<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menko Sofyan Tak Persoalkan Harga Pertalite, yang Penting Premium!</title><description>Hadirnya Pertalite lanjut Sofyan mengatakan, tidak akan menurunkan konsumsi Pertamax yang sudah meningkat.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2015/07/24/19/1185087/menko-sofyan-tak-persoalkan-harga-pertalite-yang-penting-premium</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2015/07/24/19/1185087/menko-sofyan-tak-persoalkan-harga-pertalite-yang-penting-premium"/><item><title>Menko Sofyan Tak Persoalkan Harga Pertalite, yang Penting Premium!</title><link>https://economy.okezone.com/read/2015/07/24/19/1185087/menko-sofyan-tak-persoalkan-harga-pertalite-yang-penting-premium</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2015/07/24/19/1185087/menko-sofyan-tak-persoalkan-harga-pertalite-yang-penting-premium</guid><pubDate>Jum'at 24 Juli 2015 18:23 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/07/24/19/1185087/menko-sofyan-tak-persoalkan-harga-pertalite-yang-penting-premium-Er9x30JWFr.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/07/24/19/1185087/menko-sofyan-tak-persoalkan-harga-pertalite-yang-penting-premium-Er9x30JWFr.jpg</image><title>Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil (Foto: Okezone)</title></images><description>
JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Perekonomian Sofyan Djalil tidak mempermasalahkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Pertalite sebesar Rp8.400 per liter. Harga tersebut akan menambah variasi harga BBM di Indonesia.
&quot;Itu enggak ada masalah, itu kan pilihan saja, bagi pemerintah yang penting yang mayoritas pakai Premium itu yang dijaga pemerintah,&quot; kata Sofyan di kantor Wapres, Jakarta, Jumat (24/7/2015).
Menurut Sofyan, harga Pertalite yang dijual Rp8.400 per liter bukan untuk menutup kerugian Pertamina akibat menjual harga BBM jenis Solar dan Premium.
&quot;Itu sih enggak, itu sih mereka harga keekonomian saja. Dan persaingan terjadi dengan Shell dan lain-lain. Sedangkan Premium kan tidak,&quot; paparnya.
Sementara itu, hadirnya Pertalite lanjut Sofyan mengatakan, tidak akan menurunkan konsumsi Pertamax yang sudah meningkat.
&quot;Saya pikir enggak, Pertamina sudah menghitung itu. Dan kemudian karena orang mampu yang punya mobil yang baru, punya motor yang baru, kemarin juga waktu Lebaran permintaan Pertamax sangat meningkat, karena orang menyadari kalau naik motor itu jauh lebih ringan motornya, lebih hemat, kata satpam saya. Jadi saya pikir bagus saja itu bagi lingkungan kita,&quot; tukasnya.
</description><content:encoded>
JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Perekonomian Sofyan Djalil tidak mempermasalahkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Pertalite sebesar Rp8.400 per liter. Harga tersebut akan menambah variasi harga BBM di Indonesia.
&quot;Itu enggak ada masalah, itu kan pilihan saja, bagi pemerintah yang penting yang mayoritas pakai Premium itu yang dijaga pemerintah,&quot; kata Sofyan di kantor Wapres, Jakarta, Jumat (24/7/2015).
Menurut Sofyan, harga Pertalite yang dijual Rp8.400 per liter bukan untuk menutup kerugian Pertamina akibat menjual harga BBM jenis Solar dan Premium.
&quot;Itu sih enggak, itu sih mereka harga keekonomian saja. Dan persaingan terjadi dengan Shell dan lain-lain. Sedangkan Premium kan tidak,&quot; paparnya.
Sementara itu, hadirnya Pertalite lanjut Sofyan mengatakan, tidak akan menurunkan konsumsi Pertamax yang sudah meningkat.
&quot;Saya pikir enggak, Pertamina sudah menghitung itu. Dan kemudian karena orang mampu yang punya mobil yang baru, punya motor yang baru, kemarin juga waktu Lebaran permintaan Pertamax sangat meningkat, karena orang menyadari kalau naik motor itu jauh lebih ringan motornya, lebih hemat, kata satpam saya. Jadi saya pikir bagus saja itu bagi lingkungan kita,&quot; tukasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
