<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>IPO PTPN Terhambat Anjloknya Harga Komoditas</title><description>Kementerian BUMN mengaku memiliki cita-cita  untuk membuat PTPN menjadi perusahaan yang go  public atau initial public offering (IPO).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2015/06/09/278/1162508/ipo-ptpn-terhambat-anjloknya-harga-komoditas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2015/06/09/278/1162508/ipo-ptpn-terhambat-anjloknya-harga-komoditas"/><item><title>IPO PTPN Terhambat Anjloknya Harga Komoditas</title><link>https://economy.okezone.com/read/2015/06/09/278/1162508/ipo-ptpn-terhambat-anjloknya-harga-komoditas</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2015/06/09/278/1162508/ipo-ptpn-terhambat-anjloknya-harga-komoditas</guid><pubDate>Selasa 09 Juni 2015 13:19 WIB</pubDate><dc:creator>Raisa Adila</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/06/09/278/1162508/ipo-ptpn-terhambat-anjloknya-harga-komoditas-Sy3P8X3JYy.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/06/09/278/1162508/ipo-ptpn-terhambat-anjloknya-harga-komoditas-Sy3P8X3JYy.jpg</image><title>Ilustrasi: (Foto: Okezone)</title></images><description>
JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengaku memiliki cita-cita untuk membuat PT Perkebunan Nusantara (PTPN) menjadi perusahaan yang go public atau initial public offering (IPO). Namun, masih banyak kendala yang perlu diatasi terkait rencana tersebut.

&quot;PTPN (menjadi go public) masih cita-cita. Terakhir tahun lalu sudah kita siapkan. Tapi harga komoditas kayak begini kita juga susah,&quot; kata Deputi bidang Usaha Agro dan Industri Strategis Kementerian BUMN Muhammad Zamkhani di Hotel Kempinski, Jakarta, Selasa (9/6/2015).

Menurutnya, proses menuju tahap tersebut memakan waktu yang cukup lama. Sebab, tidak hanya mencari waktu yang tepat, namun dari sisi regulasi masih belum cukup siap.

&quot;Kalau Pak Ito (Dirut BEI) ingin go public PTPN ini, kita sudah pengen sebenarnya. Kita harapkan dana yang ada bisa digunakan untuk perkembangan industri hilir,&quot; tambah Zamkhani.

Dia mengaku, masih perlu membuat roadmap untuk mewujudkan cita-cita tersebut. Meski demikian, beberapa perusahaan dianggap sudah siap menuju perusahaan go public.

&quot;Totall aset PTPN itu Rp50 triliun. Beberapa sudah siap go public. Dari sisi house keeping kayak PTPN VII dan V itu sudah siap meskipun itu tadi. Masih ada yang harus disempurnakan. Tahun ini belum ada rencana,&quot; ujar dia.
</description><content:encoded>
JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengaku memiliki cita-cita untuk membuat PT Perkebunan Nusantara (PTPN) menjadi perusahaan yang go public atau initial public offering (IPO). Namun, masih banyak kendala yang perlu diatasi terkait rencana tersebut.

&quot;PTPN (menjadi go public) masih cita-cita. Terakhir tahun lalu sudah kita siapkan. Tapi harga komoditas kayak begini kita juga susah,&quot; kata Deputi bidang Usaha Agro dan Industri Strategis Kementerian BUMN Muhammad Zamkhani di Hotel Kempinski, Jakarta, Selasa (9/6/2015).

Menurutnya, proses menuju tahap tersebut memakan waktu yang cukup lama. Sebab, tidak hanya mencari waktu yang tepat, namun dari sisi regulasi masih belum cukup siap.

&quot;Kalau Pak Ito (Dirut BEI) ingin go public PTPN ini, kita sudah pengen sebenarnya. Kita harapkan dana yang ada bisa digunakan untuk perkembangan industri hilir,&quot; tambah Zamkhani.

Dia mengaku, masih perlu membuat roadmap untuk mewujudkan cita-cita tersebut. Meski demikian, beberapa perusahaan dianggap sudah siap menuju perusahaan go public.

&quot;Totall aset PTPN itu Rp50 triliun. Beberapa sudah siap go public. Dari sisi house keeping kayak PTPN VII dan V itu sudah siap meskipun itu tadi. Masih ada yang harus disempurnakan. Tahun ini belum ada rencana,&quot; ujar dia.
</content:encoded></item></channel></rss>
