<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pangsa Pasar E-Commerce di Indonesia Masih Sangat Besar!</title><description>Kasus beli iPhone dapat sabun yang sedang ramai diperbincangkan saat ini disinyalir mengandung persaingan bisnis.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2015/07/03/320/1174606/pangsa-pasar-e-commerce-di-indonesia-masih-sangat-besar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2015/07/03/320/1174606/pangsa-pasar-e-commerce-di-indonesia-masih-sangat-besar"/><item><title>Pangsa Pasar E-Commerce di Indonesia Masih Sangat Besar!</title><link>https://economy.okezone.com/read/2015/07/03/320/1174606/pangsa-pasar-e-commerce-di-indonesia-masih-sangat-besar</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2015/07/03/320/1174606/pangsa-pasar-e-commerce-di-indonesia-masih-sangat-besar</guid><pubDate>Jum'at 03 Juli 2015 06:55 WIB</pubDate><dc:creator>Danang Sugianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/07/01/320/1174606/pangsa-pasar-e-commerce-di-indonesia-masih-sangat-besar-WaF56NvosB.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/07/01/320/1174606/pangsa-pasar-e-commerce-di-indonesia-masih-sangat-besar-WaF56NvosB.jpg</image><title>Ilustrasi: (Foto: Reuters)</title></images><description>
JAKARTA - Kasus beli iPhone dapat sabun yang sedang ramai diperbincangkan saat ini disinyalir mengandung persaingan bisnis antar perusahaan e-commerce yang bersangkutan.

Namun menurut ketua Indonesia E-Commerce Association (idEA) Daniel Tumiwa seharusnya saat ini belum ada suatu hal yang mendasari persaingan di ranah e-commerce terjadi.

Pasalnya saat ini peluang bisnis e-Commerce masih sangat besar. Pangsa pasarnya di Indonesia masih memiliki potensi yang besar untuk terus berkembang.

&quot;Pangsa pasar dari e-commerce itu masih sekitar di bawah 1 persen dari pangsa pasar retail offline. Bahkan yang pakai internet saja masih sangat sedikit yang berbelanja e-commerce. Jadi Marketnya belum tersentuh, tidak perlu khawatir kalau ada yang mau ambil pelanggan kita,&quot; tutur Daniel saat dihubungi Okezone, Jumat (3/7/2015).

Menurutnya, penetrasi perkembangan internet di Indoensia memang sangat besar. Tapi pengetahuan tentang e-commerce masih sangat minim dari masyarakat Indonesia yang berjumlah sekitar 250 juta.

Oleh karena itu, lanjut Daniel, saat ini justru seluruh pelaku e-Commerce sedang bahu membahu untuk membangun pasar, dengan mengedukasi masyarakat terkait aman dan nyamannya berbelanja secara online.

&quot;Jadi seluruh pelaku masing-masing merek masih mempunyai ruang untuk terus berkembang. Masih jauh untuk mengkhawatirkan persaingan. Karena industri ini baru mulai untuk tumbuh,&quot; pungkasnya.
</description><content:encoded>
JAKARTA - Kasus beli iPhone dapat sabun yang sedang ramai diperbincangkan saat ini disinyalir mengandung persaingan bisnis antar perusahaan e-commerce yang bersangkutan.

Namun menurut ketua Indonesia E-Commerce Association (idEA) Daniel Tumiwa seharusnya saat ini belum ada suatu hal yang mendasari persaingan di ranah e-commerce terjadi.

Pasalnya saat ini peluang bisnis e-Commerce masih sangat besar. Pangsa pasarnya di Indonesia masih memiliki potensi yang besar untuk terus berkembang.

&quot;Pangsa pasar dari e-commerce itu masih sekitar di bawah 1 persen dari pangsa pasar retail offline. Bahkan yang pakai internet saja masih sangat sedikit yang berbelanja e-commerce. Jadi Marketnya belum tersentuh, tidak perlu khawatir kalau ada yang mau ambil pelanggan kita,&quot; tutur Daniel saat dihubungi Okezone, Jumat (3/7/2015).

Menurutnya, penetrasi perkembangan internet di Indoensia memang sangat besar. Tapi pengetahuan tentang e-commerce masih sangat minim dari masyarakat Indonesia yang berjumlah sekitar 250 juta.

Oleh karena itu, lanjut Daniel, saat ini justru seluruh pelaku e-Commerce sedang bahu membahu untuk membangun pasar, dengan mengedukasi masyarakat terkait aman dan nyamannya berbelanja secara online.

&quot;Jadi seluruh pelaku masing-masing merek masih mempunyai ruang untuk terus berkembang. Masih jauh untuk mengkhawatirkan persaingan. Karena industri ini baru mulai untuk tumbuh,&quot; pungkasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
