<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ekonomi Melambat, Menko Sofyan Sebut Saatnya Kerja Maksimum</title><description>Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) tidak akan merevisi target pertumbuhan ekonomi RI yang mencapai 5,7 persen.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2015/05/05/20/1144810/ekonomi-melambat-menko-sofyan-sebut-saatnya-kerja-maksimum</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2015/05/05/20/1144810/ekonomi-melambat-menko-sofyan-sebut-saatnya-kerja-maksimum"/><item><title>Ekonomi Melambat, Menko Sofyan Sebut Saatnya Kerja Maksimum</title><link>https://economy.okezone.com/read/2015/05/05/20/1144810/ekonomi-melambat-menko-sofyan-sebut-saatnya-kerja-maksimum</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2015/05/05/20/1144810/ekonomi-melambat-menko-sofyan-sebut-saatnya-kerja-maksimum</guid><pubDate>Selasa 05 Mei 2015 14:04 WIB</pubDate><dc:creator>Raisa Adila</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/05/05/20/1144810/ekonomi-melambat-menko-sofyan-sebut-saatnya-kerja-maksimum-7vtFytM2sH.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/05/05/20/1144810/ekonomi-melambat-menko-sofyan-sebut-saatnya-kerja-maksimum-7vtFytM2sH.jpg</image><title>Ilustrasi: (Foto: Okezone)</title></images><description>
JAKARTA - Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) tidak akan merevisi target pertumbuhan ekonomi RI yang mencapai 5,7 persen dalam APBN-Perubahan tahun ini, walaupun pada kuartal I-2015, pertumbuhan ekonomi RI melambat yang hanya tumbuh 4,7 persen. Melambatnya pertumbuhan ekonomi ini memberi sinyal bahwa target pertumbuhan ekonomi Jokowi yang mencapai 5,7 persen tidak akan tercapai.

&quot;Untuk sementara ini tidak kita revisi. Ini menjadi kesempatan untuk kita kerja maksimum. Implementasi realisasi akan dimonitor secara ketat,&quot; tegas Menteri Koordinator bidang Perekonomian Sofyan Djalil di Istana Negara, Jakarta, Selasa (5/5/2015).

Sofyan menambahkan, walaupun pertumbuhan ekonomi RI akan mengalami sedikit melambat dan hal tersebut dapat dimengerti. Terlebih lagi, International Monetary Fund (IMF) memprediksi, pertumbuhan ekonomi di negara-negara berkembang akan terjadi perlambatan.

&quot;Bahkan pertumbuhan ekonomi menurut IMF, seluruh negara lain bisa dimaklumi. Memang akan terjadi perlambatan. Kalau masih tumbuh di atas 5 persen itu masih bagus,&quot; ujarnya.

Menurut Sofyan, pertumbuhan ekonomi China pun akan mengalami perlambatan. Biasanya, Negeri Tirai Bambu ini mencapai pertumbuhan ekonomi mencapai 10 persen, namun kali ini hanya tumbuh 7 persen.

&quot;China itu bisa tumbuh 10 persen, dua digit, kali ini mereka tumbuh 7 persen sudah bersyukur. Itu memang tren dunia seperti itu,&quot; tukasnya.
</description><content:encoded>
JAKARTA - Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) tidak akan merevisi target pertumbuhan ekonomi RI yang mencapai 5,7 persen dalam APBN-Perubahan tahun ini, walaupun pada kuartal I-2015, pertumbuhan ekonomi RI melambat yang hanya tumbuh 4,7 persen. Melambatnya pertumbuhan ekonomi ini memberi sinyal bahwa target pertumbuhan ekonomi Jokowi yang mencapai 5,7 persen tidak akan tercapai.

&quot;Untuk sementara ini tidak kita revisi. Ini menjadi kesempatan untuk kita kerja maksimum. Implementasi realisasi akan dimonitor secara ketat,&quot; tegas Menteri Koordinator bidang Perekonomian Sofyan Djalil di Istana Negara, Jakarta, Selasa (5/5/2015).

Sofyan menambahkan, walaupun pertumbuhan ekonomi RI akan mengalami sedikit melambat dan hal tersebut dapat dimengerti. Terlebih lagi, International Monetary Fund (IMF) memprediksi, pertumbuhan ekonomi di negara-negara berkembang akan terjadi perlambatan.

&quot;Bahkan pertumbuhan ekonomi menurut IMF, seluruh negara lain bisa dimaklumi. Memang akan terjadi perlambatan. Kalau masih tumbuh di atas 5 persen itu masih bagus,&quot; ujarnya.

Menurut Sofyan, pertumbuhan ekonomi China pun akan mengalami perlambatan. Biasanya, Negeri Tirai Bambu ini mencapai pertumbuhan ekonomi mencapai 10 persen, namun kali ini hanya tumbuh 7 persen.

&quot;China itu bisa tumbuh 10 persen, dua digit, kali ini mereka tumbuh 7 persen sudah bersyukur. Itu memang tren dunia seperti itu,&quot; tukasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
