<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ekonomi Melambat, Investor Asing Kabur</title><description>Pertumbuhan ekonomi RI pada kuartal I-2015 melambat, ini tentu membuat pelaku pasar kecewa.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2015/05/05/20/1144909/ekonomi-melambat-investor-asing-kabur</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2015/05/05/20/1144909/ekonomi-melambat-investor-asing-kabur"/><item><title>Ekonomi Melambat, Investor Asing Kabur</title><link>https://economy.okezone.com/read/2015/05/05/20/1144909/ekonomi-melambat-investor-asing-kabur</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2015/05/05/20/1144909/ekonomi-melambat-investor-asing-kabur</guid><pubDate>Selasa 05 Mei 2015 16:25 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/05/05/20/1144909/ekonomi-melambat-investor-asing-kabur-Z6ThNBw9Fb.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Reuters</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/05/05/20/1144909/ekonomi-melambat-investor-asing-kabur-Z6ThNBw9Fb.jpg</image><title>Ilustrasi: Reuters</title></images><description>JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi RI pada kuartal I-2015 melambat, ini tentu membuat pelaku pasar kecewa. Terutama pergerakan pasar saham tengah lesu dengan anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) beberapa belakangan terakhir ini.

Namun, Deputi Staf Kepresidenan bidang ekonomi Purbaya Yudhi Sadewa enggan berkomentar mengenai lambatnya pertumbuhan ekonomi akan membuat kabur para investor yang menanamkan investasinya di Indonesia.

&quot;Kalau di capital market, tidak bisa diprediksi, karena pasti mereka sudah lari, kayak kemarin sudah terkoreksi,&quot; ucap Purbaya di Kantor Staf Kepresidenan, Jakarta, Selasa (5/5/2015).

Menurut Purbaya, saat ini para investor tengah melihat cara apa yang akan dilakukan pemerintah dalam mengatasi perlambatan pertumbuhan ekonomi. Salah satu cara yang sudah dilakukan pemerintah adalah menggeber pembangunan proyek infrastruktur.

&quot;Yang mereka lihat adalah &amp;lrm;apa langkah pemerintah ke depan apa akan dibiarkan jatuh ke bawah. Kalau dilihat kebijakan pak Jokowi, pak Jokowi bukan di atas kertas, tapi dia betul-betul turun ke lokasi untuk pastikan infrastruktur yang sudah jalan,&quot; tegasnya.

Purbaya mencontohkan, beberapa proyek infrastruktur yang langsung ditangani oleh Presiden Jokowi adalah pembangunan PLTU Batang 2x1.000 mega watt (mw) yang masih mangkrak. Namun, dalam waktu akan mulai direalisasikan pembangunannya.

&quot;Beliau (Jokowi) turun ke sana, saya dengar sudah bisa dijalankan. Jadi dalam 1-2 bulan ke depan sudah bisa dijalankan. Ini yang dibutuhkan investor. Kalau ekonomi melambat, sudah enggak bisa diapa-apain. Kita harus melihat ke depan,&quot; tegasnya.

Menurut Purbaya, respons pelaku pasar dari melambatnya pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak terlalu signifikan. &quot;Tapi kalau lihat reaksi pasar hari ini enggak jelek-jelek banget deh. Kita tahu kelemahan ekonomi, ada masalah apa. Dengan strategi pas, tidak usah terlalu takut ekonomi kita jatuh terpuruk,&quot; tukasnya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi RI pada kuartal I-2015 melambat, ini tentu membuat pelaku pasar kecewa. Terutama pergerakan pasar saham tengah lesu dengan anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) beberapa belakangan terakhir ini.

Namun, Deputi Staf Kepresidenan bidang ekonomi Purbaya Yudhi Sadewa enggan berkomentar mengenai lambatnya pertumbuhan ekonomi akan membuat kabur para investor yang menanamkan investasinya di Indonesia.

&quot;Kalau di capital market, tidak bisa diprediksi, karena pasti mereka sudah lari, kayak kemarin sudah terkoreksi,&quot; ucap Purbaya di Kantor Staf Kepresidenan, Jakarta, Selasa (5/5/2015).

Menurut Purbaya, saat ini para investor tengah melihat cara apa yang akan dilakukan pemerintah dalam mengatasi perlambatan pertumbuhan ekonomi. Salah satu cara yang sudah dilakukan pemerintah adalah menggeber pembangunan proyek infrastruktur.

&quot;Yang mereka lihat adalah &amp;lrm;apa langkah pemerintah ke depan apa akan dibiarkan jatuh ke bawah. Kalau dilihat kebijakan pak Jokowi, pak Jokowi bukan di atas kertas, tapi dia betul-betul turun ke lokasi untuk pastikan infrastruktur yang sudah jalan,&quot; tegasnya.

Purbaya mencontohkan, beberapa proyek infrastruktur yang langsung ditangani oleh Presiden Jokowi adalah pembangunan PLTU Batang 2x1.000 mega watt (mw) yang masih mangkrak. Namun, dalam waktu akan mulai direalisasikan pembangunannya.

&quot;Beliau (Jokowi) turun ke sana, saya dengar sudah bisa dijalankan. Jadi dalam 1-2 bulan ke depan sudah bisa dijalankan. Ini yang dibutuhkan investor. Kalau ekonomi melambat, sudah enggak bisa diapa-apain. Kita harus melihat ke depan,&quot; tegasnya.

Menurut Purbaya, respons pelaku pasar dari melambatnya pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak terlalu signifikan. &quot;Tapi kalau lihat reaksi pasar hari ini enggak jelek-jelek banget deh. Kita tahu kelemahan ekonomi, ada masalah apa. Dengan strategi pas, tidak usah terlalu takut ekonomi kita jatuh terpuruk,&quot; tukasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
