<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kebutuhan Energi Tinggi, Nuklir Bisa Jadi Solusi</title><description>Masyarakat seharusnya tidak perlu mengkhawatirkan dengan rencana pembangunan PLTN.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2015/06/16/19/1166079/kebutuhan-energi-tinggi-nuklir-bisa-jadi-solusi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2015/06/16/19/1166079/kebutuhan-energi-tinggi-nuklir-bisa-jadi-solusi"/><item><title>Kebutuhan Energi Tinggi, Nuklir Bisa Jadi Solusi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2015/06/16/19/1166079/kebutuhan-energi-tinggi-nuklir-bisa-jadi-solusi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2015/06/16/19/1166079/kebutuhan-energi-tinggi-nuklir-bisa-jadi-solusi</guid><pubDate>Selasa 16 Juni 2015 11:35 WIB</pubDate><dc:creator>Hendra Kusuma</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/06/16/19/1166079/kebutuhan-energi-tinggi-nuklir-bisa-jadi-solusi-YKYPwbyIP8.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pembangkit listrik nuklir. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/06/16/19/1166079/kebutuhan-energi-tinggi-nuklir-bisa-jadi-solusi-YKYPwbyIP8.jpg</image><title>Pembangkit listrik nuklir. (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) menilai wacana pemerintah untuk membangun pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di Indonesia sudah mendapat pertentangan beberapa kalangan masyarakat.

Kepala Batan Jarot S Wisnubrato mengatakan, masyarakat seharusnya tidak perlu mengkhawatirkan dengan rencana pembangunan PLTN. Sebab, saat ini ada Batan untuk melindungi masyarakat.

&quot;Posisi Batan itu memproteksi masyarakat, jangan diasumsikan Batan terlalu ngotot dengan PLTN,&quot; kata Jarot di Restoran Raden Bahari, Jakarta, Selasa (16/6/2015).

Jarot menuturkan, Batan didirikan oleh pemerintah karena adanya percobaan pada 1958 percobaan bom atom di Indonesia. &quot;Makanya muncul tugas yang kita emban, termasuk bagaimana melakukan kajian studi PLTN,&quot; tambahnya.

Beberapa hal yang dipersoalkan, kata Jarot, PLTN dianggap sebagai pembangkit listrik yang mahal, memiliki risiko tinggi dan wilayah Indonesia tidak layak dibangun PLTN karena berada di daerah ring of fire.

&quot;Banyak hal yang berkembang, nuklir kan pilihan terakhir tetapi kan PP itu ada penjelasan bahwa saja dari parameter keselamatan tetapi kepentingan energi begitu meningkat pesat maka energi nuklir bisa menjadi pilihan,&quot; tutupnya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) menilai wacana pemerintah untuk membangun pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di Indonesia sudah mendapat pertentangan beberapa kalangan masyarakat.

Kepala Batan Jarot S Wisnubrato mengatakan, masyarakat seharusnya tidak perlu mengkhawatirkan dengan rencana pembangunan PLTN. Sebab, saat ini ada Batan untuk melindungi masyarakat.

&quot;Posisi Batan itu memproteksi masyarakat, jangan diasumsikan Batan terlalu ngotot dengan PLTN,&quot; kata Jarot di Restoran Raden Bahari, Jakarta, Selasa (16/6/2015).

Jarot menuturkan, Batan didirikan oleh pemerintah karena adanya percobaan pada 1958 percobaan bom atom di Indonesia. &quot;Makanya muncul tugas yang kita emban, termasuk bagaimana melakukan kajian studi PLTN,&quot; tambahnya.

Beberapa hal yang dipersoalkan, kata Jarot, PLTN dianggap sebagai pembangkit listrik yang mahal, memiliki risiko tinggi dan wilayah Indonesia tidak layak dibangun PLTN karena berada di daerah ring of fire.

&quot;Banyak hal yang berkembang, nuklir kan pilihan terakhir tetapi kan PP itu ada penjelasan bahwa saja dari parameter keselamatan tetapi kepentingan energi begitu meningkat pesat maka energi nuklir bisa menjadi pilihan,&quot; tutupnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
