<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sejak Dilantik, Jokowi Tahu Ekonomi Melambat</title><description>Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah mengetahui akan terjadinya perlambatan pada pertumbuhan ekonomi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2015/05/05/20/1144903/sejak-dilantik-jokowi-tahu-ekonomi-melambat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2015/05/05/20/1144903/sejak-dilantik-jokowi-tahu-ekonomi-melambat"/><item><title>Sejak Dilantik, Jokowi Tahu Ekonomi Melambat</title><link>https://economy.okezone.com/read/2015/05/05/20/1144903/sejak-dilantik-jokowi-tahu-ekonomi-melambat</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2015/05/05/20/1144903/sejak-dilantik-jokowi-tahu-ekonomi-melambat</guid><pubDate>Selasa 05 Mei 2015 16:20 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/05/05/20/1144903/sejak-dilantik-jokowi-tahu-ekonomi-melambat-g7SXapMhuA.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Joko Widodo (Jokowi) (Foto: Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/05/05/20/1144903/sejak-dilantik-jokowi-tahu-ekonomi-melambat-g7SXapMhuA.jpg</image><title>Presiden Joko Widodo (Jokowi) (Foto: Antara)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah mengetahui akan terjadinya perlambatan pada pertumbuhan ekonomi. Seperti diketahui, ekonomi RI mengalami perlambatan kuartal I-2015, hanya mencapai 4,7 persen.

&quot;Presiden Jokowi sebenarnya sudah tahu ekonomi melambat dari awal tahun, dari pas dilantik juga sudah tahu,&quot; Deputi Staf Kepresidenan bidang Ekonomi Purbaya Yudhi Sadewa di Kantor Staf Kepresidenan, Jakarta, Selasa (5/5/2015).

Menurut Purbaya, hal ini dikarenakan APBN 2015 yang disusun pemerintah sebelumnya tidak sesuai dengan konsep Nawa Cita Presiden Jokowi. Untuk itu lah diubah menjadi APBN-Perubahan 2015, walaupun pada dasarnya program Jokowi dalam APBN-P 2015 tidak semuanya ter-cover.

&quot;Cuma kan program-programnya enggak sesuai dengan prosedur APBN. Belum semuanya cair. Maka April-Mei 2015 sering ke daerah yang dikejar adalah proyek infrastruktur, groundbreaking dan lain-lain. Untuk percepat serapan anggaran,&quot; ungkapnya.

Purbaya menambahkan, walaupun Presiden Jokowi sudah mengetahui perlambatan pertumbuhan ekonomi pada tahun ini, namun dirinya memberikan instruksi untuk menjaga stabilitas ekonomi serta menciptakan pertumbuhan yang lebih cepat.

&quot;Infrastruktur salah satu alat untuk dorong percepatan pertumbuhan ekonomi. Menteri PUPR sudah siap gelontorkan &amp;lrm;Rp92 triliun-Rp93 triliun pada April-Mei ini. Masuk 20 persen dari situ. Tapi dampaknya akan semakin kelihatan,&quot; paparnya.

Purbaya mengungkapkan, dengan adanya percepatan pembangunan infrastruktur ini akan mendorong daya beli masyarakat, sehingga menciptakan pertumbuhan ekonomi.

&quot;Tapi saat bangun, tetap saja beli semen dan lain-lain, ada yang kerja di situ, makan di warung. Jadi pasti ada dampak positif dari pembangunan. Yang penting pemerintah harus tunjukkan program betul-betul dijalankan. Januari-Maret belum terlalu, tapi April-Mei sudah berjalan sedikit-sedikit. Daya beli dijaga, harga dijaga, &amp;lrm;momentum pertumbuhan dijaga ke depan dengan bangun proyek yang sudah dicanangkan, harusnya kita tidak jatuh lagi,&quot; tukasnya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah mengetahui akan terjadinya perlambatan pada pertumbuhan ekonomi. Seperti diketahui, ekonomi RI mengalami perlambatan kuartal I-2015, hanya mencapai 4,7 persen.

&quot;Presiden Jokowi sebenarnya sudah tahu ekonomi melambat dari awal tahun, dari pas dilantik juga sudah tahu,&quot; Deputi Staf Kepresidenan bidang Ekonomi Purbaya Yudhi Sadewa di Kantor Staf Kepresidenan, Jakarta, Selasa (5/5/2015).

Menurut Purbaya, hal ini dikarenakan APBN 2015 yang disusun pemerintah sebelumnya tidak sesuai dengan konsep Nawa Cita Presiden Jokowi. Untuk itu lah diubah menjadi APBN-Perubahan 2015, walaupun pada dasarnya program Jokowi dalam APBN-P 2015 tidak semuanya ter-cover.

&quot;Cuma kan program-programnya enggak sesuai dengan prosedur APBN. Belum semuanya cair. Maka April-Mei 2015 sering ke daerah yang dikejar adalah proyek infrastruktur, groundbreaking dan lain-lain. Untuk percepat serapan anggaran,&quot; ungkapnya.

Purbaya menambahkan, walaupun Presiden Jokowi sudah mengetahui perlambatan pertumbuhan ekonomi pada tahun ini, namun dirinya memberikan instruksi untuk menjaga stabilitas ekonomi serta menciptakan pertumbuhan yang lebih cepat.

&quot;Infrastruktur salah satu alat untuk dorong percepatan pertumbuhan ekonomi. Menteri PUPR sudah siap gelontorkan &amp;lrm;Rp92 triliun-Rp93 triliun pada April-Mei ini. Masuk 20 persen dari situ. Tapi dampaknya akan semakin kelihatan,&quot; paparnya.

Purbaya mengungkapkan, dengan adanya percepatan pembangunan infrastruktur ini akan mendorong daya beli masyarakat, sehingga menciptakan pertumbuhan ekonomi.

&quot;Tapi saat bangun, tetap saja beli semen dan lain-lain, ada yang kerja di situ, makan di warung. Jadi pasti ada dampak positif dari pembangunan. Yang penting pemerintah harus tunjukkan program betul-betul dijalankan. Januari-Maret belum terlalu, tapi April-Mei sudah berjalan sedikit-sedikit. Daya beli dijaga, harga dijaga, &amp;lrm;momentum pertumbuhan dijaga ke depan dengan bangun proyek yang sudah dicanangkan, harusnya kita tidak jatuh lagi,&quot; tukasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
