<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>PKSEN Batan: 72% Rakyat Setuju Pembangkit Nuklir Dibangun</title><description>Kepala PKSEN Batan Yarianto menyebutkan, hasil tersebut diperoleh  melalui jajak pendapat yang dilakukan oleh lembaga survei independen  sejak 2010.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2015/06/07/19/1161562/pksen-batan-72-rakyat-setuju-pembangkit-nuklir-dibangun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2015/06/07/19/1161562/pksen-batan-72-rakyat-setuju-pembangkit-nuklir-dibangun"/><item><title>PKSEN Batan: 72% Rakyat Setuju Pembangkit Nuklir Dibangun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2015/06/07/19/1161562/pksen-batan-72-rakyat-setuju-pembangkit-nuklir-dibangun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2015/06/07/19/1161562/pksen-batan-72-rakyat-setuju-pembangkit-nuklir-dibangun</guid><pubDate>Minggu 07 Juni 2015 15:31 WIB</pubDate><dc:creator>Kurniasih Miftakhul Jannah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/06/07/19/1161562/pksen-batan-72-rakyat-setuju-pembangkit-nuklir-dibangun-p3wVPd8fYu.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Reuters</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/06/07/19/1161562/pksen-batan-72-rakyat-setuju-pembangkit-nuklir-dibangun-p3wVPd8fYu.jpg</image><title>Ilustrasi: Reuters</title></images><description>JAKARTA - Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir (PKSEN) Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) membantah kabar penolakan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Indonesia. Pasalnya Batan mengklaim 72 masyarakat setuju jika PLTN dibangun.

Kepala PKSEN Batan Yarianto menyebutkan, hasil tersebut diperoleh melalui jajak pendapat yang dilakukan oleh lembaga survei independen sejak 2010. Saat itu masyarakat yang setuju PLTN dibangun di Indonesia mencapai 60 persen.

&quot;Dalam jajak pendapat soal PLTN yang sudah dilakukan pada 2010, cukup baik hasilnya 60 persen. Tapi pada 2011 karena ada kecelakaan Fukusima, Jepang, jadi hasilnya menurun,&quot; papar dia dalam diskusi bertajuk Energi Kita, di Jakarta, Minggu (7/6/2015).

Kendati sempat menurun pascaledakan yang terjadi di Fukushima, pihaknya mengatakan keyakinan masyarakat kembali melonjak. Bahkan, dia mengklaim penduduk yang tinggal di wilayah yang memiliki potensi PLTN seperti di Bangka Belitung (Babel) sangat setuju dengan adanya PLTN di Indonesia.

&quot;Di Babel sendiri 57 persen menerima pembangunan PLTN. Ini jajak pendapat dilakukan independen oleh lembaga survei. Jadi mayoritas masyarakat setuju,&quot; imbuhnya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir (PKSEN) Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) membantah kabar penolakan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Indonesia. Pasalnya Batan mengklaim 72 masyarakat setuju jika PLTN dibangun.

Kepala PKSEN Batan Yarianto menyebutkan, hasil tersebut diperoleh melalui jajak pendapat yang dilakukan oleh lembaga survei independen sejak 2010. Saat itu masyarakat yang setuju PLTN dibangun di Indonesia mencapai 60 persen.

&quot;Dalam jajak pendapat soal PLTN yang sudah dilakukan pada 2010, cukup baik hasilnya 60 persen. Tapi pada 2011 karena ada kecelakaan Fukusima, Jepang, jadi hasilnya menurun,&quot; papar dia dalam diskusi bertajuk Energi Kita, di Jakarta, Minggu (7/6/2015).

Kendati sempat menurun pascaledakan yang terjadi di Fukushima, pihaknya mengatakan keyakinan masyarakat kembali melonjak. Bahkan, dia mengklaim penduduk yang tinggal di wilayah yang memiliki potensi PLTN seperti di Bangka Belitung (Babel) sangat setuju dengan adanya PLTN di Indonesia.

&quot;Di Babel sendiri 57 persen menerima pembangunan PLTN. Ini jajak pendapat dilakukan independen oleh lembaga survei. Jadi mayoritas masyarakat setuju,&quot; imbuhnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
