi Melambat, Menko Sofyan Sebut Jokowi Effect Masih Ada</title><description>Menteri Koordinator bidang Perekonomian Sofyan Djalil mengatakan, istilah Jokowi Effect masih ada kendati perekonomian RI melambat.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2015/05/05/20/1144798/ekonomi-melambat-menko-sofyan-sebut-jokowi-effect-masih-ada</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2015/05/05/20/1144798/ekonomi-melambat-menko-sofyan-sebut-jokowi-effect-masih-ada"/><item><title>Ekonomi Melambat, Menko Sofyan Sebut Jokowi Effect Masih Ada</title><link>https://economy.okezone.com/read/2015/05/05/20/1144798/ekonomi-melambat-menko-sofyan-sebut-jokowi-effect-masih-ada</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2015/05/05/20/1144798/ekonomi-melambat-menko-sofyan-sebut-jokowi-effect-masih-ada</guid><pubDate>Selasa 05 Mei 2015 13:51 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/05/05/20/1144798/ekonomi-melambat-menko-sofyan-sebut-jokowi-effect-masih-ada-HH8PJh2B2T.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Joko Widodo (Jokowi) (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/05/05/20/1144798/ekonomi-melambat-menko-sofyan-sebut-jokowi-effect-masih-ada-HH8PJh2B2T.jpg</image><title>Presiden Joko Widodo (Jokowi) (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2015 hanya 4,7 persen. Pertumbuhan ini melambat jika dibandingkan periode tahun sebelumnya yang mencapai 5 persen.

Padahal sebelumnya, muncul istilah Jokowi Effect. Jokowi Effect merupakan eurofia kemenangan Jokowi sebagai presiden RI ketujuh yang disambut pelaku pasar sebagai harapan akan perbaikan ekonomi.

&quot;Begini, Jokowi Effect masih. Masyarakat masih antusias, percaya bahwa pemerintah ini akan melakukan restrukturisasi reform dalam segala hal,&quot; tegas Menteri Koordinator bidang Perekonomian Sofyan Djalil di Istana Negara, Jakarta, Selasa (5/5/2015).

Menurut Sofyan, saat ini pemerintahan terus melakukan perbaikan struktural reform di berbagai sektor, seperti hukum, migas hingga kelautan.

&quot;Tapi tentu kita tidak bisa harapkan semua bisa dicapai dalam waktu dekat,&quot; ucapnya.

Sofyan menjelaskan, melambatnya pertumbuhan ekonomi memang disebabkan beberapa faktor. Namun, dirinya meminta waktu kepada masyarakat untuk perbaikan yang dilakukan pemerintah.

&quot;Yang paling penting berikan waktu cukup pada pemerintah,&quot; tukasnya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2015 hanya 4,7 persen. Pertumbuhan ini melambat jika dibandingkan periode tahun sebelumnya yang mencapai 5 persen.

Padahal sebelumnya, muncul istilah Jokowi Effect. Jokowi Effect merupakan eurofia kemenangan Jokowi sebagai presiden RI ketujuh yang disambut pelaku pasar sebagai harapan akan perbaikan ekonomi.

&quot;Begini, Jokowi Effect masih. Masyarakat masih antusias, percaya bahwa pemerintah ini akan melakukan restrukturisasi reform dalam segala hal,&quot; tegas Menteri Koordinator bidang Perekonomian Sofyan Djalil di Istana Negara, Jakarta, Selasa (5/5/2015).

Menurut Sofyan, saat ini pemerintahan terus melakukan perbaikan struktural reform di berbagai sektor, seperti hukum, migas hingga kelautan.

&quot;Tapi tentu kita tidak bisa harapkan semua bisa dicapai dalam waktu dekat,&quot; ucapnya.

Sofyan menjelaskan, melambatnya pertumbuhan ekonomi memang disebabkan beberapa faktor. Namun, dirinya meminta waktu kepada masyarakat untuk perbaikan yang dilakukan pemerintah.

&quot;Yang paling penting berikan waktu cukup pada pemerintah,&quot; tukasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
