<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Perizinan Sulit, Nusa Konstruksi Batal Kembangkan Properti di Arab</title><description>Nusa Konstruksi Enjiniring akan membatalkan rencana pengembangan  properti di Arab Saudi karena kesulitan memperoleh  perizinan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2015/06/15/470/1165669/perizinan-sulit-nusa-konstruksi-batal-kembangkan-properti-di-arab</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2015/06/15/470/1165669/perizinan-sulit-nusa-konstruksi-batal-kembangkan-properti-di-arab"/><item><title>Perizinan Sulit, Nusa Konstruksi Batal Kembangkan Properti di Arab</title><link>https://economy.okezone.com/read/2015/06/15/470/1165669/perizinan-sulit-nusa-konstruksi-batal-kembangkan-properti-di-arab</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2015/06/15/470/1165669/perizinan-sulit-nusa-konstruksi-batal-kembangkan-properti-di-arab</guid><pubDate>Senin 15 Juni 2015 16:06 WIB</pubDate><dc:creator>Prabawati Sriningrum </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/06/15/470/1165669/perizinan-sulit-nusa-konstruksi-batal-kembangkan-properti-di-arab-XCie8SZwD1.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/06/15/470/1165669/perizinan-sulit-nusa-konstruksi-batal-kembangkan-properti-di-arab-XCie8SZwD1.jpg</image><title>Ilustrasi: Okezone</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; PT Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk (DGIK) menyatakan pihaknya akan membatalkan rencana pengembangan properti di Arab Saudi. Hal tersebut lantaran kesulitan dalam memperoleh perizinan.

&quot;Pada 2015, kami memutuskan menutup rencana berinvestasi di sektor properti ke Arab Saudi. Sudah tiga tahun ini izinnya mundur-mundur terus,&quot; ungkap Sekretaris Perusahaan Nusa Konstruksi, Djohan Halim, di Jakarta, Senin (15/6/2015).

Djohan mengatakan, perseroan akan memfokuskan untuk mengembangkan bisnis dalam negeri terlebih dahulu. Namun, pihaknya tidak menutup kemungkinan tetap menargetkan berinvestasi di luar negeri jika terdapat peluang bagus.

&quot;Sepanjang 2014, Nusa Konstruksi menangani 99 persen proyek kerjasama dengan swasta, selebihnya dengan pemerintah. Nilai proyek dengan pemerintah hanya Rp100-200 miliar, tetapi kalau dengan swasta bisa sampai Rp1 triliun,&quot; jelasnya.

Djohan menjelaskan, kendati lebih banyak menangani proyek swasta, tahun ini pihaknya tengah mengikuti tender proyek infrastruktur pemerintah.

&quot;Umumnya perseroan bekerja sama dengan pemerintah untuk 10 proyek per tahun,&quot; imbuh dia.

Selain itu, perseroan juga menargetkan nilai kontrak baru berkisar Rp1,8 triliun hingga Rp2 triliun dengan target pendapatan Rp2 triliun sampai Rp2,2 triliun di 2015.

&quot;Perseroan menargetkan capex (belanja modal) di tahun ini mencapai Rp50 miliar, yang sudah terealisasi sebesar 50 persen,&quot; pungkasnya.
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; PT Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk (DGIK) menyatakan pihaknya akan membatalkan rencana pengembangan properti di Arab Saudi. Hal tersebut lantaran kesulitan dalam memperoleh perizinan.

&quot;Pada 2015, kami memutuskan menutup rencana berinvestasi di sektor properti ke Arab Saudi. Sudah tiga tahun ini izinnya mundur-mundur terus,&quot; ungkap Sekretaris Perusahaan Nusa Konstruksi, Djohan Halim, di Jakarta, Senin (15/6/2015).

Djohan mengatakan, perseroan akan memfokuskan untuk mengembangkan bisnis dalam negeri terlebih dahulu. Namun, pihaknya tidak menutup kemungkinan tetap menargetkan berinvestasi di luar negeri jika terdapat peluang bagus.

&quot;Sepanjang 2014, Nusa Konstruksi menangani 99 persen proyek kerjasama dengan swasta, selebihnya dengan pemerintah. Nilai proyek dengan pemerintah hanya Rp100-200 miliar, tetapi kalau dengan swasta bisa sampai Rp1 triliun,&quot; jelasnya.

Djohan menjelaskan, kendati lebih banyak menangani proyek swasta, tahun ini pihaknya tengah mengikuti tender proyek infrastruktur pemerintah.

&quot;Umumnya perseroan bekerja sama dengan pemerintah untuk 10 proyek per tahun,&quot; imbuh dia.

Selain itu, perseroan juga menargetkan nilai kontrak baru berkisar Rp1,8 triliun hingga Rp2 triliun dengan target pendapatan Rp2 triliun sampai Rp2,2 triliun di 2015.

&quot;Perseroan menargetkan capex (belanja modal) di tahun ini mencapai Rp50 miliar, yang sudah terealisasi sebesar 50 persen,&quot; pungkasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
