<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Urgent, Reshuffle Kabinet Dibutuhkan untuk Perbaikan Ekonomi </title><description>Menurut pengamat ekonomi A Prasetyantoko, reshuffle kabinet kerja Jokowi-JK dibutuhkan untuk memperbaiki perekonomian Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2015/05/12/20/1148503/urgent-reshuffle-kabinet-dibutuhkan-untuk-perbaikan-ekonomi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2015/05/12/20/1148503/urgent-reshuffle-kabinet-dibutuhkan-untuk-perbaikan-ekonomi"/><item><title>Urgent, Reshuffle Kabinet Dibutuhkan untuk Perbaikan Ekonomi </title><link>https://economy.okezone.com/read/2015/05/12/20/1148503/urgent-reshuffle-kabinet-dibutuhkan-untuk-perbaikan-ekonomi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2015/05/12/20/1148503/urgent-reshuffle-kabinet-dibutuhkan-untuk-perbaikan-ekonomi</guid><pubDate>Selasa 12 Mei 2015 13:30 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/05/12/20/1148503/urgent-reshuffle-kabinet-dibutuhkan-untuk-perbaikan-ekonomi-Dn4rHAwGT4.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Antara</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/05/12/20/1148503/urgent-reshuffle-kabinet-dibutuhkan-untuk-perbaikan-ekonomi-Dn4rHAwGT4.jpg</image><title>Foto: Antara</title></images><description>JAKARTA - Isu perombakan (reshuffle) kabinet kerja Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK) terus berhembus. Menteri bidang ekonomi yang belum menunjukkan performance kerjanya seperti terhadap nilai tukar Rupiah juga ikut terkana isu reshuffle. 

Menurut pengamat ekonomi A Prasetyantoko, reshuffle kabinet kerja Jokowi-JK dibutuhkan untuk memperbaiki perekonomian Indonesia. Pasalnya, ada beberapa menteri yang tidak kompeten menjalankan tugasnya selama enam bulan ini.

Perombakan kabinet atau reshuffle bisa memperbaiki kondisi perekonomian Indonesia, namun tergantung kepada prosesnya, apakah akan membuat kegaduhan atau tidak.

&quot;Tergantung pada prosesnya sendiri. Apakah akan buat kegaduhan? Kalau ya buat kegaduhan, itu enggak ada gunanya. Tapi kalau smooth, tenang, itu akan meningkatkan confidence,&quot; katanya di Kantor BPKM, Jakarta, Selasa (12/5/2015).

Dirinya pun mengingatkan ketika melakukan reshuffle, para menteri ini harus benar-benar atau sesuai dengan kebutuhan. Jangan sampai, ketika sudah reshuffle, malah membuat perekonomian Indonesia makin memburuk.

&quot;Yang kedua, itu gantinya benar enggak? Jangan-jangan yang diganti malah yang kompeten. Jadi kita maunya ditangani profesional sehingga kebijakannya yang benar. Jangan yang enggak mengerti jadi menteri. Yang mengerti akan makro  keuangan,&quot; jelasnya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Isu perombakan (reshuffle) kabinet kerja Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK) terus berhembus. Menteri bidang ekonomi yang belum menunjukkan performance kerjanya seperti terhadap nilai tukar Rupiah juga ikut terkana isu reshuffle. 

Menurut pengamat ekonomi A Prasetyantoko, reshuffle kabinet kerja Jokowi-JK dibutuhkan untuk memperbaiki perekonomian Indonesia. Pasalnya, ada beberapa menteri yang tidak kompeten menjalankan tugasnya selama enam bulan ini.

Perombakan kabinet atau reshuffle bisa memperbaiki kondisi perekonomian Indonesia, namun tergantung kepada prosesnya, apakah akan membuat kegaduhan atau tidak.

&quot;Tergantung pada prosesnya sendiri. Apakah akan buat kegaduhan? Kalau ya buat kegaduhan, itu enggak ada gunanya. Tapi kalau smooth, tenang, itu akan meningkatkan confidence,&quot; katanya di Kantor BPKM, Jakarta, Selasa (12/5/2015).

Dirinya pun mengingatkan ketika melakukan reshuffle, para menteri ini harus benar-benar atau sesuai dengan kebutuhan. Jangan sampai, ketika sudah reshuffle, malah membuat perekonomian Indonesia makin memburuk.

&quot;Yang kedua, itu gantinya benar enggak? Jangan-jangan yang diganti malah yang kompeten. Jadi kita maunya ditangani profesional sehingga kebijakannya yang benar. Jangan yang enggak mengerti jadi menteri. Yang mengerti akan makro  keuangan,&quot; jelasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
