<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Modernland Yakin Pasar Properti Indonesia Masih Menarik</title><description>Pemerintah tidak akan mengubah suku bunga KPR terlalu jauh dari yang diberlakukan kini.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2015/06/03/470/1159548/modernland-yakin-pasar-properti-indonesia-masih-menarik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2015/06/03/470/1159548/modernland-yakin-pasar-properti-indonesia-masih-menarik"/><item><title>Modernland Yakin Pasar Properti Indonesia Masih Menarik</title><link>https://economy.okezone.com/read/2015/06/03/470/1159548/modernland-yakin-pasar-properti-indonesia-masih-menarik</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2015/06/03/470/1159548/modernland-yakin-pasar-properti-indonesia-masih-menarik</guid><pubDate>Rabu 03 Juni 2015 15:34 WIB</pubDate><dc:creator>Prabawati Sriningrum </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/06/03/470/1159548/modernland-yakin-pasar-properti-indonesia-masih-menarik-QSF8sMpzku.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi apartemen. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/06/03/470/1159548/modernland-yakin-pasar-properti-indonesia-masih-menarik-QSF8sMpzku.jpg</image><title>Ilustrasi apartemen. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - PT Modernland Realty Tbk (MDLN) berharap Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merevisi pelonggaran aturan loan to value ratio (LTV) kredit perumahan rakyat. Pasalnya, penjualan residensial Modernland ditentukan dari suku bunga KPR.

&quot;Hal itu juga sejalan dengan tujuan pemerintah untuk menekan angka pertumbuhan kepemilikan rumah pertama masyarakat,&quot; papar Direktur LH Freddy Chan di Hotel Ritz Carlton Jakarta, Rabu (3/6/2015).

Freddy menilai, pemerintah tidak akan mengubah suku bunga KPR terlalu jauh dari yang diberlakukan kini. Sehingga, pihaknya optimistis produk perseroan masih akan diminati oleh konsumennya.

&quot;Perseroan memperkirakan suku bunga di-range yang berada di kemampuan para konsumen kami sekitar 9-12 persen,&quot; ungkapnya.

Di sisi lain, optimisme perseroan terhadap target marketing sales tahun ini, sejalan dengan pertumbuhan penjualan yang hingga kini masih on track.

&quot;Target marketing sales di tahun ini menjadi Rp5,4 triliun sementara di kuartal I Rp1,46 triliun,&quot; imbuh dia.

Menurutnya, meski sektor properti masih akan mengalami pelemahan. Namun, dengan suku bunga KPR yang tidak naik signifikan masih terbilang baik bagi sektor properti.

&quot;Karena pemerintah juga kan inginnya growth bagi  sektor properti. Setiap kami melakukan launching terutama yang di kelapa gading selalu tinggi animo dari masyarakat,&quot; pungkasnya.
</description><content:encoded>JAKARTA - PT Modernland Realty Tbk (MDLN) berharap Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merevisi pelonggaran aturan loan to value ratio (LTV) kredit perumahan rakyat. Pasalnya, penjualan residensial Modernland ditentukan dari suku bunga KPR.

&quot;Hal itu juga sejalan dengan tujuan pemerintah untuk menekan angka pertumbuhan kepemilikan rumah pertama masyarakat,&quot; papar Direktur LH Freddy Chan di Hotel Ritz Carlton Jakarta, Rabu (3/6/2015).

Freddy menilai, pemerintah tidak akan mengubah suku bunga KPR terlalu jauh dari yang diberlakukan kini. Sehingga, pihaknya optimistis produk perseroan masih akan diminati oleh konsumennya.

&quot;Perseroan memperkirakan suku bunga di-range yang berada di kemampuan para konsumen kami sekitar 9-12 persen,&quot; ungkapnya.

Di sisi lain, optimisme perseroan terhadap target marketing sales tahun ini, sejalan dengan pertumbuhan penjualan yang hingga kini masih on track.

&quot;Target marketing sales di tahun ini menjadi Rp5,4 triliun sementara di kuartal I Rp1,46 triliun,&quot; imbuh dia.

Menurutnya, meski sektor properti masih akan mengalami pelemahan. Namun, dengan suku bunga KPR yang tidak naik signifikan masih terbilang baik bagi sektor properti.

&quot;Karena pemerintah juga kan inginnya growth bagi  sektor properti. Setiap kami melakukan launching terutama yang di kelapa gading selalu tinggi animo dari masyarakat,&quot; pungkasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
