<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Utang Menumpuk, Menkeu Bantah Nasib Indonesia Bisa Seperti Yunani   </title><description>Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan, kondisi perekonomian Indonesia tidak sama dengan kondisi perekonomian Yunani.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2015/07/03/20/1176063/utang-menumpuk-menkeu-bantah-nasib-indonesia-bisa-seperti-yunani</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2015/07/03/20/1176063/utang-menumpuk-menkeu-bantah-nasib-indonesia-bisa-seperti-yunani"/><item><title>   Utang Menumpuk, Menkeu Bantah Nasib Indonesia Bisa Seperti Yunani   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2015/07/03/20/1176063/utang-menumpuk-menkeu-bantah-nasib-indonesia-bisa-seperti-yunani</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2015/07/03/20/1176063/utang-menumpuk-menkeu-bantah-nasib-indonesia-bisa-seperti-yunani</guid><pubDate>Jum'at 03 Juli 2015 20:37 WIB</pubDate><dc:creator>Dhera Arizona Pratiwi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/07/03/20/1176063/utang-menumpuk-menkeu-bantah-nasib-indonesia-bisa-seperti-yunani-CtUsQJuw49.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menkeu Bambang PS Brodjonegoro (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/07/03/20/1176063/utang-menumpuk-menkeu-bantah-nasib-indonesia-bisa-seperti-yunani-CtUsQJuw49.jpg</image><title>Menkeu Bambang PS Brodjonegoro (Foto: Okezone)</title></images><description>
JAKARTA - Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan, kondisi perekonomian Indonesia tidak sama dengan kondisi perekonomian Yunani. Sebab, pemerintah Indonesia tidak pernah terkena masalah isu gagal bayar seperti layaknya yang dialami Yunani.

&quot;Yunani itu gagal bayar ke IMF, kemudian mengharapkan Eropa-nya membailout, Eropanya enggak mau. Tapi itu artinya negaranya default,&quot; ucapnya di MNC Tower, Jakarta, Jumat (3/7/2015).

Bambang melihat, selama ini pemerintah Indonesia selalu membayar utang yang telah dianggarkan untuk dipinjam secara baik.  Ole karena itu, Indonesia masih jauh dari default.

&quot;Kita pinjam ke market, kita bayarkan dengan baik, kita anggarkan, kita sama sekali tidak ada isu default,&quot; tutur dia.

Meski demikian, dia tidak membantah jika ada perusahaan di Indonesia yang telat atau gagal membayar utang kepada pihak kreditor luar negeri. Namun, dia menjamin BUMN tidak akan gagal bayar. &quot;Kalau swasta, urusannya lain,&quot; katanya.

Menurut dia, meskipun saat ini ekonomi terkontrasi ke kisaran 4,7 persen, namun belum mencapai resesi.&quot;Kita mengalami perlambatan ekonomi iya, tapi kalau resesi sepertinya belum,&quot; jelasnya.

Dia menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia masih sempat berada di atas lima persen pada tahun lalu. Berbeda dengan beberapa negara lain yang dinyatakan positif terkena resesi atau kemerosotan. &quot;Kalau kita bicara Brasil, Rusia, itu resesi, karena pertumbuhannya negatif tahun ini,&quot; jelas dia.

Karenanya, pada semester II ini, dirinya masih optimistis pertumbuhan ekonomi akan berada di atas lima persen. Sebab, pada semester I pertumbuhan ekonomi 4,7 persen tersebut melambat dikarenakan belum adanya belanja pemerintah.

&quot;Tahun ini kita upayakan di atas 5 persen. Dan 4,7 persen di kuartal I adalah belanja modal tanpa belanja pemerintah sama sekali, yang ada hanya bayar gaji pegawai,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>
JAKARTA - Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan, kondisi perekonomian Indonesia tidak sama dengan kondisi perekonomian Yunani. Sebab, pemerintah Indonesia tidak pernah terkena masalah isu gagal bayar seperti layaknya yang dialami Yunani.

&quot;Yunani itu gagal bayar ke IMF, kemudian mengharapkan Eropa-nya membailout, Eropanya enggak mau. Tapi itu artinya negaranya default,&quot; ucapnya di MNC Tower, Jakarta, Jumat (3/7/2015).

Bambang melihat, selama ini pemerintah Indonesia selalu membayar utang yang telah dianggarkan untuk dipinjam secara baik.  Ole karena itu, Indonesia masih jauh dari default.

&quot;Kita pinjam ke market, kita bayarkan dengan baik, kita anggarkan, kita sama sekali tidak ada isu default,&quot; tutur dia.

Meski demikian, dia tidak membantah jika ada perusahaan di Indonesia yang telat atau gagal membayar utang kepada pihak kreditor luar negeri. Namun, dia menjamin BUMN tidak akan gagal bayar. &quot;Kalau swasta, urusannya lain,&quot; katanya.

Menurut dia, meskipun saat ini ekonomi terkontrasi ke kisaran 4,7 persen, namun belum mencapai resesi.&quot;Kita mengalami perlambatan ekonomi iya, tapi kalau resesi sepertinya belum,&quot; jelasnya.

Dia menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia masih sempat berada di atas lima persen pada tahun lalu. Berbeda dengan beberapa negara lain yang dinyatakan positif terkena resesi atau kemerosotan. &quot;Kalau kita bicara Brasil, Rusia, itu resesi, karena pertumbuhannya negatif tahun ini,&quot; jelas dia.

Karenanya, pada semester II ini, dirinya masih optimistis pertumbuhan ekonomi akan berada di atas lima persen. Sebab, pada semester I pertumbuhan ekonomi 4,7 persen tersebut melambat dikarenakan belum adanya belanja pemerintah.

&quot;Tahun ini kita upayakan di atas 5 persen. Dan 4,7 persen di kuartal I adalah belanja modal tanpa belanja pemerintah sama sekali, yang ada hanya bayar gaji pegawai,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
