<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kecelakaan PLTN Bisa Kuras 50% APBN</title><description>Dewan Energi Nasional (DEN) berpendapat kecelakaan PLTN itu bisa menghabiskan dana separuh lebih dari APBN</description><link>https://economy.okezone.com/read/2015/06/07/19/1161598/kecelakaan-pltn-bisa-kuras-50-apbn</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2015/06/07/19/1161598/kecelakaan-pltn-bisa-kuras-50-apbn"/><item><title>Kecelakaan PLTN Bisa Kuras 50% APBN</title><link>https://economy.okezone.com/read/2015/06/07/19/1161598/kecelakaan-pltn-bisa-kuras-50-apbn</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2015/06/07/19/1161598/kecelakaan-pltn-bisa-kuras-50-apbn</guid><pubDate>Minggu 07 Juni 2015 17:30 WIB</pubDate><dc:creator>Kurniasih Miftakhul Jannah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/06/07/19/1161598/kecelakaan-pltn-bisa-kuras-50-apbn-MKOG4usELe.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Reuters</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/06/07/19/1161598/kecelakaan-pltn-bisa-kuras-50-apbn-MKOG4usELe.jpg</image><title>Ilustrasi: Reuters</title></images><description>JAKARTA - Dewan Energi Nasional (DEN) berpendapat Indonesia tidak perlu membangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Selain tidak efisien dan berbiaya mahal, energi nuklir juga berbahaya.

&quot;Pernyataan merokok lebih berbahaya dari radiasi nuklir itu salah. Kalau ada yang enggak fatal risikonya, kenapa kita mengambil pilihan yang fatal? Kecelakaan PLTN itu bisa menghabiskan dana separuh lebih dari APBN kita,&quot; ungkap Anggota DEN Rinaldy Dalimi, Minggu (7/6/2015).

Dia juga mengatakan limbah yang telah digunakan PLTN sangat berbahaya bagi kesehatan manusia. Pasalnya limbah harus dipendam terlebih dahulu selama 100 tahun baru bisa terurai dengan baik.

&quot;Kalau ada yang bilang murah itu tidak tepat. PLTN itu berbahaya, kalau enggak berbaya ketika meledak, orang boleh mendekat, semakin orang tahu bahaya PLTN, semakin banyak orang yang menolak,&quot; sebutnya.


</description><content:encoded>JAKARTA - Dewan Energi Nasional (DEN) berpendapat Indonesia tidak perlu membangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Selain tidak efisien dan berbiaya mahal, energi nuklir juga berbahaya.

&quot;Pernyataan merokok lebih berbahaya dari radiasi nuklir itu salah. Kalau ada yang enggak fatal risikonya, kenapa kita mengambil pilihan yang fatal? Kecelakaan PLTN itu bisa menghabiskan dana separuh lebih dari APBN kita,&quot; ungkap Anggota DEN Rinaldy Dalimi, Minggu (7/6/2015).

Dia juga mengatakan limbah yang telah digunakan PLTN sangat berbahaya bagi kesehatan manusia. Pasalnya limbah harus dipendam terlebih dahulu selama 100 tahun baru bisa terurai dengan baik.

&quot;Kalau ada yang bilang murah itu tidak tepat. PLTN itu berbahaya, kalau enggak berbaya ketika meledak, orang boleh mendekat, semakin orang tahu bahaya PLTN, semakin banyak orang yang menolak,&quot; sebutnya.


</content:encoded></item></channel></rss>
