<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pelayanan dan Tarif di Pelabuhan Tanjung Priok Harus Dievaluasi</title><description>Carmelita Hartoto berharap ada kesesuaian yang wajar antara tarif yang berlaku dengan level of service pengurus pelabuhan PT Pelindo II.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2015/06/18/320/1167546/pelayanan-dan-tarif-di-pelabuhan-tanjung-priok-harus-dievaluasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2015/06/18/320/1167546/pelayanan-dan-tarif-di-pelabuhan-tanjung-priok-harus-dievaluasi"/><item><title>Pelayanan dan Tarif di Pelabuhan Tanjung Priok Harus Dievaluasi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2015/06/18/320/1167546/pelayanan-dan-tarif-di-pelabuhan-tanjung-priok-harus-dievaluasi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2015/06/18/320/1167546/pelayanan-dan-tarif-di-pelabuhan-tanjung-priok-harus-dievaluasi</guid><pubDate>Kamis 18 Juni 2015 16:32 WIB</pubDate><dc:creator>Danang Sugianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/06/18/320/1167546/pelayanan-dan-tarif-di-pelabuhan-tanjung-priok-harus-dievaluasi-rXTq1tsqUd.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/06/18/320/1167546/pelayanan-dan-tarif-di-pelabuhan-tanjung-priok-harus-dievaluasi-rXTq1tsqUd.jpg</image><title>Ilustrasi: Okezone</title></images><description>JAKARTA - Wakil Ketua Umum Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Carmelita Hartoto berharap Presiden Joko Widodo (Jokowi) bisa mengevaluasi tingkat pelayanan (level of service) pelabuhan Tanjung Priok yang dirasa tidak sesuai dengan tarif yang diberlakukan.

&amp;ldquo;Presiden Jokowi  sebaiknya  melihat kinerja pelabuhan kita, apakah level of service-nya sudah sesuai dengan tarif yang diberlakukan atau tidak,&quot; tutur Carmelita dilansir dari keterangan tertulisnya, Jakarta, Kamis (18/6/2015).

Dirinya berharap ada kesesuaian yang wajar antara tarif yang berlaku dengan level of service pengurus pelabuhan yakni PT Pelindo II. Pasalnya hingga saat ini banyak pemilik pengusaha yang mengeluhkan pelayanan yang jauh dari yang diharapkan diluar dwelling time yang masih relatif lama.

&quot;Buat apa  ada level of service  kalau tidak ada  penaltinya, misalnya memberikan kita sebagai pengguna jasa diskon kalau level of service-nya tidak tercapai,&amp;rdquo; imbuhnya.

Selama ini, lanjut Carmelita, kapasitas Pelabuhan Tanjung Priok sudah penuh sesak. Bayangkan saja pelabuhan ini menanggung sekitar 70 persen aktivitas bongkar muat di Indonesia.  Bahkan,  pada saat  peak  arus bongkar muat,  kerap terjadi kemacetan   sehingga  dwelling time menjadi  lebih lama.

&amp;ldquo;Saya yakin, kalau sebagian aktivitas di Pelabuhan Tanjung Priok dialihkan  ke Cikarang Dryport pasti akan lebih efektif, sambil kita menunggu pembangunan Marunda Port atau pun Cilamaya,&amp;rdquo; kata dia.

Carmelita berharap pengelola pelabuhan bisa bekerja secara profesional dan baik, agar persoalan klasik seperti dwelling time bisa terselesaikan dengan baik. Hal itulah yang diharapkan oleh seluruh pengusaha yang ada di Indonesia.

&amp;ldquo;Saatnya, kita selesaikan persoalan dwelling time,  sebab  persaingan makin ketat memasuki era Masyarakat Ekonomi ASEAN,&amp;rdquo; pungkasnya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Wakil Ketua Umum Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Carmelita Hartoto berharap Presiden Joko Widodo (Jokowi) bisa mengevaluasi tingkat pelayanan (level of service) pelabuhan Tanjung Priok yang dirasa tidak sesuai dengan tarif yang diberlakukan.

&amp;ldquo;Presiden Jokowi  sebaiknya  melihat kinerja pelabuhan kita, apakah level of service-nya sudah sesuai dengan tarif yang diberlakukan atau tidak,&quot; tutur Carmelita dilansir dari keterangan tertulisnya, Jakarta, Kamis (18/6/2015).

Dirinya berharap ada kesesuaian yang wajar antara tarif yang berlaku dengan level of service pengurus pelabuhan yakni PT Pelindo II. Pasalnya hingga saat ini banyak pemilik pengusaha yang mengeluhkan pelayanan yang jauh dari yang diharapkan diluar dwelling time yang masih relatif lama.

&quot;Buat apa  ada level of service  kalau tidak ada  penaltinya, misalnya memberikan kita sebagai pengguna jasa diskon kalau level of service-nya tidak tercapai,&amp;rdquo; imbuhnya.

Selama ini, lanjut Carmelita, kapasitas Pelabuhan Tanjung Priok sudah penuh sesak. Bayangkan saja pelabuhan ini menanggung sekitar 70 persen aktivitas bongkar muat di Indonesia.  Bahkan,  pada saat  peak  arus bongkar muat,  kerap terjadi kemacetan   sehingga  dwelling time menjadi  lebih lama.

&amp;ldquo;Saya yakin, kalau sebagian aktivitas di Pelabuhan Tanjung Priok dialihkan  ke Cikarang Dryport pasti akan lebih efektif, sambil kita menunggu pembangunan Marunda Port atau pun Cilamaya,&amp;rdquo; kata dia.

Carmelita berharap pengelola pelabuhan bisa bekerja secara profesional dan baik, agar persoalan klasik seperti dwelling time bisa terselesaikan dengan baik. Hal itulah yang diharapkan oleh seluruh pengusaha yang ada di Indonesia.

&amp;ldquo;Saatnya, kita selesaikan persoalan dwelling time,  sebab  persaingan makin ketat memasuki era Masyarakat Ekonomi ASEAN,&amp;rdquo; pungkasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
