<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Total Utang Pemerintah Naik ke Rp2.864 Triliun</title><description>Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat realisasi utang pemerintah mengalami kenaikan pada akhir Juni ini.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2015/07/24/20/1184829/total-utang-pemerintah-naik-ke-rp2-864-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2015/07/24/20/1184829/total-utang-pemerintah-naik-ke-rp2-864-triliun"/><item><title>Total Utang Pemerintah Naik ke Rp2.864 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2015/07/24/20/1184829/total-utang-pemerintah-naik-ke-rp2-864-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2015/07/24/20/1184829/total-utang-pemerintah-naik-ke-rp2-864-triliun</guid><pubDate>Jum'at 24 Juli 2015 11:36 WIB</pubDate><dc:creator>Kurniasih Miftakhul Jannah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/07/24/20/1184829/total-utang-pemerintah-naik-ke-rp2-864-triliun-zgHuAIPvOv.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Utang. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/07/24/20/1184829/total-utang-pemerintah-naik-ke-rp2-864-triliun-zgHuAIPvOv.jpg</image><title>Ilustrasi Utang. (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat realisasi utang pemerintah mengalami kenaikan pada akhir Juni ini. Kenaikan terjadi lantaran pinjaman ke luar negeri mengalami kenaikan.


Melansir Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kemenkeu utang Indonesia mengalami kenaikan sekira Rp20 triliun. Adapun jumlah utang Indonesia pada akhir Juni tercatat sebesar Rp2.864 triliun, sementara pada April tercatat sebesar Rp2.843 triliun.
Utang tersebut, berasal dari penerbitan obligasi negara, sebesar Rp2.171,24 triliun. Sementara untuk pinjaman, baik dalam negeri maupun dari luar negeri, tercatat sebesar Rp692,94 triliun.
Untuk penerbitan obligasi negara pada akhir Juni ini, sedikit mengalami kenaikan dibandingkan bulan sebelumnya sebesar Rp2.151,58 triliun. Alokasi penerbitan obligasi tersebut, terdiri dari obligasi dengan denominasi Rupiah sebesar Rp1.616,95 triliun sementara untuk denominasi valas sebesar Rp554,29 triliun.
Sedangkan untuk pinjaman dari pinjaman luar negeri meningkat menjadi Rp689,38 triliun dari sebelumnya Rp688,31 triliun. Pinjaman luar negeri tersebut, berasal dari bilateral sebesar Rp334,49 triliun, multilateral sebesar Rp307 triliun, komersial Rp47,65 triliun dan suppliers sebesar Rp210 miliar. Sisanya, di dapat dari pinjaman dalam negeri sebesar Rp3,36 triliun.
Selain itu, acuan nilai tukar Rupiah yang digunakan untuk penentuan utang ini juga mengalami pelemahan. Adapun nilai tukar pada Juni tercatat sebesar Rp13.332 per USD sementara untuk Mei kemarin sebesar Rp13.211 per USD.

&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2015/03/10/18823/117504_medium.jpg&quot; alt=&quot;Nilai Tukar Rupiah Melemah&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;

</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat realisasi utang pemerintah mengalami kenaikan pada akhir Juni ini. Kenaikan terjadi lantaran pinjaman ke luar negeri mengalami kenaikan.


Melansir Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kemenkeu utang Indonesia mengalami kenaikan sekira Rp20 triliun. Adapun jumlah utang Indonesia pada akhir Juni tercatat sebesar Rp2.864 triliun, sementara pada April tercatat sebesar Rp2.843 triliun.
Utang tersebut, berasal dari penerbitan obligasi negara, sebesar Rp2.171,24 triliun. Sementara untuk pinjaman, baik dalam negeri maupun dari luar negeri, tercatat sebesar Rp692,94 triliun.
Untuk penerbitan obligasi negara pada akhir Juni ini, sedikit mengalami kenaikan dibandingkan bulan sebelumnya sebesar Rp2.151,58 triliun. Alokasi penerbitan obligasi tersebut, terdiri dari obligasi dengan denominasi Rupiah sebesar Rp1.616,95 triliun sementara untuk denominasi valas sebesar Rp554,29 triliun.
Sedangkan untuk pinjaman dari pinjaman luar negeri meningkat menjadi Rp689,38 triliun dari sebelumnya Rp688,31 triliun. Pinjaman luar negeri tersebut, berasal dari bilateral sebesar Rp334,49 triliun, multilateral sebesar Rp307 triliun, komersial Rp47,65 triliun dan suppliers sebesar Rp210 miliar. Sisanya, di dapat dari pinjaman dalam negeri sebesar Rp3,36 triliun.
Selain itu, acuan nilai tukar Rupiah yang digunakan untuk penentuan utang ini juga mengalami pelemahan. Adapun nilai tukar pada Juni tercatat sebesar Rp13.332 per USD sementara untuk Mei kemarin sebesar Rp13.211 per USD.

&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2015/03/10/18823/117504_medium.jpg&quot; alt=&quot;Nilai Tukar Rupiah Melemah&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;

</content:encoded></item></channel></rss>
