<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pasar Tradisional Makin Modern, Masyarakat Diminta Kembali</title><description>Pasar tradisional serta pasar modern memiliki perbedaan dalam mekanisme keterlibatan para pelaku usahanya.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2015/07/09/320/1179104/pasar-tradisional-makin-modern-masyarakat-diminta-kembali</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2015/07/09/320/1179104/pasar-tradisional-makin-modern-masyarakat-diminta-kembali"/><item><title>Pasar Tradisional Makin Modern, Masyarakat Diminta Kembali</title><link>https://economy.okezone.com/read/2015/07/09/320/1179104/pasar-tradisional-makin-modern-masyarakat-diminta-kembali</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2015/07/09/320/1179104/pasar-tradisional-makin-modern-masyarakat-diminta-kembali</guid><pubDate>Kamis 09 Juli 2015 17:36 WIB</pubDate><dc:creator>Prabawati Sriningrum </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/07/09/320/1179104/pasar-tradisional-makin-modern-masyarakat-diminta-kembali-SmKZvApzAY.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi pasar. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/07/09/320/1179104/pasar-tradisional-makin-modern-masyarakat-diminta-kembali-SmKZvApzAY.jpg</image><title>Ilustrasi pasar. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Keberadaan pasar tradisional saat ini mulai tergusur, karena masyarakat dalam negeri mulai beralih membeli kebutuhan pokok ke pasar modern. Pasalnya, masyarakat lebih nyaman untuk berbelanja di pasar modern.

&quot;Itu tidak bisa dinafikan, karena bagaimanapun konsumen punya pangsa pasarnya sendiri,&quot; ujar Ketua DPD RI Irman Gusman di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (9/7/2015).

Irman mengatakan, kendati mulai ditinggalkan, pihaknya tetap mengimbau pemerintah untuk melakukan revitalisasi pasar tradisional. Sebab, pasar tradisional tetap menjadi tumpuan ekonomi rakyat.

&quot;Makanya, kita imbau kepada pemerintah untuk melakukan revitalisasi dan pendirian pasar rakyat yang baru, bersih, sehat, serta harga terjangkau,&quot; jelasnya.

Lebih lanjut dia menuturkan, pasar tradisional serta pasar modern memiliki perbedaan dalam mekanisme keterlibatan para pelaku usahanya. &quot;Pasar modern bukan jual-beli saja, tapi sebuah komoditas ribuan dan ratusan orang terlibat dalam sebuah pasar itu,&quot; katanya.

Lebih lanjut dia mengatakan, tidak semua pasar tradisional dikelola dengan buruk. &quot;Karena, saya berkunjung ke pasar tradisional Indonesia banyak yang manajemennya modern. Itu jati diri ekonomi bangsa Indonesia yang berada di pasar itu sendiri,&quot; katanya.

Irman menlai pasar tradisional memang lebih memberikan pengaruh ekonomi ke masyarakat karena dimiliki oleh rakyat. Sementara untuk pasar modern saat ini banyak dimiliki oleh korporasi. &quot;Silakan dia berada di Ibu Kota Negara, tetapi pasar rakyat berada di mana-mana. Baik di Ibu Kota Negara maupun sampai di desa-desa,&quot; ungkap dia.

Oleh karena itu, Irman memberi dukungan penuh dengan bekerja sama dengan Kementerian Perdagangan guna melakukan revitalisasi pasar tradisional agar diminati masyarakat.

&quot;Gerakan ayo kembali ke pasar tradisional, dukungan politik dari DPD dengan kerjasama Kemendag. Untuk melakukan revitalisasi di pasar, menarik orang datang dipromosikan,&quot; tandasnya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Keberadaan pasar tradisional saat ini mulai tergusur, karena masyarakat dalam negeri mulai beralih membeli kebutuhan pokok ke pasar modern. Pasalnya, masyarakat lebih nyaman untuk berbelanja di pasar modern.

&quot;Itu tidak bisa dinafikan, karena bagaimanapun konsumen punya pangsa pasarnya sendiri,&quot; ujar Ketua DPD RI Irman Gusman di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (9/7/2015).

Irman mengatakan, kendati mulai ditinggalkan, pihaknya tetap mengimbau pemerintah untuk melakukan revitalisasi pasar tradisional. Sebab, pasar tradisional tetap menjadi tumpuan ekonomi rakyat.

&quot;Makanya, kita imbau kepada pemerintah untuk melakukan revitalisasi dan pendirian pasar rakyat yang baru, bersih, sehat, serta harga terjangkau,&quot; jelasnya.

Lebih lanjut dia menuturkan, pasar tradisional serta pasar modern memiliki perbedaan dalam mekanisme keterlibatan para pelaku usahanya. &quot;Pasar modern bukan jual-beli saja, tapi sebuah komoditas ribuan dan ratusan orang terlibat dalam sebuah pasar itu,&quot; katanya.

Lebih lanjut dia mengatakan, tidak semua pasar tradisional dikelola dengan buruk. &quot;Karena, saya berkunjung ke pasar tradisional Indonesia banyak yang manajemennya modern. Itu jati diri ekonomi bangsa Indonesia yang berada di pasar itu sendiri,&quot; katanya.

Irman menlai pasar tradisional memang lebih memberikan pengaruh ekonomi ke masyarakat karena dimiliki oleh rakyat. Sementara untuk pasar modern saat ini banyak dimiliki oleh korporasi. &quot;Silakan dia berada di Ibu Kota Negara, tetapi pasar rakyat berada di mana-mana. Baik di Ibu Kota Negara maupun sampai di desa-desa,&quot; ungkap dia.

Oleh karena itu, Irman memberi dukungan penuh dengan bekerja sama dengan Kementerian Perdagangan guna melakukan revitalisasi pasar tradisional agar diminati masyarakat.

&quot;Gerakan ayo kembali ke pasar tradisional, dukungan politik dari DPD dengan kerjasama Kemendag. Untuk melakukan revitalisasi di pasar, menarik orang datang dipromosikan,&quot; tandasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
