<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ciri Beras Plastik, Setelah Dikonsumsi Bikin Mual</title><description>Beras plastik mulai beredar di masyarakat Indonesia. Padahal awalnya beras tersebut pertama kali beredar hanya di China.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2015/05/19/320/1151931/ciri-beras-plastik-setelah-dikonsumsi-bikin-mual</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2015/05/19/320/1151931/ciri-beras-plastik-setelah-dikonsumsi-bikin-mual"/><item><title>Ciri Beras Plastik, Setelah Dikonsumsi Bikin Mual</title><link>https://economy.okezone.com/read/2015/05/19/320/1151931/ciri-beras-plastik-setelah-dikonsumsi-bikin-mual</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2015/05/19/320/1151931/ciri-beras-plastik-setelah-dikonsumsi-bikin-mual</guid><pubDate>Selasa 19 Mei 2015 14:29 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhri Rezy</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/05/19/320/1151931/ciri-beras-plastik-setelah-dikonsumsi-bikin-mual-lb6JthKEkW.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/05/19/320/1151931/ciri-beras-plastik-setelah-dikonsumsi-bikin-mual-lb6JthKEkW.jpg</image><title>Ilustrasi: (Foto: Okezone)</title></images><description>
JAKARTA - Beras plastik mulai beredar di masyarakat Indonesia. Padahal awalnya beras tersebut pertama kali beredar hanya di China.

Salah satu masyarakat yang menemukan beras plastik adalah Dewi Septiani. Dia pun  membeberkan perbedaan beras plastik dengan beras asli.

&quot;Beras tersebut bila dimasak tidak menyerap langsung air,&quot; ujar Dewi saat dihubungi Okezone, Jakarta, Selasa (19/5/2015).

Selain itu, lanjutnya, bila dimasak menjadi bubur maka beras tersebut tidak lembek melainkan tetap berbentuk beras.

&quot;Terlihat beda sekali, saat matang beras plastik itu bentuknya menjadi terbuka (terlihat ke permukaan),&quot; ujarnya.

Dewi mengatakan, beras tersebut akan berbeda rasanya. Menurutnya, rasa beras plastik berasa tawar.

Hingga saat ini, lanjutnya, dirinya harus memilah beras plastik dan beras asli. Hal ini dia lakukan agar tidak termakan karena membuatnya mual dan sakit perut.

&quot;Pas makan buat mual dan sakit perut,&quot; ujarnya.

Sebelumnya, Dewi Septiani yang sehari-hari sebagai ibu rumah tangga mengakui menemukan beras tersebut di pasar Mutiara Gading Timur, Bekasi.

&quot;Saya menemukan di pasar Mutiara Gading Timur, jenis beras tersebut jenis lokal karawang,&quot; ujarnya.
</description><content:encoded>
JAKARTA - Beras plastik mulai beredar di masyarakat Indonesia. Padahal awalnya beras tersebut pertama kali beredar hanya di China.

Salah satu masyarakat yang menemukan beras plastik adalah Dewi Septiani. Dia pun  membeberkan perbedaan beras plastik dengan beras asli.

&quot;Beras tersebut bila dimasak tidak menyerap langsung air,&quot; ujar Dewi saat dihubungi Okezone, Jakarta, Selasa (19/5/2015).

Selain itu, lanjutnya, bila dimasak menjadi bubur maka beras tersebut tidak lembek melainkan tetap berbentuk beras.

&quot;Terlihat beda sekali, saat matang beras plastik itu bentuknya menjadi terbuka (terlihat ke permukaan),&quot; ujarnya.

Dewi mengatakan, beras tersebut akan berbeda rasanya. Menurutnya, rasa beras plastik berasa tawar.

Hingga saat ini, lanjutnya, dirinya harus memilah beras plastik dan beras asli. Hal ini dia lakukan agar tidak termakan karena membuatnya mual dan sakit perut.

&quot;Pas makan buat mual dan sakit perut,&quot; ujarnya.

Sebelumnya, Dewi Septiani yang sehari-hari sebagai ibu rumah tangga mengakui menemukan beras tersebut di pasar Mutiara Gading Timur, Bekasi.

&quot;Saya menemukan di pasar Mutiara Gading Timur, jenis beras tersebut jenis lokal karawang,&quot; ujarnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
