<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Meski Harga Naik Jelang Lebaran, Namun Stok Harus Terus Ada</title><description>Yang terpenting adalah stok bahan pokok Indonesia yang masih dapat terjaga keamanannya.
&amp;nbsp;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2015/06/10/320/1163359/meski-harga-naik-jelang-lebaran-namun-stok-harus-terus-ada</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2015/06/10/320/1163359/meski-harga-naik-jelang-lebaran-namun-stok-harus-terus-ada"/><item><title>Meski Harga Naik Jelang Lebaran, Namun Stok Harus Terus Ada</title><link>https://economy.okezone.com/read/2015/06/10/320/1163359/meski-harga-naik-jelang-lebaran-namun-stok-harus-terus-ada</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2015/06/10/320/1163359/meski-harga-naik-jelang-lebaran-namun-stok-harus-terus-ada</guid><pubDate>Rabu 10 Juni 2015 17:55 WIB</pubDate><dc:creator>Prabawati Sriningrum </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/06/10/320/1163359/meski-harga-naik-jelang-lebaran-namun-stok-harus-terus-ada-dyB1cLTzMb.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi pasar. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/06/10/320/1163359/meski-harga-naik-jelang-lebaran-namun-stok-harus-terus-ada-dyB1cLTzMb.jpg</image><title>Ilustrasi pasar. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil mengungkapkan lonjakan yang terjadi pada bahan pokok menjelang Ramadan dan Lebaran merupakan hal yang biasa. Namun, yang terpenting lebih kepada stok bahan pokok Indonesia yang masih dapat terjaga keamanannya.
&quot;Nah nanti Menteri Perdagangan terus melalukan monitoring, apa yang perlu dilakukan menjelang Ramadan dan Lebaran, memang biasanya tiap tahun terjadi lonjakan harga tetapi kali ini yang terpenting adalah ketersediaan barang-barang utama,&quot; tutur Sofyan usai rapat dengan Badan Anggaran DPR RI, Jakarta, Rabu (10/6/2015).
Sofyan mengatakan, kenaikan harga tersebut membutuhkan peran monitoring oleh Kementerian Perdagangan. Langkah itu, dapat dilakukan dengan melakukan operasi pasar. &quot;Untuk beras, Bulog bisa melakukan operasi pasar, kalau gula, kementerian BUMN juga ada badan yang khusus memantau stok gula,&quot;papar dia.
Menurut Sofyan, dengan adanya langkah ini maka dapat memantau praktik kecurangan menumpuk barang yang dilakukan oleh pedagang. Dia menambahkan, jika memang ada kecurangan yang dilakukan oleh pedagang, seperti menumpuk barang, kementerian perdagangan yang akan terus melakukan monitoring secara detail.
&quot;Kalau beras aman sampai enam  bulan ke depan, kalau gula sudah mulai panen 200 ribu ton bisa kita bahkan bisa menjual,&quot; tambahnya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil mengungkapkan lonjakan yang terjadi pada bahan pokok menjelang Ramadan dan Lebaran merupakan hal yang biasa. Namun, yang terpenting lebih kepada stok bahan pokok Indonesia yang masih dapat terjaga keamanannya.
&quot;Nah nanti Menteri Perdagangan terus melalukan monitoring, apa yang perlu dilakukan menjelang Ramadan dan Lebaran, memang biasanya tiap tahun terjadi lonjakan harga tetapi kali ini yang terpenting adalah ketersediaan barang-barang utama,&quot; tutur Sofyan usai rapat dengan Badan Anggaran DPR RI, Jakarta, Rabu (10/6/2015).
Sofyan mengatakan, kenaikan harga tersebut membutuhkan peran monitoring oleh Kementerian Perdagangan. Langkah itu, dapat dilakukan dengan melakukan operasi pasar. &quot;Untuk beras, Bulog bisa melakukan operasi pasar, kalau gula, kementerian BUMN juga ada badan yang khusus memantau stok gula,&quot;papar dia.
Menurut Sofyan, dengan adanya langkah ini maka dapat memantau praktik kecurangan menumpuk barang yang dilakukan oleh pedagang. Dia menambahkan, jika memang ada kecurangan yang dilakukan oleh pedagang, seperti menumpuk barang, kementerian perdagangan yang akan terus melakukan monitoring secara detail.
&quot;Kalau beras aman sampai enam  bulan ke depan, kalau gula sudah mulai panen 200 ribu ton bisa kita bahkan bisa menjual,&quot; tambahnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
